Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lukas Mengobati Sandi


__ADS_3

Dengan kembali menumpang sebuah angkutan umum. Lukas membawa Sandi menuju rumah guru ngajinya. Kedatangan dari Lukas ke rumah guru ngajinya, tak lain untuk mengobati seorang Sandi yang kesurupan. Dia merasa harus segera mengobati Sandi yang sehari lalu mengamuk dengan begitu hebatnya di rumah.


Sandi terlihat masih kurang baik. Pikiran Sandi terlihat masih cukup kacau. Itu yang dapat di lihat oleh seorang Lukas saat berada di dalam mobil bersama dengan Sandi. Lukas sudah tidak sabar untuk mengobati Sandi yang masih di serang oleh aura negatif dari kuntilanak yang menyerangnya.


Untuk membuat pikiran dari Sandi tidak kosong. Lukas pun berusaha mengajak Sandi untuk sedikit berbincang. Itu hal yang penting, sebab dengan begitu Sandi pikiran Sandi tidak akan benar-benar kosong. Dia akan menemukan titik untuk dapat terus berpikir.


Namun Sandi masih cukup sulit di ajak ngobrol oleh seorang Lukas. Sandi hanya menjawab setiap pertanyaan Lukas dengan jawaban yang sederhana. Hanya iya dan tidak saja. Tidak ada jawaban lain yang Sandi berikan.

__ADS_1


Tiba di depan rumah guru ngajinya. Lukas langsung membawa Sandi masuk ke dalam rumah guru ngajinya tersebut. Namun kejadian kurang mengenakan harus di alami oleh Lukas. Sandi yang kurang enak badan, akhirnya muntah tepat di depan teras rumah guru ngajinya. Lukas yang berada di samping seorang Sandi. Langsung terkena muntahan dari seorang Sandi.


Tidak marah, Lukas justru langsung memberikan pertolongan pada seorang Sandi. Dia memijat leher Sandi. Sehingga dia bisa memberikan sedikit pertolongan yang maksimal untuk Sandi.


Lukas juga membawa seorang Sandi menuju kursi yang ada di depan teras rumah guru ngajinya. Guru ngaji Lukas pun datang saat melihat Sandi yang terus muntah.


"Innalilahi. Apa yang terjadi pada dia Lukas?" tanya guru ngajinya.

__ADS_1


Guru ngaji Lukas tersebut masuk ke dalam rumahnya. Dia hendak membawa minyak angin yang bisa di gunakan oleh Lukas untuk mengobati Sandi. Baru juga masuk, Sandi langsung kehilangan kontrol. Dia tiba-tiba berteriak dengan begitu kerasnya. Tak lama juga Sandi langsung memaki Lukas dan guru ngajinya dengan perkataan yang sangat kasar. Sandi benar-benar di luar kendali saat itu.


Lukas terlihat begitu panik dengan apa yang terjadi pada seorang Sandi. Dia merasa Sandi kembali kesurupan oleh kuntilanak yang selama ini meneror keluarga Firman. Hingga Lukas langsung meminta bantuan guru ngajinya untuk dapat mengobati seorang Sandi.


Guru ngajinya pun langsung turun tangan, dia dengan bermodalkan doa-doa yang baik. Langsung mencoba mengobati seorang Sandi. Perlahan doa yang di baca oleh guru ngaji Lukas mulai bereaksi. Kuntilanak yang bersemayam di tubuh seorang Sandi mulai tidak nyaman dengan bacaan doa yang di lantunkan oleh guru ngaji Lukas.


"Aku tidak tidak akan pernah berhenti untuk menganggu Firman dan keturunannya. Aku ingin Firman jadi salah satu tumbalku terlebih dahulu. Dia sudah mendapatkan semuanya, tapi tidak dengan aku yang tidak mendapatkan hal yang seharusnya di lakukan oleh Firman padaku." ujar Kuntilanak itu dengan menggunakan tubuh Sandi.

__ADS_1


"Segeralah bertobat. Sesungguhnya azab Allah sangatlah pedih." balas guru ngaji Lukas.


Dengan satu tarikan. Akhirnya kuntilanak itu enyah dari dalam tubuh seorang Sandi. Seketika Sandi pun langsung pingsan saat kuntilanak itu mulai enyah dari dalam tubuhnya. Rasanya lega bagi seorang Lukas melihat sudah tidak ada lagi Kuntilanak yang bersemayam di tubuh seorang Sandi. Lukas pun mengucapkan banyak terima kasih pada guru ngajinya tersebut.


__ADS_2