Jimat Warisan

Jimat Warisan
Pertemuan Lukas Dengan Nur


__ADS_3

Sepulang dari rumah pak RT, Lukas langsung bergegas menuju rumah pak ustadz. Dia ingin mengobrol perihal pembangunan sekolah yang tangah berlangsung tersebut. Lukas berharap akan ada doa-doa baik yang di ucapkan oleh pak ustadz akan kesuksesan dari sekolah yang hendak di bangun oleh Lukas.


Tak terlalu jauh dari rumah pak RT, Lukas berjalan menuju rumah pak ustadz. Dia kembali menikmati perjalanan menuju rumah pak ustadz. Walaupun tak sejauh dari rumahnya menuju rumah pak RT, tapi perjalanan itu tetap Lukas manfaatkan untuk menyapa setiap orang yang dia temui. Sehingga Lukas bisa lebih akrab lagi dengan setiap warga di kampungnya.


Lukas ingat satu pesan dari guru ngajinya akan silaturahmi yang harus selalu Lukas lakukan. Dengan begitu, Lukas telah menjalankan pesan dari guru ngajinya tersebut. Pesan baik yang membuat Lukas bisa lebih akrab lagi dengan setiap penduduk kampung.


Sama seperti ketika tiba di rumah pak RT. Lukas kembali mengucapkan salam terlebih dahulu. Namun salam dari Lukas itu tidak ada yang menyauti, hingga Lukas kembali mengucapkan salam. Tapi lagi-lagi tidak ada orang yang menjawab salam dari Lukas. Hingga Lukas kembali mencoba mengucapkan salam untuk memanggil pak ustadz.


Akhirnya Lukas menyerah, dia mengira pak ustadz tidak ada di rumah. Sehingga Lukas pun berinisiatif untuk kembali pergi dari rumah pak ustadz tersebut.


Namun saat Lukas akan keluar dari halaman rumah pak ustadz, Lukas bertemu dengan sosok perempuan seusia dia yang begitu cantik. Perempuan itu tak lain adalah Nur, anak kedua dari pak ustadz itu merupakan teman semasa kecil dari Lukas.

__ADS_1


"Kamu nyari siapa?' tanya Nur dengan tatapan mata yang tak berani menatap Lukas.


"Aku cari pak ustadz, tapi sepertinya dia tidak ada di rumah. Mungkin aku akan kesini lain kali aja." jawab Lukas.


"Abi tadi pergi undangan sama Umi. Mungkin mereka akan pulang tak lama lagi." ucap Nur tetap dengan sikapnya.


"Kamu anaknya pak Ustadz?" tanya Lukas penasaran.


"Kamu pasti Nur, aku Lukas Nur. Teman masa kecil kamu." ucap Lukas dengan antusias.


Nur yang sedari tadi tidak mau untuk menatap wajah Lukas. Akhirnya memberanikan diri untuk menatap wajah teman masa kecilnya tersebut. Dia pun akhirnya mengenali wajah Lukas. Benar dia adalah Lukas, teman masa kecil Nur. Lukas dan Nur sejak kecil sering bermain bersama. Hingga Lukas begitu antusias bertemu dengan Nur.

__ADS_1


Akhirnya Nur pun mengajak Lukas untuk mengobrol di teras rumahnya. Menunggu kepulangan dari pak ustadz yang mungkin tidak lama lagi akan pulang ke rumah. Lukas yang kangen dengan teman masa kecilnya itu, akhirnya menerima tawaran dari Nur. Mungkin ini tidak akan buruk bagi Lukas. Sebab Lukas dan Nur akan mengobrol di teras rumah. Sehingga tidak akan ada fitnah yang menyasar pada Lukas dan Nur.


Nur pun menawarkan minum pada Lukas. Dia meminta segelas air putih pada Nur, hanya segelas air putih yang bisa membuat rasa haus yang ada di tenggorokan seorang Lukas pergi dengan segera. Lukas begitu bahagia bisa kembali bertemu dengan Nur.


Tak berselang lama, Nur datang dengan segelas air putih serta beberapa toples makanan ringan. Nur berharap Lukas akan menyukai apa yang di sajikan oleh dirinya pada seorang Lukas. Sehingga Lukas akan merasa senang dengan apa yang telah di berikan oleh Nur pada dirinya.


Nur duduk di samping kanan Lukas, di tengah-tengah mereka sebuah meja berukuran setengah meter berada. Meja yang memisahkan keduanya.


Lukas pun mulai menceritakan kisah hidupnya yang lebih banyak di habiskan di pesantren. Begitu juga dengan Nur yang juga banyak menghabiskan waktu untuk menuntut ilmu di pesantren. Sehingga Nur tidak memiliki waktu untuk urusan duniawi. Bahkan untuk urusan jodoh pun, Nur tidak begitu mementingkannya.


Nur terlihat begitu bahagia bisa kembali bertemu dengan Lukas. Mengobrol banyak hal, apalagi menceritakan bagaimana pertemanan yang terjadi di antara mereka berdua. Keduanya begitu bahagia bisa berteman dengan begitu baiknya.

__ADS_1


Di tengah-tengah obrolan asyik yang di lakukan oleh Lukas dengan Nur, dari kejauhan seorang Tini melihat hal lain. Tini mengira Lukas dan Nur sedang berpacaran di rumah pak ustadz. Hingga Tini memotret kedekatan dari Nur dengan Lukas melalui handphone pintar miliknya. Tini pun siap membuat berita heboh tentang Nur dan Lukas. Tentu berita yang akan menggemparkan satu kampung.


__ADS_2