Jimat Warisan

Jimat Warisan
Pembantu Sehari Tini


__ADS_3

Rumah Tini yang semakin besar, tentu sudah tidak mungkin lagi Tini sendiri untuk membersihkan rumahnya tersebut. Butuh seorang yang tentu memiliki kemampuan yang cukup mumpuni dalam membersihkan rumah Tini tersebut.


Tini menghampiri Lutfhi yang sedang asyik memandikan burungnya. Dia terlihat menikmati setiap kicauan merdu dari burungnya. Hingga Lutfhi pun berulang kali meniru suara burung tersebut dengan begitu merdunya juga.


Melihat kedatangan Tini dengan wajah yang sedikit kesal. Perlahan membuat kebahagiaan dari seorang Lutfhi memudar. Dia tidak lagi bahagia dengan apa yang di kerjakan, sebab Tini terlihat begitu murung.


"Ada apa, kenapa kamu terlihat begitu murung?" tanya Lutfhi.


"Aku capek Sayang. Semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Belum lagi jadi istri dan ibu. Aku ingin seorang pembantu yang bisa membersihkan rumah ini." jawab Tini dengan wajah melasnya.


Lutfhi berpikir. Apakah dia membutuhkan seorang pembantu di rumahnya yang besar tersebut. Tapi Lutfhi khawatir persekutuan yang di lakukan oleh dirinya akan di ketahui oleh orang lain. Lutfhi pun di landa sebuah kebingungan hebat.


"Tapi apa itu tidak bahaya untuk kita Sayang?" tanya Lutfhi.


"Bahaya kenapa?" tanya Tini berbalik.

__ADS_1


"Aku pikir mungkin akan ada orang asing yang mengetahui persekutuan kita." jawab Lutfhi dengan singkat.


Tini pun mulai berpikir hal yang sama seperti apa yang di pikirkan oleh Lutfhi. Orang asing tentu akan menjadi masalah baru bagi Lutfhi dan Tini. Mungkin saja orang asing itu akan membocorkan rahasia Lutfhi yang menjadikan sosok genderuwo berbadan besar sebagai pemujaan mereka berdua.


Tapi Tini juga lelah dengan semua pekerjaan yang harus di jalani oleh dirinya. Tini harus mengepel rumah tiga lantainya sendiri. Belum baju yang setiap hari menumpuk. Semua itu di rasa berat bagi Tini.


Akhirnya dengan keputusan matang, Tini tetap menginginkan seorang pembantu baru yang mungkin akan mempermudah pekerjaan Tini di rumah. Dengan bantuan seseorang tersebut, di harapkan Tini akan fokus mengurus seorang Lutfhi sebagai suaminya. Begitu juga perkembangan dari kedua anaknya yang masih butuh bimbingan dari seorang Tini. Hingga tugas Tini sebagai seorang istri dan ibu, akan lebih maksimal lagi.


Jika Tini merasa semuanya akan baik-baik saja. Lutfhi pun akhirnya mengizinkan Tini untuk mencari seorang pembantu yang bisa mengurus rumah mewahnya. Dengan begitu Tini tidak harus capek lagi untuk mengurus rumah mewahnya itu sendiri saja.


Tini keluar dari istana mewahnya. Menghampiri beberapa gerombolan ibu-ibu yang sedang asyik mengghibah. Tini pun mulai menawarkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumahnya dengan gaji yang cukup tinggi. Sehingga banyak orang yang berminat untuk bekerja di rumah Tini.


Tini pun melakukan seleksi yang cukup ketat untuk memilih asisten rumah tangga yang akan bekerja di rumah miliknya. Dari usia, kesehatan hingga fisik yang prima. Menjadi standar yang di gunakan oleh Tini dalam memilih asisten rumah tangga yang akan bekerja di rumah miliknya. Tini pun melakukan seleksi dengan begitu baiknya.


Akhirnya seorang yang di anggap sesuai dengan harapan dari Tini berhasil menjadi pembantu pilihan dari Tini. Perkenalkan nama pembantu itu adalah Surti. Usianya tidak terlalu muda, tapi juga tidak terlalu tua. Sangat cocok untuk mengisi pos pembantu yang di butuhkan oleh seorang Tini. Surti juga memiliki fisik yang terlihat prima. Itu yang di harapkan oleh Tini dalam memilih seorang pembantu yang akan bekerja di rumahnya nanti.

__ADS_1


Tini langsung mengajak Surti untuk bekerja di rumahnya. Sudah banyak pekerjaan yang harus Surti pekerjaan di rumah Tini. Mulai dari menyapu halaman rumah. Mengepel lantai rumah Tini yang luas. Hingga menggosok baju seluruh anggota keluarga Tini. Pekerjaan yang harus segera di selesaikan oleh Surti.


Dengan segera Surti melakukan pekerjaan yang hendak di lakukan oleh dirinya. Dia terlihat sudah tidak sabar untuk melakukan pekerjaannya di rumah Tini. Surti langsung mengambil sebuah sapu untuk dirinya menyapu halaman dan lantai rumah Tini.


Selesai menyapu halaman dan lantai rumah Tini. Pekerjaan yang harus di lakukan oleh Surti lainnya adalah mengepel rumah Tini yang di kenal besar tersebut. Perlahan Surti pun mulai mengepel rumah Tini dari lantai atas, hingga lantai bawah. Dia terlihat begitu bersemangat dengan apa yang dia kerjakan.


Pekerjaan Surti yang cepat dan rapi. Telah membuat Tini begitu senang. Ternyata Tini tidak salah dalam memilih pembantu. Dia memilih seorang pembantu yang memang pandai dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Surti kini mulai masuk ke dalam sebuah ruangan khusus untuk menyetrika baju-baju dari keluarga Tini. Surti sudah tidak sabar untuk menyelesaikan tugasnya di hari ini. Menggosok baju akan menjadi tugas Surti terakhir di hari ini.


Surti mulai membawa baju itu dalam sebuah bak besar. Tak hanya itu, Tini juga sudah menyiapkan sebuah meja tinggi untuk dirinya menggosok baju. Tak lupa setrikaan mahal telah Surti bawa untuk menggosok baju keluarga Tini tersebut.


Tini mulai mencolok kabel setrika itu pada stopkontak yang ada. Menunggu setrika itu panas, sebelum Tini benar-benar akan mengosokan setrika itu pada setiap baju dan celana yang akan dia gosok di hari ini.


Baru baju pertama, Surti mulai merasakan sesuatu yang janggal. Dia menggosokan setrika itu pada sebuah celana jeans milik Lutfhi. Tapi saat Surti akan mengangkat setrika itu dari celana jeans Lutfhi. Tiba-tiba setrika itu sulit untuk di angkat. Surti pun harus mengunakan tenaganya dengan kuat untuk mengangkat setrikanya tersebut.

__ADS_1


Saat Surti berhasil mengangkat setrika tersebut. Setrika itu tanpa sengaja mengenai tangan kiri Surti. Sontak Surti merasakan rasa panas yang teramat. Hingga Surti harus mengibaskan tangannya yang terkena panas oleh setrika tersebut.


Baru mendinginkan tangannya yang terkena setrikaan. Surti langsung di kejutkan oleh sosok mahluk dengan penampilan menyerupai genderuwo besar menatap Surti dari arah jendela. Surti yang ketakutan dengan sosok genderuwo besar itu. Lantas segera pergi meninggalkan rumah Tini.


__ADS_2