Jimat Warisan

Jimat Warisan
Serangan Pada Sandra


__ADS_3

Baru mengenakan beberapa menit pakaian yang di berikan oleh Tini. Tiba-tiba tubuh Sandra terasa panas. Bukan hanya gerah saja, tapi dia merasakan sesuatu yang terbakar saat mengenakan pakaian yang di berikan oleh Tini tersebut.


Sandra yang sudah tidak tahan dengan rasa panas yang menyerang tubuhnya. Seketika meminta tolong pada Ima. Dia ingin Ima melepaskan baju itu dari tubuhnya. Sebab Sandra sudah tidak bisa melepaskan sendiri baju itu dari tubuhnya.


Ima yang panik mendengar tangisan dari seorang Sandra, langsung datang ke kamar Sandra. Dia terkejut saat melihat Sandra yang begitu kepanasan di atas kasurnya. Sandra benar-benar tidak berdaya di atas kasurnya. Hingga Ima bingung harus melakukan apa saat ini. Solusi lainnya tentu Ima memanggil Darwis, mungkin dengan memanggil Darwis Ima akan mendapatkan solusi atas persoalan yang tengah di hadapi oleh Sandra.


Darwis yang sedang membersihkan rumput di halaman rumahnya. Seketika menghampiri Ima yang berteriak memanggil namanya. Darwis pun menghampiri Ima yang ada di kamar Sandra.


Darwis terkejut saat melihat kondisi Sandra yang terlihat seperti terbakar. Sandra juga tidak dapat berdiri dengan baik. Hawa panas juga mulai tercipta di ruang kamar Sandra. Hawa yang membuat semua orang merasakan perasaan yang kurang nyaman.


Tentu Sandra yang di landa rasa panas itu, terus berteriak meminta tolong pada Ima dan Darwis. Dia berharap Ima dan Darwis akan melepaskan baju yang di pakai oleh dirinya. Baju itu yang membuat Sandra kepanasan. Sehingga dia berharap Darwis dan Ima akan melepaskan baju itu dari tubuhnya.


Baim Ima dan Sandra sama-sama tidak bisa melepaskan baju itu. Ada rasa panas yang timbul secara tiba-tiba dari baju itu. Panas dari baju itu jauh mengalahkan panasnya besi yang di bakar oleh api. Itu yang buat Darwis dan Ima tidak mampu melepaskan baju itu dari tubuh Sandra.


Sandra sendiri semakin tidak nyaman dengan rasa panas yang membakar tubuhnya. Dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa panas yang membakar itu. Hingga Sandra berharap Ima dan Darwis akan segera menemukan solusi atas persoalan yang tengah di hadapinya.

__ADS_1


Kondisi saat itu semakin di perparah dengan Tika yang menangis hebat. Dia menangis setelah mendapat tindak kekerasan dari Tini. Tentu tangis dari Tika semakin membuat kondisi semakin runyam. Apalagi Tika menangis cukup keras dengan kondisi yang ada saat ini.


Darwis dan Ima pun semakin pusing dengan kondisi dua anak angkatnya. Mungkin Lukas bisa membantu menyelesaikan semuanya. Lukas adalah orang yang bijak serta memiliki sedikit ilmu dalam mengatasi masalah mahluk ghaib. Sehingga Lukas orang yang saat ini di butuhkan oleh Darwis dan Ima dalam menolong Sandra.


Darwis segera menelpon Lukas untuk pulang ke rumah. Apalagi Sandra yang sudah berteriak dengan begitu kerasnya, cukup menganggu. Untuk sedikit meredakan rasa sakit yang semakin ada di tubuh Sandra. Sebuah lantunan shalawat di bacakan oleh Ima dengan begitu merdunya. Mungkin dengan shalawat itu. Sandra akan sedikit tenang. Ini harus di lakukan oleh Ima untuk kebaikan dari Sandra itu sendiri.


Ima semakin panis saat tiba-tiba tubuh Sandra di penuhi dengan bercak merah. Rasa panas itu benar-benar membuat kulit Sandra terkelupas. Ini tentu menyakitkan untuk Sandra, sehingga Ima berharap Lukas akan segera datang untuk menolong Sandra saat ini.


Tak hanya bercak merah saja, namun tiba-tiba sosok Genderuwo Lutfhi yang hendak memangsa Sandra. Datang dengan aroma bau yang begitu menyengat. Semua orang yang ada di ruangan itu seketika mual dengan aroma bau yang di timbulkan oleh Genderuwo itu. Mereka sudah tidak tahan dengan aroma bau busuk yang ada di tubuh Genderuwo tersebut.


Ima dan Darwis juga sudah tidak kuat dengan aroma yang di timbulkan oleh Genderuwo. Mereka begitu mual dengan aroma yang ada. Hingga keduanya hampir muntah dengan aroma yang ada. Mereka benar-benar tidak kuat dengan aroma tersebut.


Darwis dan Ima pun berusaha menghentikan aksi dari Genderuwo yang berusaha mendekati Sandra yang terbaring di atas kasur. Mereka tidak ingin Genderuwo itu melakukan tindakan yang tentunya akan membahayakan Tika. Namun keduanya tidak bisa melakukan apapun, selain meminta Genderuwo itu untuk tidak menyentuh tubuh Sandra. Genderuwo itu tidak ingin Sandra di sakiti oleh Genderuwo tersebut.


Namun Genderuwo itu tetap tidak bisa melepaskan serangannya pada Sandra. Dia yang sudah di janjikan oleh Tini untuk menjadi tumbal dari Tini dan Lutfhi. Harus menjadi tumbal yang akan membuat Genderuwo itu puas. Sandra harus menjadi tumbal berikutnya. Ini akan jadi hari yang buruk untuk Sandra, sebab Sandra akan menjadi tumbal bagi Genderuwo.

__ADS_1


Ketika Sandra sudah pasrah akan menjadi santapan dari Genderuwo tersebut. Di saat yang bersamaan, Lukas datang untuk menolong Sandra. Lukas langsung melempar tasbih yang selalu di gunakan untuk berdzikir. Seketika Genderuwo itu merasakan perasaan yang kurang nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Lukas. Dia pun tidak berdaya saat Lukas melempar tasbih itu ke tubuhnya.


"Jangan pernah ganggu Sandra!" tegas Lukas.


"Aku tidak pernah ganggu dia. Aku hanya ingin mengambil dia sebagai tumbal yang telah di janjikan oleh seseorang padaku." ucap Genderuwo itu.


"Siapa yang menjadikan dia tumbal?" tanya Lukas dengan tegas.


"Hahaha... Kalian pasti tahu sendiri orang yang melakukan itu. Tini dan Lutfhi adalah tuanku. Dia menumbalkan anak itu untukku." jawab Genderuwo dengan wajah tegasnya.


Tentu semua orang terkejut saat Genderuwo itu mengatakan jika Tini dan Luthfi melakukan pesugihan dengan Genderuwo tersebut. Ini menjadi kabar yang buruk untuk semuanya. Sebab selama ini Tini dan Lutfhi kerap menuduh Firman melakukan pesugihan. Padahal mereka berdua juga melakukan pesugihan yang sama dengan dirinya.


Ima tidak henti menangis dengan apa yang dia dengar. Ini seperti bencana dalam keluarganya, dua adiknya melakukan pesugihan dengan mahluk ghaib. Padahal Ima sudah di amanatkan oleh kedua orangtuanya untuk menjaga adik-adiknya. Tapi Ima gagal dalam menjalan tugas yang telah di berikan oleh kedua orangtuanya tersebut. Ima gagal dalam mencegah Lutfia Tini dan Firman untuk tidak melakukan pesugihan. Ini menjadi kabar yang paling menyakitkan bagi Ima. Hingga tangisan menjadi sebuah penyesalan dalam hidup Ima saat ini.


Perlahan Ima pingsan dengan kabar tersebut. Mungkin ini kabar yang membuat dirinya tidak berdaya. Hingga Ima pun jatuh pingsan. Untungnya Darwis begitu sigap dalam menangkap Ima, hingga dia berhasil menangkap Ima yang jatuh pingsan.

__ADS_1


Darwis membawa Ima ke kamarnya. Sementara Lukas tentu masih harus menyelesaikan tugasnya dalam mengusir Genderuwo itu dalam dalam kamar Sandra. Lukas pun meminta Genderuwo itu untuk tidak menjadi budak dari Lutfhi dan Tini lagi. Dia tidak ingin akan banyak korban dari keluarganya menjadi korban dari keserakahan Tini dan Lutfhi.


Genderuwo itu tentu tidak menerima sepenuhnya permintaan dari Lukas. Dia tetap akan bersekutu dengan Tini dan Luthfi untuk terus memperkaya mereka berdua. Tentu untuk membuat keduanya semakin tersesat. Sehingga mereka berdua tidak akan pernah bertobat dengan dosa yang di buatnya. Mereka akan menjadi hamba Tuhan yang paling berkhianat. Itu yang akan di lakukan oleh Genderuwo tersebut.


__ADS_2