
Sudah hampir jadi 100 persen, Lukas pun siap membuka sekolah agama yang di dirikan olehnya untuk umum. Sekolah ini tentu nantinya akan Lukas gunakan untuk menjadi ladang pahala yang akan Lukas dapatkan. Dia ingin tempat ini akan di isi oleh anak-anak yang ingin menuntut ilmu agama lebih dalam lagi. Mengingat banyak anak yang tidak paham akan ilmu agama yang sebenarnya penting dalam hidup mereka.
Haji Sholeh sudah menyiapkan nama yang cocok untuk sekolah Lukas tersebut. Dia menyarankan Lukas menamakan sekolah miliknya itu adalah Nur Ilahi. Di mana ini adalah cahaya yang benar-benar langsung dari yang maha kuasa. Nama yang bagus untuk sekolah Lukas nantinya.
Nama yang di usulkan oleh haji Sholeh, di setujui oleh Darwis dan Ima. Mereka merasa nama tersebut cocok untuk Lukas gunakan sebagai nama sekolahnya tersebut.
__ADS_1
Lukas pun tanpa ragu menerima usulan nama yang di sampaikan oleh haji Sholeh. Apalagi haji Sholeh memiliki andil yang cukup besar dalam pembangunan sekolah tersebut. Sehingga tak etis bagi Lukas, apabila dia menolak untuk menerima ide yang di sampaikan oleh haji Sholeh.
Lukas pun siap menamakan sekolah itu dengan nama Nur Ilahi. Nama yang indah yang akan melekat di dalam sekolah yang Lukas bangun tersebut.
Haji Sholeh sudah menyiapkan beberapa nama guru yang selama ini mengajar di yayasan miliknya. Lukas hanya tinggal menyeleksi beberapa guru lagi yaah akan mengajar di sekolah. Sehingga Lukas tidak harus panik dalam urusan guru dan sebagainya.
__ADS_1
Haji Sholeh benar-benar memiliki peran yang cukup besar dalam proses pembangunan serta rencana yang akan di gaungkan oleh Lukas dalam sekolah miliknya tersebut. Hingga Lukas begitu terbantu dengan apa yang di lakukan oleh haji Sholeh. Lukas begitu menikmati apa yang di sampaikan oleh haji Sholeh.
Haji Sholeh sendiri mengaku kagum akan semangat dari Lukas yang begitu menggelora. Di tambah Lukas yang seorang anti kritik. Itu menjadi nilai tambah yang di sukai oleh haji Sholeh. Tidak ada sosok yang seperti Lukas yang bisa menerima setiap kritikan yang masuk pada dirinya. Biasanya mereka menolak untuk mendapatkan kritik. Sehingga mereka menjadi sombong dalam menetapkan suatu hal tertentu. Berbeda dengan Lukas yang tidak pernah diam dalam menerima setiap masukan yang di sampaikan oleh haji Sholeh. Sehingga Lukas dan haji Sholeh bisa bekerja sama dalam menentukan arah pembangunan dari sekolah milik Lukas tersebut.
Lukas sudah benar-benar tidak sabar untuk segera meresmikan sekolah miliknya tersebut. Dia berharap sekolah miliknya ini akan jadi cahaya yang membawa nilai-nilai kebaikan bagi seluruh penduduk kampung. Sehingga mereka bisa menuntut ilmu sebaik mungkin. Seperti yang Lukas dapatkan selama belajar agama di pesantren. Mereka pun akan mulai mengenal apa yang agama yang mereka yakini. Bukan sekedar menempelkan agama di kartu identitas semata. Sementara ajarannya tidak pernah di amalkan sama sekali. Itu yang bahaya dalam hidup. Ketika agama hanya menjadi identitas diri, tapi tidak pernah menjadi renungan dalam diri. Mereka itu yang dalam keadaan berbahaya.
__ADS_1