
Kecemburuan dari seorang Rosmitha pada Nur dan Lukas, membawa perubahan sikap yang berarti dari Rosmitha pada Nur dan Lukas tentunya. Rosmitha kini lebih memilih untuk menjadi seorang wanita pendiam, berubah sikap dari sebelumnya yang terkenal begitu heboh.
Perubahan sikap dari Rosmitha tentu menjadi pertanyaan besar bagi Nur. Namun bagi Lukas, perubahan sikap Rosmitha tentu bukan hal yang aneh. Sebab dia masih merasa cemburu dengan apa yang ada. Rosmitha belum bisa melupakan semuanya begitu saja, dia masih menyimpan perasaan yang cukup kesal pada Lukas dan Nur.
Nur menyapa Rosmitha di depan sekolah. Namun Rosmitha hanya memberi Nur senyum tipis. Berbeda dari sebelumnya di mana Rosmitha kerap memberikan senyuman terbaiknya saat bertemu dengan Nur di mana pun mereka berdua bertemu. Perubahan ini yang buat Nur merasa ada sesuatu hal yang aneh terjadi pada Rosmitha.
Nur pun mulai merasa apa yang di lihatnya di hari ini adalah sebuah kesedihan. Dia kehilangan sosok Rosmitha yang di kenal Nur sebagai perempuan yang aktif serta begitu ceria. Namun kini semua itu telah hilang dari Rosmitha. Bagaimana dia sudah tidak menunjukkan sikap ceria seperti yang di lakukan oleh dirinya dalam beberapa hari yang lalu.
Nur sebenarnya ingin bertanya langsung pada Rosmitha. Namun Nur yang tidak suka mencampuri urusan orang lain, merasa sungkan untuk bertanya langsung pada Rosmitha. Akhirnya Nur pun meminta bantuan dari seorang Lukas dalam mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Rosmitha. Sikap dingin dari Rosmitha adalah pertanyaan besar bagi seorang Nur.
__ADS_1
Nur mencari keberadaan dari Lukas, dia ingin berdiskusi dengan Lukas perihal sikap dingin yang di tunjukkan oleh Rosmitha. Bukan tidak mungkin Lukas tahu akan perubahan sikap yang di tunjukkan oleh Rosmitha. Mengingat Lukas adalah sosok yang di kenal dekat dengan Rosmitha. Sehingga dia sudah pasti tahu dengan apa yang akan terjadi pada perubahan sikap dari Rosmitha tersebut.
Beruntung bagi Nur, dia bisa bertemu dengan Lukas segera. Sebelum Lukas masuk ke dalam kelas, Nur langsung memanggil Lukas. Sebelum keduanya mengobrol masalah yang sedang di alami oleh Rosmitha.
"Assalamualaikum Lukas." ucap Nur dengan pandangan menunduk.
"Walaikumsallam. Ada apa Nur?" jawab Lukas.
"Kalau aku bisa jawab, insyallah akan aku jawab." ujar Lukas dengan sedikit senyuman.
__ADS_1
"Apa kamu tahu masalah yang sedang di hadapi oleh Rosmitha. Sepertinya dia sedang mengalami sedikit masalah. Aku tidak melihat dia seperti biasanya. Mungkin kamu tahu apa yang membuat dia seperti itu?" tanya Nur dengan wajah penasaran.
Lukas terdiam sejenak dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Nur. Dia bingung untuk menjawab pertanyaan itu, sebab itu bukan pertanyaan yang mudah bagi Lukas untuk menjawab. Dia masih butuh waktu sejenak untuk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Nur pada dirinya.
"Aku tidak tahu dengan dia. Mungkin ada sedikit masalah yang sedang di hadapi oleh dirinya. Sehingga dia berubah sikap menjadi dingin. Tapi aku rasa dia akan kembali seperti sediakala." jawab Lukas dengan bijak.
Nur kurang puas dengan jawaban dari Lukas. Sehingga dia mencoba kembali mengulik lebih dalam lagi. Namun Lukas yang pandai dalam menyembunyikan semuanya, berubah meyakinkan Nur. Tidak ada yang harus di takuti oleh Nur. Rosmitha baik-baik saja, tidak ada masalah berarti yang datang menghampiri Rosmitha. Sehingga dia tidak sedang dalam masalah seperti yang Nur duga.
Nur tidak ingin memiliki masalah dengan Rosmitha. Hingga Nur bertanya hal tersebut untuk memastikan sikap dingin Rosmitha di sebabkan oleh ulah dari Nur. Dia tidak ingin hal itu terjadi pada dirinya. Sebab Nur tidak ingin memiliki musuh sama sekali. Nur ingin hidup dengan penuh ketenangan, tanpa harus ada seseorang yang akan membenci dirinya. Oleh karena itu Nur merasa harus memastikan semuanya berjalan dengan baik. Dia tidak memiliki masalah apapun dengan Rosmitha yang nampak berubah di hari ini.
__ADS_1
Lukas pun memastikan semua itu tidak ada kaitannya dengan Nur. Perubahan sikap Rosmitha mungkin di sebab oleh hal lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Nur, sehingga dia tidak harus takut hal buruk terjadi pada dirinya. Apalagi Nur berpikir pernah melukai hati Rosmitha. Itu tentu tidak ada kaitannya sama sekali dengan Nur. Walaupun sebenarnya Nur sendiri yang membuat Rosmitha marah.