Jimat Warisan

Jimat Warisan
Kedatangan Pak Kiayi


__ADS_3

Tidak berhasil membujuk Lutfhi dan Tini dengan Ima, ibunya. Lukas kini datang bersama dengan pak Kiyai untuk menyadarkan Lutfhi dan Tini akan perbuatan tercela yang di lakukan oleh mereka berdua. Lukas pun terlihat yakin, dirinya dan pak Kiayi bisa menyadarkan Lutfhi dan Tini untuk tidak melakukan perbuatan sesat yang mereka lakukan tersebut.


Lukas terlihat begitu antusias saat datang ke rumah Lutfhi dan Tini. Namun belum masuk ke dalam rumah tersebut Lukas melihat sesosok bayangan besar yang berdiri di depan pintu rumah Tini dan Lutfhi. Bayangan besar itu di yakini oleh Lukas sebagai sosok yang membantu Tini dan Lutfhi dalam pesugihan yang selama ini di lakukan oleh keduanya.


Lukas mendekat ke arah bayangan hitam tersebut. Namun saat Lukas mulai mendekat, bayangan hitam itu tiba-tiba pergi begitu saja. Lukas pun langsung kebingungan untuk mencari bayangan hitam yang sempat mengganggu pemandangan dari dirinya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lihat Lukas?" tanya pak Kiayi.


"Aku melihat bayangan hitam pak Kiayi. Sepertinya bayangan itu adalah bayangan yang selama ini bersekutu dengan paman Lutfhi dan Bibi Tini." jawab Lukas dengan penuh keyakinan.


Pak Kiayi pun mulai membacakan beberapa ayat suci Al-Qur'an. Namun baru akan membaca surat kedua, dia langsung di kejutkan dengan kedatangan dari Tini dan Lutfhi yang nampak begitu gosong. Keduanya terlihat seperti seorang yang terbakar, kulit mereka berubah menjadi hitam. Belum lagi bercak merah yang ada di beberapa bagian tubuhnya. Itu cukup membuat Lutfhi dan Tini terlihat jauh berbeda dari apa yang ada.

__ADS_1


"Tidak Bi. Kami hanya ingin bersilaturahmi dengan Bibi dan Paman." jawab Lutfhi dengan santainya.


"Tidak ada silaturahmi. Kami berdua tidak menerima tamu seperti kalian berdua. Jadi saya harap, kalian berdua akan segera pergi dari rumah saya. Sekarang juga!" ucap Tini dengan begitu tegasnya.


Lukas dan pak Kiayi pun hanya bisa bersabar dengan apa yang di ucapkan oleh Tini. Mereka berdua yang berniat baik datang ke rumah Tini dan Lutfhi. Justru mendapat respon yang buruk dari keduanya. Mereka tidak di berikan kesempatan untuk bisa masuk ke dalam rumah Tini dan Lutfhi. Padahal niat mereka cukup baik untuk Lutfhi dan Tini. Namun penerimaan dari Tini dan Lutfhi justru sebaliknya. Mereka malah mengusir pak Kiayi dan Lukas yang berniat baik datang ke rumah keduanya.

__ADS_1


Tini dan Lutfhi tidak pernah mau mendengar setiap penjelasan dari pak Kiayi dan Lukas. Apalagi dari Lukas, Tini yang begitu benci pada Lukas dan keluarganya. Tentu tidak mau menerima kedatangan dari dirinya tersebut. Padahal setiap kedatangan dari Lukas dan keluarganya untuk berniat baik pada Tini dan. Lutfhi. Mereka selalu melakukan tindakan yang baik untuk keluarga dari Tini.


Melihat respon yang di dapat oleh Tini dan Lutfhi. Pak Kiayi dan Lukas tidak bisa melakukan apapun lagi. Mereka terpaksa harus pergi dari rumah Tini dan Lutfhi. Apalagi keduanya sudah tidak memiliki upaya lagi untuk meyakinkan Tini dan Lutfhi. Hingga pada akhirnya keduanya pun terpaksa pergi meninggalkan rumah Lutfhi dan Tini. Mereka harus segera pergi sebelum Tini dan Lutfhi berbuat niat pada keduanya. Mengingat Lutfhi dan Tini yang sudah begitu emosi pada Lukas dan pak Kiayi.


__ADS_2