
Lutfhi dan Tini terlihat melewati kediaman rumah Agung. Dengan tentengan paper bag berwarna coklat. Lutfhi dan Tini begitu bahagia membawa bungkusan berisi pakaian mahal yang mereka beli di salah satu toko ternama tersebut.
Kedua pasangan suami istri itu berpapasan dengan Agung yang baru keluar dari gerbang rumahnya. Agung terlihat seperti ingin pergi bertemu dengan rekan bisnisnya. Dengan pakaian yang begitu rapi, serta sebatang rokok yang berada di tangan kanannya.
Lutfhi yang sakit hati dengan ulah Agung yang melakukan santet terhadap dirinya. Memilih untuk tidak menyapa mantan bosnya tersebut. Begitu juga dengan Tini yang sering di hina oleh Agung saat dirinya belum memiliki apapun. Keduanya pun memperlihatkan wajah kebencian pada seorang Agung.
Agung yang merasa tidak di hargai oleh Lutfhi dan Tini yang dahulu makan uang Agung untuk hidup sehari-hari. Langsung membuang ludahnya di belakang tubuh Lutfhi. Tak ketinggalan kalimat bernada sindiran diucapkan Agung pada Lutfhi. Hingga Lutfhi yang berjalan dengan cepat, akhirnya terhenti dengan sendirinya.
__ADS_1
Lutfhi yang sudah berada dua meter menjauh dari Agung. Akhirnya kembali mendekat pada Agung. Tentu Lutfhi tidak terima dengan ucapan Agung yang mengatakan Lutfhi sebagai orang kaya baru yang sombong. Perkataan dari Agung sangat membekas di hati Lutfhi. Sehingga Lutfhi harus membalas ucapan dari Agung tersebut dengan sebuah pelajaran yang tidak akan pernah Agung lupakan.
"Apa kamu bilang?" tanya Lutfhi marah sambil menunjuk dengan jari pada Agung.
"Orang kaya baru yang sombong." jawab Agung membuang puntung rokoknya.
Lutfhi yang sudah emosi di buat oleh Agung, langsung menghantam wajah Agung dengan pukulan kerasnya. Hingga Agung pun langsung tersungkur oleh pukulan yang di layangkan Lutfhi.
__ADS_1
Keributan antara Agung dan Lutfhi terdengar juga oleh dua bodyguard Agung yang akan mengawal Agung. Keduanya yang melihat bos mereka di habisi oleh Lutfhi. Langsung menolong Agung yang tersungkur jatuh di atas tanah.
Tak terima Agung di buat babak belur oleh Lutfhi. Kedua bodyguard Agung langsung melayangkan pukulan-pukulan keras mereka pada Lutfhi. Tini yang panik melihat Lutfhi yang di pukuli oleh kedua bodyguard Agung dan Agung sendiri. Langsung berteriak meminta bantuan warga. Dia tidak ingin suaminya tersebut di habisi oleh kedua bodyguard Agung tersebut.
Beberapa warga yang mendengar teriakan dari seorang Tini. Langsung menghampiri Tini dan Lutfhi. Mereka lantas meminta kedua bodyguard Agung tersebut untuk menghentikan aksinya tersebut pada Lutfhi. Sebab apa yang di lakukan kedua bodyguard Agung itu bisa di jerat dengan pasal berlapis. Dengan hukuman penjara tentunya.
Kedua bodyguard Agung yang terlihat begitu emosi pada Lutfhi. Sebenarnya masih berharap bisa kembali memukuli Lutfhi. Sebab Lutfhi juga telah membuat seorang Agung babak belur. Sehingga akan sangat impas, ketika Lutfhi di buat babak belur oleh bodyguard Agung tersebut.
__ADS_1
Lutfhi yang tidak terima dengan perlakuan Agung dan kedua bodyguard berbadan besarnya tersebut. Siap membalas dendam pada Agung. Tentu bukan dengan pukulan yang menyakitkan lagi, tapi dengan santet seperti yang Agung pernah lakukan pada Lutfhi. Sehingga Agung akan merasakan apa yang dahulu Lutfhi rasakan. Lutfhi akan meminta bantuan genderuwo miliknya untuk melakukan santet yang perih pada Agung. Sama seperti yang Agung lakukan pada Lutfhi. Sebuah santet yang membuat Lutfhi tidak dapat bangun dari tempat tidur miliknya sendiri. Begitu juga yang mungkin akan di lakukan oleh Lutfhi pada Agung. Agung akan di buat Lutfhi tidak akan berdiri, bahkan meninggal. Sebab kebencian seorang Lutfhi pada Agung sangatlah besar.
Begitu juga Tini yang memiliki dendam tersendiri pada Agung. Tini juga ingin Agung tewas dalam santet yang akan di kirim oleh Lutfhi. Sehingga istri Agung yang di kenal sosialita di kampung. Akan melarat seperti yang di alami oleh Tini, sebelum melakukan pemujaan terhadap genderuwo yang ada di dalam keris Lutfhi. Itu yang ingin Tini lihat. Melihat istri Agung sengsara.