
Beberapa keluarga masih cukup percaya dengan sebuah sesajen. Sehingga ketika memasuki bulan baru, mereka pun mulai mengeluarkan sesajen di depan rumah mereka.
Tak hanya tetangga di rumah Lukas saja yang melakukan hal tersebut. Tapi keluarga Lukas sendiri melakukan hal tersebut sebagai sebuah tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun. Keluarga Lukas hanya menjalankan apa yang ada saja. Walaupun sebenarnya yang menjalankan tradisi tersebut hanyalah ibu Lukas seorang. Sementara ayah Lukas yang di kenal agamais, menolak melakukan tradisi yang menurutnya musyrik tersebut.
Melihat ibunya sudah menata beberapa kue dan makanan ringan lainnya di atas sebuah nampan. Lukas langsung meminta ibunya untuk tidak melakukan tradisi yang dalam pandangan Lukas itu adalah sebuah kemusyrikan. Lukas pun langsung menaruh kembali setiap kue yang telah di bungkus rapi ke atas meja makan.
Ibu Lukas sempat marah dengan tindakan Lukas. Namun saat Lukas mulai menjabarkan kemusyrikan yang telah di lakukan oleh ibunya tersebut. Ima yang merupakan ibu Lukas, akhirnya menuruti perintah dari anaknya itu. Ima pun mengurungkan niatnya untuk memberikan sajen pada roh leluhur.
Tetangga di samping rumah Lukas lebih parah lagi. Dia membuat sebuah sajen yang begitu banyak. Sajen pun di letakkan di dekat sebuah pohon besar yang menurutnya pohon itu membawa keselamatan bagi keluarga besarnya. Tentu hal itu langsung di bantah oleh seorang Lukas. Sebab yang memberikan keselamatan hanyalah Allah sebagai Tuhan alam semesta. Bukan benda mati maupun hidup yang di ciptakan oleh Allah itu sendiri. Lukas pun melakukan edukasi pada setiap orang yang ada di kampungnya.
__ADS_1
Tak terima dengan ucapan dari Lukas, tetangga Lukas yang merupakan seorang tukang bengkel. Mencoba memukul Lukas dengan sebuah kunci besar yang biasa di gunakan untuk membenarkan motor. Lukas tidak mengelak sama sekali, cukup dengan sebuah kalimat doa saja. Lukas berhasil menghalau tindakan kasar dari tetangganya tersebut. Lukas pun meminta tetangganya itu untuk segera bertobat pada Allah SWT. Sebab dia begitu percaya dengan pohon besar yang tidak memiliki kekuatan apapun itu.
Tetangganya itu akhirnya sadar dengan ucapan dari seorang Lukas. Pria berusia 37 tahun bernama Suroso itu akhirnya meminta maaf pada seorang Lukas. Dia menyesali perbuatannya yang menurutnya sangat tidak baik di lakukan pada seorang Lukas. Suroso pun meminta Lukas untuk membimbing dirinya ke jalan yang benar kembali. Bersama dengan istri dan dua orang anaknya yang masih kecil. Suroso pun memakan beberapa makanan yang di jadikan sajen untuk pohon besar tersebut. Di banding harus di jadikan sajen pada mahluk tak kasat mata, mending makanan itu di makan oleh Suroso berserta keluarga kecilnya.
Tak hanya ibu dan tetangga dekat rumahnya saja yang melakukan praktek sajen di bulan baru tersebut. Namun juga beberapa rumah melakukan hal yang sama. Ini cukup miris, sebab status tetangga Lukas sendiri kebanyakan beragama islam. Tapi mereka justru melakukan praktek sajen yang di larang dalam ajaran islam itu sendiri. Sehingga banyak ajaran islam sendiri yang tidak berjalan dengan baik di kampungnya. Ini menjadi kesempatan emas untuk Lukas dalam menyebarkan agama islam pada setiap penduduk kampung yang mulai banyak melakukan kemusyrikan.
Sama seperti yang di lakukan oleh Suroso. Pak RT juga menggantung sebuah nampan yang berisi makanan. Tak hanya kue saja yang di jadikan sajen oleh pak RT. Ada banyak juga makanan berat seorang nasi dan ayam bakar yang di letakkan oleh pak RT di depan pohon rumah.
Lukas pun langsung menegur pak RT untuk tidak melakukan tindakan musyrik itu. Bagi Lukas seharusnya pak RT menjadi contoh baik untuk setiap warga. Sehingga mereka tidak lagi melakukan praktek sajen yang tidak perlu. Apalagi sajen di maksudkan untuk mendapatkan sebuah keselamatan. Itu hal yang tidak akan pernah di dapat setiap warga dari sajen yang mereka berikan.
__ADS_1
Ucapan Lukas yang mengatakan pak RT musyrik, tentu menyulut emosi dari seorang pak RT. Sontak Lukas pun di usir oleh pak RT untuk meninggalkan kampung. Sebab Lukas di anggap sebagai orang yang terlalu ikut campur dalam urusan setiap warga yang ada.
Lukas tidak gentar dengan ucapan dari seorang pak RT. Ini adalah kampung tempat Lukas lahir, sehingga tidak mungkin Lukas akan meninggalkan kampung tempatnya tinggal. Lukas hanya ingin mengingatkan setiap warga untuk tidak melakukan sajen di setiap awal bulan. Sebab apa yang di lakukan oleh para warga adalah tindakan yang salah. Tindakan yang seharusnya tidak di lakukan oleh mereka.
Pak RT tidak perduli, terpenting Lukas harus segera pergi dari kampung. Lukas di anggap sebagai orang yang tidak bermoral. Sebab Lukas telah mengatakan sebuah kesesatan bagi para warga. Itu yang membuat pak RT meminta Lukas untuk pergi.
Pak RT akhirnya tidak dapat berkutik lagi, saat pak ustadz dengan sorban berwarna putihnya datang menghampiri Lukas dan pak RT. Dia pun meminta pak RT untuk tidak arogan. Sebab seharusnya pak RT memberikan contoh yang baik, bukan malah keras kepala seperti itu.
Bertemu dengan pak ustadz, tentu membuat pak RT tidak mampu berkata lagi. Ilmu agama pak Ustadz yang begitu tinggi. Tentu menjadi sebuah
__ADS_1