
Jika meminta secara baik-baik tidak di berikan, mungkin dengan sedikit pemaksaan bisa di lakukan oleh Lutfhi dan Tini. Salah satu cara yang mungkin bisa di lakukan oleh Tini dan Lutfhi adalah dengan mencuri jimat tersebut di rumah ibu Tini.
Rencana itu mulai di pikirkan oleh Lutfhi, sedari bangun tidur. Dia terpikir untuk melakukan aksi tersebut, demi merebut keris sakti dari tangan mertuanya. Apalagi keris sakti itu di simpan di dalam lemari yang tidak dikunci. Lutfhi dan Tini mungkin bisa dengan mudah mendapatkan keris sakti tersebut.
Ide Lutfhi langsung di sambut gembira oleh Tini. Dia menyetujui ide dari suaminya tersebut. Tini siap membantu Lutfhi dalam mendapatkan jimat sakti di rumah orangtuanya. Tini yang mengetahui letak jimat itu, tentu dengan mudah akan menemukan jimat tersebut.
Pada saat sarapan, Tini dan Lutfhi mulai menyusun rencana yang akan di gunakan dalam pencurian terhadap jimat sakti tersebut. Tini siap menjadi orang yang mengeksekusi dalam pengambilan jimat tersebut. Sementara Lutfhi yang akan memantau situasi dari luar. Ibu Tini yang tinggal sendiri di rumah. Tentu akan memudahkan Tini dalam mendapatkan jimat tersebut.
Lutfhi menyetujui ide dari Tini tersebut. Malam ini mungkin jimat sakti itu akan pindah ke tangan Lutfhi dan Tini. Mengingat keduanya siap untuk mengeksekusi jimat tersebut di malam ini juga.
Tidak ingin aksinya di ketahui oleh ibunya. Lutfhi dan Tini membeli sebuah topeng serta penutup kepala serba hitam. Dengan begitu, keduanya tidak akan di ketahui oleh ibunya.
Lutfhi sudah tidak sabar untuk segera mendapatkan jimat sakti tersebut. Lutfhi ingin petuah dari jimat itu dalam meningkatkan ekonomi keluarganya. Lutfhi sangat sakit hati dengan celaan tetangganya yang kerap menghina Lutfhi dengan status sosial Lutfhi yang berada dalam kalangan menengah ke bawah. Padahal bagi Lutfhi itu bukan hal yang terlalu harus di permasalahan. Sebab strata sosial hanya sebuah pemetaan yang di lakukan seseorang untuk memilih pertemanan saja. Sehingga Lutfhi begitu ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang yang bisa sukses seperti beberapa saudaranya yang ada kota. Dengan jimat sakti itu, Lutfhi yakin bisa mendapatkan kekayaan sebanyak mungkin. Seperti yang dia harapkan selama ini. Menjadi orang kaya di kampungnya sendiri.
Habis sarapan, Lutfhi dan Tini mulai pergi ke pasar untuk membeli topeng dan penutup kepala. Mereka berdua sengaja melintas di depan rumah ibunya. Keduanya ingin tahu, apakah di rumah ibunya ada saudara Tini atau tidak. Namun ternyata hanya ada ibu Tini yang masih cukup sedih di tinggal oleh suaminya.
Tini dan Lutfhi di minta mampir terlebih dahulu oleh ibunya tersebut. Tapi Tini dan Lutfhi menolak tawaran yang datang dari ibunya tersebut. Keduanya lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju pasar. Apalagi Tini dan Lutfhi akan membeli peralatan untuk mencuri jimat sakti di rumah ibunya. Keduanya sudah tidak sabar untuk tiba di pasar.
Di pasar, Lutfhi di buat kesal oleh salah seorang kakak iparnya. Dimana kakak ipar Lutfhi tersebut, kembali merendahkan Lutfhi. Lutfhi di anggap pengangguran yang kerjanya hanya menempel Tini pergi kemana saja. Lutfhi marah besar pada salah seorang kakak Tini itu. Hingga Lutfhi terpancing emosi untuk untuk memukul kakak Tini tersebut.
__ADS_1
Untungnya banyak orang di pasar yang memisahkan keduanya. Hingga pertengkaran di depan mata, antara Lutfhi dengan kakak dari Tini dapat segera di lerai oleh orang-orang di pasar.
Begitu mendapat penutup kepala yang di inginkan. Tini dan Lutfhi segera kembali ke rumah. Namun perasaan Lutfhi tetap kesal, dia tetap merasa hinaan dari kakak iparnya itu membekas di hatinya. Lutfhi pun siap membalas kejadian di hari ini dengan pembalasan yang maksimal untuk kakak iparnya tersebut.
"Aku pikir kakak kamu itu semuanya hampir sama. Mereka dengan mudah merendahkan seseorang begitu saja." Ucap Lutfhi dengan kesalnya duduk di atas sofa.
"Begitulah ketika seseorang sudah kaya. Mereka lupa, dulu juga kita sering bantu mereka. Jadi, kayak lupa daratan gitu." Balas Tini tak kalah kesal.
"Kalau aku kaya nanti, aku akan balas dendam sama semua kakak kamu tersebut. Aku ingin mereka, merasakan apa yang aku rasakan." Ucap Lutfhi dengan nada tinggi.
"Aku pun begitu, mereka seperti telah menjadi seorang yang tinggi. Hingga mereka lupa kita yang di bawah ini." Lanjut Tini tak kalah kesal.
Malam yang di tunggu oleh Lutfhi dan Tini hampir tiba. Malam yang penuh kesunyian itu mulai di resapi oleh Lutfhi dan Tini sebagai malam yang akan membuat hidup mereka berubah.
Kedua anak Lutfhi dan Tini yang ingin ikut dengan Tini dan Lutfhi. Meminta Tini dan Lutfhi untuk tidak pergi. Mereka berdua masih ingin bersama Tini dan Lutfhi. Keduanya tak ingin Tini dan Lutfhi pergi meninggalkan mereka di malam ini.
Akhirnya dengan sangat terpaksa, Tini harus menidurkan terlebih dahulu kedua anaknya. Mungkin ini cara terbaik, agar mereka tidak rewel lagi. Tini langsung membawa kedua anaknya menuju kamar untuk tidur.
Hanya 15 menit saja, akhirnya Tini berhasil membuat kedua anaknya tidur dengan pulasnya. Sementara Lutfhi yang terlalu lama menunggu Tini menidurkan kedua anaknya. Seketika ketiduran di luar rumahnya. Tini langsung menyipratkan sedikit kopi yang mulai dingin di hadapan Lutfhi. Seketika Lutfhi pun langsung terbangun oleh cipratan kopi dari seorang Tini.
__ADS_1
"Katanya mau eksekusi sekarang. Malah tidur sih." Ucap Tini sambil menggerutu.
Lutfhi yang terkejut, langsung membersihkan wajahnya. Mungkin cara itu lebih baik di lakukan oleh Lutfhi. Dengan begitu, Lutfhi tidak akan mengantuk kembali. Apalagi ada sedikit cipratan dari kopi yang masih tersisa di wajah Lutfhi. Itu cukup menganggu Lutfhi, sehingga dia harus membersihkan cipratan dari kopi tersebut.
Sebelum melakukan eksekusi terhadap ibu dari Tini. Lutfhi masuk kedalam kamar mandi terlebih dahulu. Sekedar mencuci muka, sehingga wajahnya kini mulai semakin segar. Begitu telah kembali segar, Lutfhi kembali menghampiri Tini.
Tini dan Lutfhi pun segera bergegas menuju kediaman ibu Tini. Keduanya sudah tidak sabar untuk mencuri keris sakti peninggalan ayah Tini. Dimana Keris sakti itu akan membawa pada kejayaan pada seorang Lutfhi.
Kebetulan sudah tidak ada kakak Tini yang menginap di rumah ibunya. Hingga Tini dengan mudah bisa mendapatkan keris sakti yang ada rumah ibunya tersebut. Tini yang tahu cara masuk ke dalam rumah ibunya. Dengan mudah masuk ke dalam rumah ibunya.
Melalui pintu belakang, Tini sukses mencungkil pintu belakang rumah ibunya. Dengan segera Tini masuk kedalam rumah ibunya tersebut. Sementara Lutfhi menunggu Tini di luar rumah ibunya. Lutfhi yang akan mengawasi Tini di luar rumah ibunya.
Ibu Tini nampak begitu lelap tertidur, dia tak mendengar hentakan suara dari Tini saat berjalan didalam rumahnya. Dengan mudah Tini pun segera bergegas mendekati lemari tempat keris sakti tersebut di simpan oleh ibunya.
Tanpa kesulitan Tini mengambil keris sakti tersebut. Dia begitu senang bisa mendapatkan keris sakti tersebut. Pasalnya ini akan jadi awal yang bagus bagi Tini dalam mengubah hidupnya. Tini sudah tidak sabar memberikan keris itu pada Lutfhi.
Namun baru akan pergi dari kamar ibunya tersebut. Tini tanpa sengaja menyenggol sebuah vas bunga besar yang berada di kamar ibunya. Seketika pas bunga itu pecah. Suara pecahan vas bunga itu langsung membangunkan ibu Tini yang sebenarnya tertidur dengan begitu pulasnya.
Melihat Tini memegang keris sakti, ibu Tini langsung berusaha mendapatkan kembali keris sakti tersebut. Namu Tini langsung berlari untuk menghindari kejaran dari ibunya tersebut. Sampai ibu Tini harus terjatuh, ketika berlari di lantainya yang begitu licin.
__ADS_1
Kepalanya langsung mengeluarkan darah yang cukup banyak. Dia memanggil meminta tolong pada Tini. Tapi Tini menolak untuk menolong ibunya tersebut. Hingga ibunya yang kehabisan darah, akhirnya ibunya pingsan.
Tak peduli dengan kondisi ibunya. Tini begitu bersuka cita akan keris yang telah menjadi miliknya sekarang. Tini langsung memberikan keris tersebut pada Lutfhi. Begitu memegang keris itu, Lutfhi langsung merasa aura mistis yang dia rasakan cukup kuat.