
Firman sudah terlihat jauh lebih baik. Kini dia sudah bisa untuk di ajak berbicara secara serius. Ini adalah perkembangan yang baik pada seorang Firman. Hingga para perawat pun mulai senang dengan apa yang terjadi pada seorang Firman.
Seorang perawat membawa sepiring makan malam untuk Firman. Kedatangan dari perawat itu langsung di sambut gembira oleh Firman. Dia menerima sepiring makan malam yang berisi nasi serta lauk pauk lainnya. Firman begitu menyukai menu makan malam yang di bawa oleh perawat tersebut.
Firman tersenyum pada perawat itu, sebelum dia mengucapkan terima kasih pada perawat tersebut. Perawat itu pun terlihat senang dengan apa yang di berikan oleh seorang Firman. Apalagi saat Firman mengucapkan terima kasih pada perawat tersebut. Dia mendapatkan sebuah penghargaan dari seorang Firman. Kerja kerasnya di bayar oleh seorang Firman dengan ucapan terima kasih. Hal yang jauh lebih berharga dari sekedar uang saja.
"Saya tahu betul apa yang terjadi dengan Pak Firman dulu. Mungkin dulu adalah hal yang sulit bagi Pak Firman. Tetapi hari ini Pak Firman sudah jauh lebih baik. Ini adalah perkembangan paling baik yang saya rasakan." ujar Perawat.
"Alhamdulillah. Saya juga begitu senang dengan perkembangan saya di sini. Ini jadi bagian yang paling baik yang saya rasakan. Semuanya berjalan sesuai dengan harapan. Saya pun mengucapkan banyak terima kasih pada seluruh staf yang ada di sini. Di mana semuanya memberikan pelayanan yang maksimal untuk saya." jawab Firman dengan penuh keyakinan.
Perawat itu memberikan senyuman pada seorang Firman. Ucapan terima kasih dari seorang Firman di terima dengan baik oleh perawat tersebut. Apalagi ucapan itu di berikan oleh seseorang yang selama ini mengalami gangguan jiwa. Itu rasanya seperti suatu hal yang tidak di percaya.
Tidak ingin mengganggu Firman yang akan menyantap menu makan malamnya. Perawat itu segera pergi dari ruangan Firman. Dia pun mempersilakan Firman untuk menyantap menu makan malam tersebut. Sehingga Firman bisa dengan nikmat menikmati menu makan malam yang di berikan oleh perawat tersebut.
__ADS_1
Namun sebelum perawat itu pergi, Firman meminta sesuatu terlebih dahulu. Dia meminta perawat itu menelpon seorang Lukas. Dia ingin Lukas menjemput dirinya besok. Apalagi Firman sudah di izinkan pulang oleh tim dokter. Walaupun sesekali Firman harus tetap check kondisinya. Namun sudah ada perkembangan yang cukup signifikan dari seorang Firman. Hingga dia di persilakan untuk segera pulang ke rumah.
Perawat itu dengan senang hati meminjamkan Firman handphone miliknya. Dia bahkan yang langsung menghubungi Lukas. Sehingga Firman bisa segera berbincang dengan seorang Lukas melalui sambungan telepon.
Begitu terhubung dengan seorang Lukas, handphone perawat itu langsung di berikan pada seorang Firman. Hingga Firman pun bisa berkomunikasi dengan Lukas.
"Assalamualaikum."
"Ini Paman Firman?"
"Iya Lukas. Ini Paman."
"Paman pakai nomor handphone siapa?"
__ADS_1
"Ini handphone perawat di sini."
"Ada apa Paman menghubungi Lukas malam-malam seperti ini?"
"Paman hanya ingin minta tolong sama kamu. Bisakah kamu jemput paman besok pagi?"
"Bisa Paman. Bisa banget."
"Baiklah, besok pagi Paman tunggu di sini. Terima kasih Lukas."
"Iya Paman sama-sama."
Begitu menyudahi panggilan telepon dengan seorang Lukas. Firman langsung memberikan kembali handphone itu pada perawat tadi. Firman kembali mengucapkan terima kasih pada perawat tersebut. Sebab berkat kemurahan hati perawat itu, akhirnya dia bisa menghubungi seorang Lukas untuk menjemput dirinya.
__ADS_1