
Satu koper uang hasil dari usaha bakso yang di miliki oleh Lutfhi, di setorkan pada sebuah bank ternama. Itu hanya satu dari keuntungan yang di hasilkan oleh Lutfhi. Dia masih banyak memiliki usaha lainnya yang memiliki omzet penjualan yang begitu tinggi. Sehingga mimpi Lutfhi menjadi salah seorang terkaya di desanya pun dengan begitu cepatnya tercapai.
Beberapa orang pun melihat Lutfhi dengan tatapan yang penuh kekaguman. Mereka menganggap Lutfhi adalah seorang pengusaha yang benar-benar hebat. Dia memiliki banyak uang hasil dari usahanya tersebut. Tanpa mereka tahu, jika Lutfhi selama ini di bantu oleh sosok Genderuwo berbadan besar.
Lutfhi semakin sesumbar saat banyak orang yang mulai mengajak ngobrol. Di luar bank, Anton yang merupakan seorang pensiunan karyawan pabrik gula. Meminta tips pada seorang Lutfhi dalam membuka usaha. Dia ingin uang pensiun yang di miliki oleh dirinya, di gunakan untuk membuat sebuah usaha. Mungkin Lutfhi bisa memberikan sedikit saran pada seorang Anton dalam menyiapkan usaha apa yang akan di lakukan.
Lutfhi dengan wajah yang begitu sombong, mengatakan jika dirinya juga bukan sosok yang baik dalam berbisnis. Namun Lutfhi adalah sosok yang sangat jenius dalam hal bisnis. Tak heran, jika Lutfhi memiliki sebuah usaha yang begitu banyak. Membawa seorang Lutfhi menunju tangga kekayaan yang sebenarnya.
__ADS_1
Anton makin penasaran dengan sosok Lutfhi itu. Dia pun semakin menggali informasi akan Lutfhi. Mengingat background Lutfhi yang sama sekali bukan dari pengusaha, namun Lutfhi bisa menjadi salah satu pengusaha yang kaya di kampungnya saat ini. Itu merupakan hal yang sulit di cerna oleh otak manusia.
Bukannya memberikan saran yang di butuhkan oleh seorang Anton. Lutfhi justru malah menyombongkan harta kekayaan yang di miliki oleh dirinya kini. Dia mengatakan jika kekayaan yang di dapat oleh Lutfhi adalah kekayaan yang begitu di inginkan oleh banyak orang. Hingga banyak orang yang iri dengan Lutfhi. Dia juga kembali menyinggung persoalan Firman yang melakukan sebuah pesugihan dengan sosok Kuntilanak. Lutfhi mengatakan, jika dirinya mendapat semua kekayaannya saat ini. Merupakan hasil dari kerja keras serta etos kerja Lutfhi yang baik. Itu yang membuat Lutfhi bangga dengan kekayaan yang di dapat oleh dirinya kini.
Rasa sombong serta tinggi hati yang di tunjukkan oleh seorang Lutfhi adalah bagian yang terlepaskan dari sosok Genderuwo yang sudah memasuki jiwa seorang Lutfhi. Ini menjadi hal yang tentunya sangat tidak baik, di mana Lutfhi menyombongkan diri seperti dirinya sudah berada di atas segalanya. Dia tak tahu, jika langit sendiri ada 7 lapisan. Hingga Lutfhi seharusnya bisa jauh lebih rendah hati lagi. Bukan malah terus berupaya menyombongkan diri dengan apa yang di miliki oleh dirinya saat ini.
Obrolan yang panjang itu perlahan membuat seorang Lutfhi mulai ingin kencing. Dia pun sudah tidak tahan untuk menahan rasa ingin kencingnya tersebut. Apalagi cuaca dingin di hari ini, membuat Lutfhi harus pergi bolak-balik ke kamar mandi. Lutfhi pun berpamitan pada seorang Anton untuk mendatangi toilet umum yang tak jauh dari bank tempat Lutfhi menyetor uang.
__ADS_1
Lutfhi yang tidak tahu jika tumpahan air bercampur darah itu dari Genderuwo miliknya. Sempat marah dengan apa yang terjadi. Dia memaki seseorang yang telah membuat dirinya basah kuyup.
Sampai Lutfhi sadar akan kedatangan dari Genderuwo miliknya saat air kran yang tiba-tiba menyala. Ini benar-benar di luar dugaan seorang Lutfhi. Dia tidak menyangka Genderuwonya itu akan datang di toilet umum. Sehingga Lutfhi hanya bisa terdiam saat Genderuwo itu menampakkan diri di hadapan seorang Lutfhi.
Genderuwo itu menatap wajah seorang Lutfhi dengan begitu tajamnya. Dia terlihat begitu marah pada seorang Lutfhi. Mungkin ini adalah peringatan terakhir dari Genderuwo itu pada seorang Lutfhi. Perlahan Genderuwo itu mulai mendekat ke arah Lutfhi yang semakin ketakutan dengan amukan dari Genderuwo miliknya sendiri.
Lutfhi yang sudah terdesak, tidak dapat kabur dari toilet tersebut. Genderuwo itu pun langsung mencekik leher Lutfhi dengan begitu kuatnya. Dia mengingatkan Lutfhi, jika tidak segera mendatangkan tumbal yang di minta oleh Genderuwo itu. Lutfhi harus siap-siap kehilangan salah satu anaknya.
__ADS_1
Tentu Lutfhi tidak ingin itu terjadi pada anaknya. Dia pun mengatakan jika dia siap menyiapkan tumbal yang akan di persembahkan pada Genderuwo itu. Bahkan Lutfhi memberikan tengak waktu seminggu pada Genderuwo itu. Dia mengatakan jika dia siap mempersembahkan seorang tumbal yang akan di berikan pada Genderuwo itu secepatnya. Mungkin waktu seminggu tidak terlalu lama, waktu yang singkat untuk Lutfhi persembahkan pada sosok Genderuwo itu.
Genderuwo itu siap menunggu waktu seminggu yang Lutfhi janjikan. Jika Lutfhi berbohong, bukan tidak mungkin Lutfhi akan menanggung akibat dari apa yang di lakukan oleh dirinya. Salah seorang anaknya akan menjadi tumbal dari Genderuwo tersebut.