Jimat Warisan

Jimat Warisan
Firman Terkejut


__ADS_3

Ima datang ke tempat kontrakan Firman bersama dengan Sandi dan Sandra. Selain datang untuk melihat kondisi dari Firman itu sendiri. Kedatangan dari Ima dan kedua anak Firman, tentu untuk mengabarkan akan pesugihan yang di lakukan oleh Tini dan Lutfhi. Selama ini Firman tidak tahu jika adiknya tersebut juga melakukan pesugihan yang sama dengan dirinya.


Kedatangan Ima di sambut hangat oleh Firman. Kebetulan hari ini Firman sedang libur bekerja. Sehingga Firman berada di rumah kontrakannya.


Tidak ada bangku, semuanya duduk di sebuah karpet yang di pasang Firman di ruang tamu. Beberapa cemilan yang baru saja Firman beli, juga di sajikan pada Ima dan kedua anaknya. Firman mengaku senang dengan kedatangan dari Ima dan kedua anaknya tersebut.


Rasa bahagia dari Firman akan kedatangan dari kedua anaknya dan Ima, sedikit terganggu dengan raut wajah Ima yang terlihat bersedih. Dia tidak seperti biasanya yang terlihat begitu ceria. Namun kini Ima nampak menunjukkan wajah bersedih.

__ADS_1


Tentu itu jadi pertanyaan besar bagi Firman, ada sesuatu hal yang tentunya membuat Ima terlihat bersedih. Suatu hal yang buat Firman penasaran dengan rasa bersedih yang sedang di alami oleh dirinya tersebut. Ima pun terlihat berusaha tersenyum dengan senyuman palsu pada seorang Firman.


Namun senyum palsu dari Ima, tetap tidak dapat terlihat baik. Dia masih terlihat begitu bersedih dengan apa yang ada. Hingga Firman yang penasaran pun langsung menembak Ima dengan sebuah pertanyaan. Bagaimana Ima bisa terlihat bersedih dengan semua yang di hadapi oleh dirinya. Apakah Ima kurang senang datang ke kontrakan Firman yang sederhana tersebut. Itu menjadi beragam pertanyaan yang di ajukan oleh Firman pada Ima.


Namun pada akhirnya Ima pun mengatakan kesedihan yang sedang di alami oleh dirinya. Dia tidak bersedih akan Firman. Namun dia memikirkan nasib dari Tini dan Lutfhi. Di mana Tini dan Lutfhi yang melakukan pesugihan pada sosok Genderuwo.


Mendengar semua penjelasan dari Ima, Firman pun begitu terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Tini dan Lutfhi. Dia tidak menyangka Lutfhi dan Tini akan berbuat nekad seperti itu. Bahkan ini seperti hal yang tidak pernah di duga oleh Firman sebelumnya.

__ADS_1


Ima kembali menangis akan Tini dan Lutfhi yang enggan untuk bertobat akan kesalahan yang mereka buat. Keduanya seperti sudah nyaman berkubang dalam dosa besar yang sulit di ampuni oleh Tuhan. Mereka tidak peduli dengan apa yang mungkin akan mereka dapatkan di akhirat kelak. Kehidupan mereka hanya di dunia saja, tidak di akhirat. Mereka pun tidak mampu berpikir secara rasional. Mereka hanya memikirkan kehidupan dunia yang menurut mereka harus di penuhi dengan kebahagiaan. Salah satu pemenuhan kebahagiaan yang mereka bisa dapat, yakni dengan uang.


Tentu apa yang mereka lakukan adalah hal yang tidak baik. Mereka mengukur semuanya dengan uang. Tidak pernah berpikir dalam hal lainnya. Padahal uang bukan segalanya, namun bagi Lutfhi dan Tini uang sudah jauh lebih berharga dari Tuhan. Kesalahan yang Lutfhi dan Tini kerap lakukan, mereka melakukan itu berulang. Sehingga tidak pernah takut azab yang mungkin akan mereka dapat.


Firman yang pernah terjerumus ke dalam lembah hitam pesugihan. Merasa apa yang di lakukan oleh Lutfhi dan Tini saat ini adalah bentuk dari keegoisan dari keduanya. Jika keduanya mampu melawan rasa egois yang ada. Bukan tidak mungkin keduanya akan bisa mengalahkan semuanya secara baik. Tidak ada lagi rasa egois seperti yang mereka lakukan. Ini akan jadi hal yang paling baik dalam hidup mereka.


Firman pun menyarankan pada Ima untuk terus memberikan nasehat yang baik pada Lutfhi dan Tini. Mungkin dengan nasehat yang baik itu, Tini dan Lutfhi bisa segera tobat. Sehingga keduanya tidak akan lagi melakukan pesugihan yang membuat mereka jauh dari agama serta menyekutukan Allah. Hal yang tentunya di benci oleh Allah SWT.

__ADS_1


Ima pun akan terus memberikan nasehat baik pada Lutfhi dan Tini. Sehingga keduanya tidak akan semakin jauh tersesat. Dia juga berharap Tini dan Lutfhi akan segera bertobat dengan apa yang di lakukan oleh dirinya. Mereka akan merasakan bagaimana hidup tidak nyaman saat mereka melakukan pesugihan. Sekali pun kehidupan mereka di penuhi dengan uang. Namun itu tidak akan membuat mereka merasa lebih nyaman serta tenang. Sebab mereka akan selalu di minta untuk memberikan tumbal pada Genderuwo yang mereka pelihara.


__ADS_2