Jimat Warisan

Jimat Warisan
Proyek Besar


__ADS_3

Seorang developer besar menyambangi kediaman seorang Lutfhi. Dia yang tanpa rekomendasi dari siapapun, memilih Lutfhi untuk mencarikan dirinya tanah di sekitar kampung Lutfhi. Developer itu ingin membangun perumahan besar dengan dana yang pastinya banyak juga.


Lutfhi yang antusias dengan kedatangan dari developer itu, begitu bahagia saat developer itu menyambangi kediamannya. Lutfhi sendiri yang membuatkan minuman untuk developer pria tersebut.


Sebelum mengatakan maksud kedatangan dari dirinya ke rumah Lutfhi. Developer tersebut terlebih dahulu memperkenalkan diri pada Lutfhi.


"Nama saya Indra, saya di sini ingin membangun perumahan besar. Jika kamu bisa mencarikan tanah yang luas di sekitar kampung ini. Saya siapkan bonus besar untuk kamu." Ucap developer tersebut.


"Serius pak! Bapak tidak bohongkan?" Lutfhi terkejut dengan ucapan dari developer tersebut.


"Untuk apa saya bohong, saya serius. Kamu bisa carikan saya tanah di sekitar kampung sini?" Tanya developer tersebut kembali.


"Tentu pak, saya bisa carikan tanah untuk bapak." Jawab Lutfhi semakin antusias.


Saking seriusnya developer itu menawarkan Lutfhi proyek besar tersebut. Sebelum developer itu pergi, Lutfhi di berikan sebuah kartu nama dari developer tersebut. Lutfhi di minta untuk segera menghubungi dirinya jika sudah mendapatkan tanah yang akan di jadikan tempat perumahannya nanti.


Lutfhi membawa kabar gembira itu pada Tini yang masih kesakitan, akibat keguguran beberapa hari yang lalu. Tini yang masih terlentang di atas ranjang lapuknya. Terlihat ikut bahagia mendengar kabar Lutfhi mendapatkan proyek besar. Semoga segala pengorbanan dari seorang Tini tidak sia-sia. Dimana Tini sudah mengorbankan banyak hal demi mendapatkan apa yang Lutfhi dan Tini inginkan. Menjadi orang kaya dengan jimat dari peninggalan keluarganya tersebut.

__ADS_1


Lutfhi yang tak ingin melewatkan kesempatan emas tersebut. Langsung bergegas dari rumahnya untuk melihat beberapa lokasi yang mungkin akan di rekomendasikan pada developer nantinya.


Tujuan pertama Lutfhi adalah tanah lapang milik salah seorang tuan tanah. Tuan tanah tersebut di kenal sebagai tuan tanah yang pelit dan galak. Sudah berapa orang yang menawarkan tanahnya. Namun mereka memilih untuk menyerah, mengingat harga tinggi yang di patok oleh tuan tanah tersebut.


Dengan bermodalkan kepercayaan pada peliharaan yang di miliki olehnya. Lutfhi siap menjadi orang pertama yang akan membuat tuan tanah itu bertekuk lutut pada seorang Lutfhi.


Kedatangan dari seorang Lutfhi sempat di tolak oleh satpam yang bertugas di rumah tuan tanah tersebut. Satpam itu menganggap Lutfhi sebagai orang yang tidak penting. Sehingga dia tidak di perkenankan masuk kedalam rumah tuan tanah tadi.


Namun saat Lutfhi memejamkan kedua bola matanya. Satpam tadi yang awalnya begitu keras pada Lutfhi. Akhirnya berubah sikap, dia menjadi begitu lembut pada Lutfhi. Bahkan dia mengawal Lutfhi untuk menghadap tuan tanah tersebut.


Kedatangan Lutfhi juga sempat di tolak oleh tuan tanah tersebut. Sama seperti satpam yang berjaga di depan rumahnya. Lutfhi di anggap sebagai orang yang tidak penting. Sehingga hanya akan membuang waktu tuan tanah tersebut.


Akhirnya Lutfhi menyerahkan semua makanan dan minuman yang hendak di suguhkan pada dirinya pada tuan tanah tersebut. Lutfhi tidak tahu harus memilih makanan yang akan dia makan. Sehingga dia menyerahkan semuanya pada tuan tanah tersebut.


Berbagai hidangan lezat di hidangkan oleh tuan tanah untuk menyambut kedatangan dari Lutfhi dan developer. Padahal tuan tanah di kenal sebagai orang yang pelit dan keras kepala. Tak heran jika penyambutan Lutfhi dengan begitu mewahnya tersebut, cukup membuat seisi rumah heran. Apalagi Lutfhi bukan dari kalangan atas yang biasa di sambut dengan baik oleh tuan tanah. Lutfhi hanya berasal dari kalangan biasa yang jauh dari darah bangsawan yang biasa menjadi teman baik tuan tanah.


Tutur kata tuan tanah juga berubah. Nada tinggi yang condong menghina yang kerap di tunjukkan oleh tuan tanah. Sudah tidak ada lagi. Dia lebih sering menyanjung seorang Lutfhi yang selama ini di anggap hina oleh tuan tanah tersebut.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya mas Lutfhi, kedatangan mas Lutfhi ke rumah saya. Ada keperluan apa yah?" Tanya tuan tanah dengan begitu lembutnya.


"Tidak pak Ismail. Saya hanya ingin bertanya sesuatu pada pak Ismail. Apakah tanah bapak yang ada di samping jalan kampung itu akan di jual?" Tanya Lutfhi dengan begitu halusnya.


"Oh tanah itu, memang beberapa orang sudah menawarkan dengan harga yang cukup tinggi. Tapi saya menolak. Saya masih menunggu ada orang yang membayar dengan harga tinggi. Sebab tanah itu cukup strategis untuk di jadikan tempat perumahan dan segala macamnya." Ucap tuan tanah tersebut.


Luthfi mulai mengedipkan mata kanannya. Seketika tuan tanah yang tidak berniat menjual tanah miliknya tersebut. Menjadi tertarik untuk menjual tanah miliknya pada Lutfhi. Apalagi tanah itu cukup luas. Sehingga butuh orang kaya untuk membeli tanah dari tuan tanah tersebut.


"Apakah mas Lutfhi berniat membeli tanah saya tersebut?" Tanya tuan tanah tersebut.


"Bukan saya sih pak, tapi ada seorang developer yang ingin membangun perumahan di sekitar sini. Dia ingin membeli tanah di kampung ini. Apakah pak Ismail siap melepas tanah milik pak Ismail tersebut?" Tanya Lutfhi kembali.


"Boleh jika memang harganya sesuai. Tapi saya serahkan perihal harga pada mas Luthfi saja. Sebab mas Lutfhi tahu dalam perihal harga. Jadi saya menyerahkan semuanya pada mas Lutfhi." Jawab tuan tanah tersebut.


Luthfi seketika tersenyum lebar, saat mendengar ucapan dari tuan tanah tersebut. Dia sedang tidak bermimpi tentunya, tapi jika tidak mimpi. Lutfhi mungkin mendapatkan durian runtuh. Pasalnya ini adalah keberuntungan yang besar yah Lutfhi dapatkan.


Bisa membujuk seorang tuan tanah untuk melepas tanah miliknya saja itu perlu usaha yang cukup besar. Apalagi sampai dapat kepercayaan dari tuan tanah untuk menetapkan harga. Ini bukan durian runtuh lagi bagi seorang Lutfhi. Tapi ini adalah sebuah pencapaian terbaik yang Luthfi dapatkan.

__ADS_1


Dengan kepercayaan yang telah Lutfhi peroleh, dia bisa menentukan harga sesuai keinginan darinya. Tentu pihak developer itu juga akan menuruti setiap harga yang akan Lutfhi ajukan. Lutfhi akan untung besar dalam proyek megah tersebut.


Kesepakatan telah terjalin, tuan tanah siap melepas tanah miliknya itu pada Lutfhi. Mempercayakan semua tanah itu pada seorang Lutfhi. Hingga Lutfhi yang akan menentukan untuk kisaran harga setiap meter, tanah milik tuan tanah tersebut.


__ADS_2