
Dengan pakaian yang super modis, Baim mendatangi Lutfhi dengan motor baru. Motor itu langsung Baim parkir di halaman rumah Lutfhi yang begitu luas. Baim terlihat gagah dengan sebuah jaket kulit serta topi berwarna coklat. Dia turun dari motornya dengan perasaan penuh bangga. Mungkin motor baru yang di milikinya yang membuat seorang Baim terlihat begitu bangga.
Seorang pegawai baru di rumah Tini menyambut kedatangan Baim dengan begitu ramahnya. Dia membawa Baim ke ruang tamu, tempat di mana Baim bisa bertemu dengan Lutfhi. Baim dengan wajah yang penuh senyuman, berjalan masuk ke dalam rumah Lutfhi yang luas tersebut.
Tatapannya begitu penuh keyakinan. Cara jalan seorang Baim juga begitu berbeda, mungkin Baim yang sekarang sudah menjadi seorang mandor. Memiliki kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Apalagi Baim sebelumnya sudah lama menganggur. Sehingga ada rasa tersendiri saat dia di tugaskan sebagai seorang mandor. Rasa bangga dan beruntung bisa kembali menjabat sebagai seorang mandor di sebuah proyek.
__ADS_1
Baim meminta segelas teh hangat. Dia juga meminta pada pembantu Lutfhi itu untuk di bawakan beberapa toples makanan ringan. Mungkin itu akan membuat Baim di pagi ini bisa lebih baik lagi. Sehingga Baim bisa semakin nyaman saat mengobrol dengan Lutfhi nantinya.
Tak lama, Lutfhi yang di tunggu oleh Baim akhirnya datang menemui dirinya. Lutfhi terlihat masih mengantuk, semalam dia bergadang untuk menonton pertandingan sepakbola di televisi. Sehingga dia pun tertidur dengan begitu pulasnya.
Lutfhi langsung menyapa Baim yang sudah tidak sabar untuk mengobrol dengan Lutfhi. Baim begitu antusias saat Lutfhi duduk di samping dirinya. Bahkan Baim langsung menyanjung Lutfhi dengan kalimat yang sedikit di lebih-lebihkan tersebut.
__ADS_1
"Aku pikir kamu harus mengatakan apa yang ingin kamu katakan saja. Tidak harus berbelit-belit seperti itu. Aku tahu maksud kamu." ucap Lutfhi dengan wajah kesalnya.
Baim tersenyum mendengar ucapan dari seorang Lutfhi. Dia sadar betul, Lutfhi kurang suka dengan pujian yang di sampaikan oleh dirinya. Oleh sebab itu Lutfhi begitu kurang menyambut baik dengan pujian yang di sampaikan oleh seorang Baim. Sehingga Baim harus bisa menggunakan cara lain agar Lutfhi bisa sedikit melunak.
Namun Lutfhi memang di kenal memiliki karakter yang sedikit dingin. Dia orang cerdas, sehingga dia sudah paham dengan tipikal orang yang seperti Baim. Dia pun meminta Baim segera mengutarakan maksud kedatangan dari dirinya ke rumah Lutfhi. Lutfhi sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang hendak di katakan oleh seorang Baim pada dirinya. Apakah hal penting, atau justru sebaliknya.
__ADS_1
Baim akhirnya mengatakan maksud kedatangan dari dirinya. Dia ternyata ingin kembali meminta uang pada Lutfhi. Baim merasa ada beberapa bahan material yang harus dia beli. Sehingga Baim kembali meminta uang pada seorang Lutfhi.
Lutfhi terkejut dengan apa yang di utarakan oleh Baim. Menurutnya, uang yang di berikan oleh Baim pada seorang Lutfhi sudah jauh lebih cukup. Sehingga Lutfhi tidak harus memberikan Baim uang kembali. Itu jauh di luar ekpektasi seorang Lutfhi.