
Kenyang menyantap brownies yang di berikan oleh Lutfhi. Dena dan Deni tiba-tiba mengantuk hebat. Keduanya pun akhirnya tertidur di atas sofa. Sementara kedua orangtua mereka yang masih sibuk dengan urusan masing-masing. Tidak menyadari, jika anak mereka telah terlelap tidur pasca menghabiskan brownies pemberian dari Lutfhi dan Tini.
Dena dan Deni pun di datangi oleh genderuwo milik Lutfhi di dalam mimpi mereka. Keduanya bermimpi bertemu dengan genderuwo milik Lutfhi tersebut. Bahkan keduanya di serang habis-habisan oleh genderuwo itu. Hingga keduanya sama-sama terbangun dari tidur mereka.
Baik Dena, maupun Deni. Mereka sama-sama berteriak begitu bangun dari tidur mereka. Hingga Irawan dan Iin langsung mendatangi keduanya anak mereka yang baru bangun tidur tersebut.
Deni memeluk erat Iin, sedangkan Dena tak ingin melepaskan pelukan kuatnya pada seorang Irawan. Mereka terlihat begitu ketakutan dengan apa yang mereka impikan. Keduanya pun tak berani bercerita dengan apa yang ada. Selain ketakutan akan genderuwo yang berusaha membunuh keduanya dengan gigi taring yang panjang.
Irawan heran, mengapa Dena dan Deni bisa mimpi yang sama. Itu cukup mengherankan bagi seorang Irawan. Sekalipun Dena dan Deni adalah dua anak kembar, tapi keduanya tidak seharusnya bermimpi yang sama. Itu yang menjadi pertanyaan bagi seorang Irawan.
__ADS_1
Tiba-tiba mata Deni memerah, seperti ada pancaran cahaya yang menyorot kedua matanya. Perlahan Deni menunjukkan sikap yang aneh. Hingga Iin yang di peluk oleh Deni, merasakan sesuatu hal yang aneh terjadi pada seorang Deni. Tubuh Deni juga semakin panas. Iin yang tak kuat dengan tubuh Deni yang semakin panas, akhirnya melempar tubuh anaknya tersebut. Deni langsung tersungkur jatuh di dorong oleh Iin dengan begitu kerasnya.
"Kenapa kamu dorong Deni seperti itu?" tanya Irawan.
"Tubuh Deni tiba-tiba panas mas. Seperti air yang mendidih." jawab Iin dengan paniknya.
Tak hanya Deni yang mengalami hal yang sama. Tubuh Dena juga tiba-tiba menjadi panas. Hingga Irawan yang memangku Dena, terpaksa melepaskan pangkuannya. Mengingat tubuh Dena yang begitu panas.
Di dalam kamar mandi, Dena dan Deni langsung menjatuhkan tubuh mereka kedalam bak mandi. Keduanya berharap bisa lebih dingin lagi saat berada di dalam bak berisi air tersebut. Hingga Deni dan Dena tidak akan merasa kepanasan kembali.
__ADS_1
Irawan dan Iin langsung panik dengan sikap aneh yang di tunjukkan oleh kedua anak kembar mereka. Keduanya begitu terlihat berbeda, sehingga Irawan dan Iin tidak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan kedua anaknya yang terlihat begitu aneh tersebut.
Irawan semakin panik saat kedua anaknya semakin merasakan aura panas yang begitu teramat. Sehingga Irawan semakin di landa kepanikan yang tak terkira. Begitu juga Iin yang tak bisa berbuat apa-apa, saat tubuh kedua anaknya yang mulai berubah menjadi gosong. Itu membuat Iin semakin panik dengan kondisi yang terjadi pada kedua anak mereka.
Iin dan Irawan berusaha menenangkan kedua anaknya yang terus menangis kepanasan. Tapi keduanya pun tak bisa terlalu lama berdekatan dengan kedua anak kembarnya tersebut. Sebab kedua anak kembar dari Irawan dan Iin itu memancarkan gelombang panas yang membuat Irawan dan Iin tidak dapat berlama-lama berada di dekat kedua anaknya tersebut.
Saking panasnya tubuh kedua anak kembar dari Irawan dan Iin. Tubuh anaknya itu benar-benar gosong, sedikit mengeluarkan asap. Hingga akhirnya kedua anak Irawan dan Iin tersebut tak mampu lagi menahan rasa panas yang membakar tubuh mereka berdua. Keduanya pun mati terbakar oleh ulah genderuwo milik Lutfhi.
Irawan dan Iin hanya bisa menangis dengan kematian kedua anak kembar mereka. Keduanya tak bisa berbuat banyak, sebab kedua anaknya itu mengeluarkan hawa panas yang tak bisa di tahan oleh Iin dan Irawan.
__ADS_1
Begitu kedua anak Irawan dan Iin sudah meninggal di dalam bak mandi. Tubuh keduanya kembali dingin, hingga Iin dan Irawan pun dapat membawa tubuh kedua anak mereka menuju kamar.
Tetap dengan tangisan