Jimat Warisan

Jimat Warisan
Luthfi Semakin Penasaran Dengan Keris Pelindung Keluarganya


__ADS_3

Belum basah kuburan seorang Parmin. Otak jahat Lutfhi sudah terpikir akan kondisi keris sakti yang saat ini berada di ibu mertuanya. Lutfhi semakin penasaran dengan kekuatan dari keris tersebut.


Kembali merayu Tini, Lutfhi berusaha mendapatkan keris itu dari tangan ibu mertuanya. Mengingat ibu mertuanya, di kenal sebagai orang yang menyayangi Tini. Hingga itu akan semakin mudah bagi Lutfhi dalam mendapatkan jimat sakti yang ada di keris tersebut.


Tini yang terbujuk dengan rayuan dari Lutfhi, akhirnya menerima permintaan dari Lutfhi tersebut. Begitu Tini menyetujui permintaan dari Lutfhi tersebut. Lutfhi langsung menciumi wajah Tini. Lutfhi terlihat begitu bahagia, sebab Tini mau untuk menuruti perintah dari dirinya. Sekalipun itu adalah perintah yang sebenarnya sulit di lakukan oleh Tini. Mengingat bukan perkara yang mudah bagi Tini untuk merayu ibunya dalam memberikan keris sakti tersebut pada Tini. Mengingat keris sakti itu memang di peruntukan bagi seseorang yang di warisi kepercayaan dari orang sebelumnya, seperti Darwis.

__ADS_1


Begitu Tini memiliki waktu senggang, dia langsung mendatangi kediaman ibunya. Tini terlihat begitu yakin bisa membuat ibunya luluh. Apalagi Tini sudah menyiapkan jurus yang akan membuat ibunya semakin luluh di buat oleh Tini.


Lutfhi menawarkan untuk mengantar Tini pergi ke rumah ibunya. Tapi Tini menolak untuk menerima tawaran dari Lutfhi. Dia merasa berangkat sendiri jauh lebih baik, sebab dengan begitu. Tini bisa tiba lebih awal di rumah ibunya.


Tiba di rumah ibunya, Tini langsung mengutarakan maksud kedatangan darinya. Tini meminta keris itu di wariskan kepada Lutfhi. Sebab bagi Tini, Lutfhi juga mampu untuk menjaga keris keluarga tersebut. Hingga Lutfhi berhak atas keris tersebut.

__ADS_1


Tini sempat adu mulut dengan kakak-kakaknya tersebut. Dia merasa apa yang di sampaikan oleh kakaknya tidak mendasar. Sehingga tidak ada alasan atas bagi Lutfhi untuk memiliki keris tersebut. Tini pun meminta kakak-kakaknya tersebut untuk legowo atas keris tersebut.


Sama seperti kakak-kakak Tini yang kurang setuju keris itu di berikan pada Lutfhi. Ibu Tini juga menolak memberikan keris itu pada Lutfhi. Sama alasannya, Lutfhi di anggap kurang cakap dalam mendapatkan keris sakti tersebut. Khawatir keris itu akan menjadi bahaya, jika berada di bawah kendali seorang Lutfhi.


Tini pulang dengan perasaan marah. Dia kecewa pada seluruh anggota keluarganya yang menolak memberikan keris itu pada dirinya. Apa yang salah dengan sosok suaminya, sehingga di anggap kurang cakap dalam memiliki keris tersebut.

__ADS_1


Emosi Tini semakin meluap, saat Lutfhi terus mengompori dirinya. Bagi Lutfhi, keluarga Tini itu meremehkan Lutfhi dengan alasan ekonomi. Lutfhi yang masih berada di bawah garis kemiskinan, tidak sekaya menantu ibunya yang lain. Hingga Lutfhi tidak di percayai oleh ibunya untuk menyimpan keris sakti tersebut. Ucapan dari Lutfhi itu semakin membuat Tini emosi, hingga Tini ingin menghabisi satu persatu keluarganya yang telah merendahkan Tini dengan alasan ekonomi yang di miliki. Itu tidak adil bagi Tini. Sebab ekonomi tidak bisa mengukur bagaimana kecakapan seseorang dalam di mengelola benda mistis seperti keris sakti peninggalan bapaknya tersebut.


Hasutan seorang Lutfhi benar-benar membuat Tini marah besar pada keluarganya sendiri. Dia tidak bisa lagi berpikir jernih. Hingga dalam pikirannya sekarang adalah, bagaimana Tini bisa mendapatkan keris sakti tersebut. Hingga Tini dan Lutfhi akan mendapatkan keuntungan dari keris sakti tersebut.


__ADS_2