
bel pulang telah berbunyi, seluruh siswa pun sudah berhamburan untuk keluar dari kelas mereka. Beberapa siswa lainnya masih menunggu di kelas, sebab mereka masih ingin meminta saran dari Rosmitha dalam mengerjakan tugas kelompok yang di berikan oleh Rosmitha pada mereka semua. Rosmitha terlihat begitu senang dengan keaktifan dari para siswa dalam mempelajari pelajaran yang di berikan oleh Rosmitha.
Mereka tak sungkan untuk bertanya pada Rosmitha mengenai pelajaran yang belum mereka kuasai sepenuhnya. Itu yang membuat Rosmitha begitu terharu dengan semangat belajar yang di tunjukkan oleh para anak didiknya tersebut. Rosmitha pun di buat kagum dengan apa yang di lakukan oleh anak didiknya tersebut. Hingga dia di buat menangis dengan apa yang terjadi. Menangis terharu melihat bagaimana anak didiknya belajar dengan penuh rasa ingin tahu yang tinggi.
Perlahan waktu sudah hampir gelap, semua murid pun sudah mulai lelah. Mereka satu persatu mulai meninggalkan kelas. Kini giliran Rosmitha yang juga pergi dari kelas tersebut. Mengingat sudah tidak ada murid lagi yang bertanya perihal pelajaran sekolah yang kurang mereka pahami.
Rosmitha bergegas dari kelas untuk berpamitan pada Lukas serta Nur. Namun di perjalanan menuju kelas tempat Lukas mengajar, Rosmitha nampak melihat Lukas yang nampak begitu akrab dengan Nur di ruang kelas tempat Nur mengajar. Sontak Rosmitha merasakan perasaan cemburu melihat keduanya begitu dekat satu sama lain. Apalagi Lukas dan Nur nampak begitu akrab. Itu cukup membuat Rosmitha kurang nyaman.
Rosmitha melihat bagaimana Lukas memperlakukan Nur dengan begitu baiknya. Dia tertawa bersama dengan Nur. Padahal Rosmitha sendiri memiliki rasa yang lebih pada Lukas. Rasa di mana dirinya ingin menjadi bagian dalam hidup Lukas.
Rosmitha semakin merasakan cemburu saat tanpa sengaja Lukas memegang tangan Nur. Walaupun Lukas langsung melepaskan tangannya kembali dari tangan Nur. Tentu momen itu semakin membuat Rosmitha di buat cemburu oleh apa yang di lihatnya.
Tak ingin semakin terbakar api cemburu, Rosmitha pun akhirnya memilih untuk pergi. Dia masih menyimpan ingatan bagaimana dekatnya Lukas dengan Nur. Hingga dalam perjalanan itu, Rosmitha harus berjuang melawan rasa sakit atas apa yang di lihatnya.
__ADS_1
Rosmitha semakin di buat tak karuan dengan kedekatan dari Nur dengan Lukas tersebut. Akhirnya air mata yang berusaha di tahan oleh Rosmitha, pada akhirnya terjatuh dengan sendirinya. Dia menangis hebat saat kembali ingat momen yang dalam hidupnya tentu menyakitkan tersebut.
Rosmitha berusaha menghapus air mata yang mulai menetes dari matanya tersebut. Dia tak ingin terlihat bersedih saat bertemu dengan Darwis yang merupakan ayah dari Lukas. Rosmitha menunjukkan bagaimana dirinya adalah seorang perempuan yang kuat serta memiliki ketangguhan hati yang besar. Dia tak mungkin menangis untuk cinta yang semu seperti itu. Hingga Rosmitha harus bisa lebih kuat lagi.
"Apa kamu sudah selesai mengajar di hari ini?" tanya Darwis dengan senyuman.
"Sudah Pak. Ini saya mau pulang." jawab Rosmitha mengelus air matanya.
Darwis sedikit curiga akan Rosmitha yang habis menangis. Dia melihat mata Rosmitha yang sedikit bengkak. Oleh karena itu Darwis menaruh kecurigaan pada Rosmitha. Mungkin saja dugaan dari Darwis benar akan Rosmitha yang baru saja selesai menangis. Dia mungkin bersedih akan suatu hal yang ada. Sehingga dia menangis seperti itu. Ini akan jadi bagian dari kesedihan untuk dirinya juga.
Rosmitha dengan sendirinya langsung mengelap air matanya yang kembali jatuh. Dia menunjukkan ekspresi wajah yang lebih baik lagi. Tidak ada lagi kesedihan seperti yang di tunjukkan olehnya. Dia terlihat begitu baik, sehingga Darwis tidak akan curiga. Jika Rosmitha baru saja menangisi seorang Lukas yang terlihat begitu mesra dengan Nur di kelas.
"Tidak apa-apa Pak. Tadi ada sedikit debu yang masuk ke mata saya. Oleh sebab itu saya menangis seperti ini." ucap Rosmitha meyakinkan Darwis.
__ADS_1
Apapun yang di katakan oleh Rosmitha, tetap saja Darwis tidak mempercayai sepenuhnya. Dia masih ragu jika yang membuat Rosmitha itu adalah debu. Dia curiga ada hal lain yang membuat Rosmitha menangis. Mungkin saja ini berhubungan dengan Lukas. Darwis curiga akan hal tersebut. Hingga Darwis pun ingin tahu dari versi Lukas nantinya.
Rosmitha sendiri akhirnya berpamitan pada Darwis untuk pulang. Pamannya sudah menunggu di rumah. Sehingga Rosmitha harus segera pulang ke rumah. Rosmitha tak ingin membuat pamannya terlalu lama menunggu di rumah.
Darwis mengizinkan Rosmitha untuk pulang. Namun dia masih penasaran dengan apa yang membuat Rosmitha bisa menangis seperti itu. Darwis mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Rosmitha. Sehingga dia bisa menangis.
Darwis menyisiri kelas yang ada. Sampai Darwis melihat bagaimana Lukas yang sedang berada di dalam kelas bersama dengan Nur. Mungkin ini yang membuat Rosmitha bersedih, dia melihat Lukas yang sedang bersama dengan Nur.
Darwis pun menghampiri Lukas dan Nur masih asyik bermain laptop di satu ruangan kelas. Darwis ingin menegur Lukas yang berdiam dengan seorang perempuan. Itu tentu tidak baik bagi Lukas, dia mencontohkan hal yang buruk pada murid-muridnya. Di mana dia berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrimnya.
Mendapatkan teguran dari Darwis, Lukas dengan segera meminta maaf pada Darwis. Dia khilaf, sehingga tidak sadar Lukas bisa berduaan dengan Nur. Bahkan dia tidak menyadari jika Rosmitha pun merasakan cemburu dengan kedekatan dari dirinya dengan Nur yang sama sekali tidak di sengaja oleh Lukas.
Darwis hanya mengingatkan pada Lukas untuk menjauhi fitnah yang mungkin akan terjadi pada dirinya. Lukas harus pandai dalam mengambil sikap, sehingga dia tidak akan salah langkah dengan apa yang terjadi. Lukas harus bisa pandai dalam hal tersebut. Apalagi status Lukas sebagai seorang kepala sekolah tentu akan banyak mendapatkan sorotan dari beberapa pihak. Jika Lukas lalai, bukan tidak mungkin Lukas akan mendapatkan akibat dari kelalaiannya tersebut.
__ADS_1
Kali ini Lukas benar-benar khilaf. Dia merasa apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan. Kemudian hari Lukas tidak akan melakukan hal yang sama kembali. Benar apa yang di katakan oleh ayahnya. Ini akan mendekatkan Lukas pada sebuah fitnah. Jangan sampai Lukas mendekati fitnah, sebab ini akan bahaya bagi Lukas. Apalagi status Lukas yang saat ini menjadi seorang kepala sekolah. Tentu akan berat untuk Lukas di lihat oleh anak didiknya sendiri. Mencontohkan hal yang buruk pada anak didiknya. Tentu itu perbuatan yang harus Lukas hindari.