
Liburan kali ini benar-benar kurang begitu mengasyikkan. Lutfhi kurang menikmati liburan yang seharusnya membuat dirinya merasa nyaman. Lutfhi lebih merasa liburan kali ini seperti sebuah neraka untuk dirinya. Tidak ada kenyamanan seperti yang seharusnya di dapat. Semuanya berjalan buruk untuk dirinya. Oleh sebab itu Lutfhi menyebut liburan kali ini sebagai liburan yang biasa saja.
Tak ubahnya dengan Lutfhi yang kurang menikmati liburan kali ini. Tini juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Lutfhi rasakan. Tidak ada perasaan bahagia yang di rasakan oleh dirinya. Hingga Tini benar-benar merasa liburan ini tidak begitu baik sama sekali untuk dirinya. Dia pun menganggap liburan kali ini sebagai liburan terburuk baginya.
Kedua anak Lutfhi dan Tini juga merasakan hal yang sama. Mereka sama-sama kurang menikmati liburan di pagi ini. Hingga mereka merasa liburan kali ini seperti tidak liburan. Tidak ada yang istimewa, mereka hanya mendapatkan teror yang cukup seram dari arwah gentayangan seorang Baim. Padahal mereka menginginkan liburan yang berkualitas dengan kepuasan tersendiri tentunya. Namun semua itu urung mereka dapatkan. Semuanya berjalan buruk bagi mereka.
__ADS_1
Perjalanan pulang tanpa ada rasa bahagia sama sekali. Tidak ada cerita yang di ceritakan satu sama lain. Semuanya hanya menunjukkan ekspresi wajah kesedihan dan penyesalan dari setiap individu. Padahal seharusnya liburan membawa sebuah kebahagiaan tersendiri. Tapi tidak dengan liburan kali. Semuanya berjalan buruk bagi keluarga Lutfhi. Hingga mereka merasa kurang menikmati liburan di hari ini.
Lutfhi dan Tini berharap tidak akan merasakan liburan yang sama lagi di kemudian hari. Di mana mereka tidak merasakan perasaan yang gembira. Hingga liburan yang seharusnya menyenangkan, berubah menjadi liburan yang tidak menyenangkan sama sekali.
"Mungkin kita tidak harus pergi ke vila lagi. Aku pikir kita tidak harus pergi ke sana." ujar Tini dengan wajah datar.
__ADS_1
"Aku juga tidak ingin liburan lagi. Tidak senang liburan di vila. Cuman pemandangan yang indah, tapi kita penuh ketakutan." ucap Fajar.
Semuanya sepakat liburan kali ini memang liburan keluarga paling buruk. Mungkin liburan ke kebun binatang jauh lebih berkesan, daripada liburan di vila yang menghabiskan banyak uang. Di kebun binatang mereka bisa melihat binatang sepuas mereka, tapi di vila. Hanya sawah yang bisa mereka lihat, tanpa ada hal lain yang menarik. Oleh karena itu mereka merasa liburan di vila sama sekali tidak menyenangkan bagi mereka.
Fajar mengusulkan libur mereka selanjutnya tentu adalah pantai. Namun tidak pantai di daerah mereka, tetapi pantai di luar pulau. Semisalnya pantai di pulau Dewata Bali. Itu adalah ide yang baik menurut Fajar. Liburan di ruang publik jauh lebih menyenangkan, daripada liburan di ruang non publik. Sebab tidak ada kesan sama sekali, selain perasaan ketakutan dan bosan.
__ADS_1
Adik Fajar juga merasa hal yang sama. Dia ingin liburan yang berkualitas di luar pulau. Tidak di pulau tempat mereka tinggal. Hingga akan menjadi liburan yang baik nantinya. Itu yang ingin di lakukan oleh keluarga Lutfhi.