Jimat Warisan

Jimat Warisan
Teror Di Perjalanan


__ADS_3

Kamis adalah hari di mana sebuah ritual mingguan harus di lakukan oleh Lutfhi dan Tini. Mereka harus menyiapkan semuanya dengan baik, bahkan harus bisa melakukan ritual sebaik mungkin. Sehingga mereka tidak akan di teror oleh Genderuwo mereka sendiri.


Namun kebahagiaan akan kematian dari Baim, telah membuat mereka berdua lupa akan ritual tersebut. Hingga keduanya tidak melakukan ritual yang seharusnya di lakukan di hari ini. Tini dan Lutfhi yang larut dalam kebahagiaan kecil akan kematian dari Baim, benar-benar lupa akan hari kamis ini. Sehingga mereka berdua siap menerima konsekuensi yang mungkin akan mereka dapatkan atas kecerobohan dari keduanya.


Di perjalanan menuju vila, sebuah insiden terjadi pada Tini. Di mana mobil yang di tumpangi oleh mereka, secara tiba-tiba mogok di tengah jalan yang memiliki penerangan yang buruk. Di samping jalan hanya ada rimbunnya pohon bambu yang besar. Begitu juga dengan ilalang yang memenuhi samping jalan tersebut.


Kedua anak Lutfhi dan Tini begitu ketakutan dengan kondisi jalan yang ada. Di tambah suara gemuruh pohon bambu yang terdengar begitu mengganggu, semakin membuat mereka ketakutan. Ada juga suara burung gagak yang berbunyi dengan begitu nyaringnya. Hingga suasana benar-benar terasa mencekam saat itu juga.


Lutfhi meminta semuanya tidak turun dari mobil. Dia ingin mengecek apa yang terjadi pada mobilnya tersebut. Hingga mobilnya tersebut bisa mogok di pertengahan jalan.


Lutfhi membuka cap mobilnya, melihat apa yang terjadi di dalam cap mobilnya tersebut. Namun saat Lutfhi membuka cap mobil tersebut, dia melihat ada sosok hitam yang bersemayam di dalam cap mobilnya tersebut. Sontak Lutfhi langsung terkejut dengan keberadaan dari sosok hitam yang sepertinya itu adalah sosok Genderuwo miliknya sendiri.


Lutfhi segera menutup cap mobilnya kembali dengan membantingnya sekeras mungkin. Sehingga suaranya terdengar ke dalam mobil. Tini yang mendengar suara cap mobil yang di banting oleh Lutfhi. Langsung keluar dari dalam mobil. Dia khawatir akan kondisi dari suaminya tersebut. Hingga dia langsung keluar dari dalam mobil untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada Lutfhi.

__ADS_1


"Kenapa kamu membanting dengan keras cap mobilnya?" tanya Tini dengan wajah panik.


"Sepertinya sesuatu hal buruk akan terjadi pada kita." jawab Lutfhi dengan wajah penuh ketakutan.


"Maksud kamu apa?" tanya Tini kembali.


Tini akhirnya ingat dengan hari ini. Hari Kamis keramat dalam perjanjian yang telah di buat oleh mereka dengan Genderuwo peliharaan mereka sendiri. Tini pun langsung ketakutan saat dia menyadari, belum melakukan ritual yang seharusnya di lakukan oleh Lutfhi.


Lutfhi dan Tini langsung melihat apa yang terjadi pada kedua anak mereka. Tini dan Lutfhi tidak ingin hal buruk terjadi pada keduanya. Hingga keduanya langsung menolong kedua anaknya yang memang butuh pertolongan dari keduanya.


Begitu masuk, Tini dan Lutfhi langsung terkejut dengan kondisi anaknya yang sudah tidak sadarkan diri. Mereka berdua langsung menangis melihat kondisi kedua anaknya yang begitu tak berdaya di atas kursi pengemudi. Apalagi Lutfhi yang begitu menyayangi kedua anaknya, dia tak henti meneteskan air mata melihat kedua anaknya yang tak sadarkan diri.


Lutfhi bisa sedikit tenang, saat mengecek nadi dari kedua anaknya. Masih ada denyut nadi dari keduanya. Sehingga keduanya dapat di pastikan masih bernyawa seperti sediakala.

__ADS_1


Begitu juga dengan Tini yang merasa khawatir akan kondisi kedua anaknya. Dia tak bisa membayangkan suatu hal buruk yang mungkin terjadi pada kedua anaknya tersebut. Untung keduanya tidak mengalami hal buruk yang sempat terpikir di dalam benaknya.


Tini dan Lutfhi kembali memohon pada Genderuwo untuk memaafkan kekhilafan yang terjadi pada mereka berdua. Mereka benar-benar tidak ingat, jika haru ini adalah hari kamis. Sehingga mereka lupa untuk melakukan sebuah ritual yang seharusnya di lakukan oleh keduanya di malam jumat ini.


Genderuwo itu nampak maran pada Lutfhi. Dia mencekik leher Lutfhi dengan begitu kuatnya. Matanya menatap Lutfhi dengan penuh kemarahan. Sudah berapa kali Lutfhi lupa untuk melakukan ritual yang seharusnya di lakukan pada dirinya. Lutfhi seolah tidak berkomitmen dalam pesugihan ini. Sehingga dia kerap luka dengan berbagai ritual yang seharusnya memang di lakukan oleh Lutfhi.


Melihat Lutfhi yang sudah hampir kehabisan napas dengan cekikan yang di lakukan oleh Genderuwo tersebut. Tini pun meminta Genderuwo itu untuk menghentikan aksinya. Dia berjanji akan segera melakukan ritual tersebut di hari ini juga. Mereka akan kembali ke rumah dengan segera. Sehingga mereka akan melakukan ritual pesugihan itu dengan seger.


Memegang ucapan dari Tini, Genderuwo itu melepaskan tangannya dari leher Lutfhi. Dia menatap Tini dengan tatapan penuh amarah. Jika Tini dan Lutfhi tidak segera melakukan ritual yang seharusnya di lakukan. Bukan tidak mungkin, Genderuwo itu akan membuat Lutfhi mati di tangannya sendiri.


Tini berjanji tidak akan berbohong pada Genderuwo itu. Tini dan Lutfhi siap melakukan ritual yang seharusnya mereka lakukan di malam ini. Lutfhi dan Tini siap melakukan itu dengan secepat mungkin. Namun Tini meminta pada Genderuwo itu untuk membiarkan mobilnya kembali hidup. Sehingga mereka akan segera tiba di rumah dengan begitu cepatnya.


Permintaan dari Tini langsung di kabulkan oleh Genderuwo itu. Mobil itu pun langsung kembali hidup dengan segera. Lutfhi yang sudah tidak bisa menyetir mobil, membuat Tini akhirnya harus membawa mobil itu menuju rumah. Dengan kecepatan tinggi, Tini membawa mobil itu menuju rumahnya. Sehingga mereka akan segera melakukan ritual yang seharusnya di lakukan oleh keduanya. Mereka tak sabar untuk melakukan ritual pesugihan yang memang setiap malam jumat di lakukan oleh keduanya.

__ADS_1


__ADS_2