Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lutfhi Bercerita


__ADS_3

Lutfhi membanting pintu rumah dengan begitu keras. Dia masih tidak percaya akan Baim yang telah melakukan tindakan yang kurang ajar di proyeknya. Baim benar-benar tidak bisa di percaya oleh seorang Lutfhi. Hingga Lutfhi begitu kesal pada seorang Baim yang telah berbuat curang pada dirinya.


Tini yang sedang asyik bermain game online di handphone. Langsung menghampiri Lutfhi yang masih mengumpat seorang Baim di depan pintu rumahnya. Kedatangan dari seorang Tini mungkin bisa membuat Lutfhi bisa sedikit tenang lagi. Itu yang coba di lakukan oleh seorang Tini pada Baim.


"Kamu kenapa marah seperti itu Sayang?" tanya Tini dengan wajah herannya.

__ADS_1


"Aku benar-benar benci dengan si Baim itu. Dia benar-benar tidak bisa di percaya. Dia menjual bahan-bahan yang seharusnya di gunakan untuk proyek pembangunan perumahan itu. Tapi Baim justru malah menjual barang-barang itu." jawab Lutfhi dengan nada yang begitu tinggi.


"Apa yang sudah aku duga. Tukang korupsi itu memang tidak bisa di percaya. Dia memang seorang yang bejat. Hidup dia hanya di isi oleh korupsi dan korupsi saja." ujar Tini tak kalah kesal.


Lutfhi seolah tak bisa memaafkan seorang Baim yang telah bermain api di proyeknya. Lutfhi pun berniat untuk membalas apa yang telah di lakukan oleh Baim dengan sebuah pembalasan yang tepat. Tapi Lutfhi bingung untuk membalas perbuatan dari Baim tersebut. Hingga Baim harus merasakan apa yang seharusnya dia rasakan akibat ulahnya tersebut.

__ADS_1


Ide dari Tini itu di sambut oleh Lutfhi dengan cukup baik. Mungkin dengan cara halus, Baim akan merasakan apa yang dia lakukan adalah sebuah perbuatan yaah tidak baik. Sehingga Baim harus menanggung atas apa yang telah di lakukan oleh dirinya tersebut. Baim harus menerima semua itu secara mutlak.


"Santet apa yang akan kita kirim pada si Baim itu?" tanya Tini.


"Mungkin santet paling pedih yang akan membuat dia merasakan sakit yang aku rasakan. Di mana dia telah menghancurkan proyek pembangunan perumahan itu. Dia juga telah melakukan korupsi dan pencurian di proyek itu. Dia harus merasakan akibat atas apa yang di perbuat oleh dirinya. Baim harus merasakan itu." Tegas Lutfhi.

__ADS_1


Tini begitu senang dengan semangat Lutfhi untuk menyantet seorang Baim. Selama ini Tini kurang menyukai sosok Baim yang terkenal sombong tersebut. Hingga ini akan menjadi balasan yang paling pas bagi seorang Baim atas apa yang di lakukan oleh dirinya. Baim harus merasakan itu semu. Tini akan terus membuat semangat untuk mengirimkan sebuah santet untuk Baim.


Tak hanya santet saja, sepertinya Baim juga akan merasakan penyiksaan terlebih dahulu dari seorang Lutfhi. Mungkin batin Baim akan di jadikan seperti Firman oleh Lutfhi. Genderuwo milik Lutfhi mungkin akan menjadi sosok yang membuat Baim menjadi gila seperti Firman. Sosok Genderuwo yang siap membuat Baim menjadi terlihat seperti orang gila, tak ubahnya Firman saat ini.


__ADS_2