
Butuh modal yang lebih banyak lagi untuk membangun sekolah miliknya. Lukas pun berniat minta sumbangan pada setiap warga yang ada di kampungnya. Sebelum Lukas melakukan hal tersebut, dia tetap meminta izin pada pihak ketua RT serta tokoh agama yang ada di kampung tersebut.
Pertama-tama Lukas datang ke rumah pak RT. Dia terlihat begitu antusias untuk melakukan pembicaraan mengenai dana sumbangan yang akan Lukas pintai pada setiap warga yang ada di kampungnya. Dana itu mungkin akan sangat membantu bagi Lukas. Dana yang akan Lukas gunakan untuk membuat sekolah miliknya menjadi lebih baik lagi secara pengelolaan.
Lukas terlihat begitu antusias saat akan membicarakan hal tersebut dengan pak RT. Dengan penampilan layaknya seorang ustadz, Lukas mendatangi rumah pak RT yang berada di ujung jalan. Lukas berjalan kaki dari rumahnya menuju rumah pak RT. Dia terlihat begitu senang menuju rumah pak RT yang jaraknya begitu jauh dari rumahnya. Sehingga Lukas bisa dengan banyak warga selama di perjalanan menuju rumah pak RT tersebut.
Tiba di rumah pak RT, langsung langsung mengucapkan salam. Padahal ada bel yang terpasang di rumah pak RT. Tapi Lukas tetap memilih untuk mengucapkan salam, di banding harus menekan bel tersebut.
Tak berselang lama, pak RT yang bernam Samian itu keluar dari dalam rumahnya. Ciri khas dari pak RT Samian tentu baju berwarna ngejreng yang biasa di gunakan olehnya. Warna-warna terang itu menjadi ciri khas yang tak terpisahkan dari seorang RT Samian.
Lukas pun di sambut cukup baik oleh pak RT. Dia di persilakan untuk duduk di kursi yang ada di teras rumah pak RT. Pak RT juga langsung memanggil salah satu keponakannya untuk membuat minum untuk Lukas.
Keponakan pak RT yang bernama Rosmitha itu akhirnya datang menghampiri pamannya. Dia terlihat begitu anggun dengan pakaian gamis yang di kenakan. Hijab yang menutupi kepalanya juga terlihat begitu sedap di pandang mata, hingga Lukas yang baru pertama kali melihat seorang Rosmitha, langsung tertarik pada keponakan dari pak RT tersebut.
__ADS_1
"Ada apa paman?" tanya Rosmitha menundukkan tubuhnya.
"Ini Mit, Paman cuman minta kamu buatkan minum buat tamu Paman ini. Kamu lagi tidak tidak sibukan?" ucap pak RT.
"Tidak Paman. Tugas kuliah Mitha, sudah Mitha selesaikan. Jadi untuk saat ini, Mitha tidak sibuk sama sekali." jawab Rosmitha.
Sadar akan Lukas yang terus memperhatikan dirinya. Rosmitha pun terlihat malu-malu. Begitu juga dengan Lukas yang gagal menjaga pandangannya ketika melihat seorang Rosmitha yang begitu anggun. Dia pun seketika di buat salah tingkah dengan tatapan mata Rosmitha yang langsung mengarah pada dirinya tersebut.
"Maaf Paman, mau di buatkan minum apa?" tanya Rosmitha dengan wajah menunduk.
"Air putih saja Pak." jawab Lukas.
"Segelas air putih buat Lukas. Segelas lagi kopi buat Paman. Tolong buatin yah Mit."
__ADS_1
"Iya Paman."
Begitu Rosmitha telah pergi dari hadapannya. Pak RT mencoba menggoda Lukas dengan Rosmitha. Dia sengaja mencoba menjodohkan Lukas dengan seorang Rosmitha yang juga ternyata masih jomblo.
Wajah Lukas secara tiba-tiba memerah dengan apa yang di sampaikan oleh pak RT pada dirinya. Dia pun merasakan hal yang berbeda saat melihat seorang Rosmitha yang terlihat anggun. Tapi Lukas tidak berani mengatakan hal itu secara langsung. Apalagi alasan kekaguman dari seorang Lukas, hanya ada pada fisik semata. Itu sangat berbahaya.
Lukas pun akhirnya mengutamakan maksud dan tujuannya datang ke rumah pak RT. Maksud Lukas untuk meminta izin pada pak RT untuk meminta sumbangan pada setiap warga. Sebab dana sumbangan itu nantinya akan di gunakan oleh Lukas untuk pembangunan berbasis agama di kampung. Lukas berharap pak RT dapat memberikan izin pada Lukas untuk meminta sumbangan pada setiap warga. Lukas tidak mematok biaya sumbangan itu, setiap warga di bebaskan untuk memberikan berapa pun sumbangan pada Lukas. Tidak ada batas tertentu yang di bebankan oleh Lukas.
Pak RT pun mengizinkan pada Lukas untuk meminta sumbangan pada setiap warga. Tapi pesan pak RT hanya satu pada Lukas. Dia meminta Lukas untuk transparan dalam pengelolaan dana sumbangan nantinya. Pak RT khawatir akan terjadi hal yang tidak di inginkan, jika seandainya Lukas tidak transparan dalam pengelolaan dana tersebut. Itu tentu akan berbahaya bagi Lukas sendiri.
Ide Lukas yang begitu mulia untuk mendirikan sekolah agama di kampungnya. Langsung di dukung penuh oleh seorang Rosmitha. Dia begitu antusias untuk melihat sekolah berbasis agama pertama di kampungnya. Sehingga Rosmitha menawarkan diri untuk bisa bergabung bersama dengan Lukas dalam proses pembangunan sekolah tersebut.
Sontak Lukas semakin bahagia dengan bergabungnya Rosmitha dalam pembangunan sekolah tersebut. Lukas pun mempercayai semua pengelolaan dana sumbangan nantinya pada seorang Rosmitha. Sehingga Semuanya bisa jauh lebih transparan lagi. Semuanya akan menjadi lebih kredibel dan akusisi lagi.
__ADS_1
Lukas begitu bahagia Rosmitha bisa ikut dalam proyek yang tengah di bangun oleh Lukas tersebut. Dia semakin yakin, sekolah yang di bangun oleh seorang Lukas. Akan menjadi sekolah yang benar-benar bisa berubah kehidupan sosial yang ada di kampungnya. Kehidupan sosial masyarakat yang akan lebih religius lagi dengan apa yang ada. Tidak lagi bersifat pada duniawi semata.
Lukas berharap semuanya akan baik-baik saja, sesuai rencana awal. Hingga Lukas bisa membuat seluruh warga kampung menjadi lebih religius lagi. Mengingat selama ini warga kampung begitu jauh dari nilai-nilai agama yang seharusnya di tetapkan.