
Irawan adalah kakak Tini nomor 4. Dia memiliki seorang istri yang memiliki kebutuhan khusus bernama Iin. Sejak kecil, Iin memang sudah tidak bisa berbicara. Hingga ketika dewasa pun Iin tetap gagu.
Sedikit kekurangan dari Iin, tidak membuat Irawan berkecil hati sebagai seorang suami. Irawan justru sangat mencintai istrinya yang memiliki kebutuhan khusus tersebut. Sebab Iin sendiri, begitu mencintai Irawan dengan kondisi ekonominya yang pas-pasan.
Irawan dan Iin memiliki dua anak kembar yang bernama Dena dan Deni. Usia kedua anak kembar Irawan dan Iin itu baru menginjak 7 tahun. Keduanya baru masuk sekolah dasar. Hingga Irawan dan Iin, begitu senang bisa mengantar kedua anak mereka pergi ke sekolah.
Sore yang cerah itu, Lutfhi dengan mobil mewahnya. Mengajak Tini berkunjung ke rumah Irawan dan Iin. Lutfhi datang dengan sebuah misi tentunya. Misi yang akan mengubah hidup Irawan dan Iin menjadi lebih buruk lagi.
__ADS_1
Irawan dan Iin menyambut baik kedatangan dari Lutfhi dan Tini. Begitu juga dengan kedua anak mereka yang begitu senang saat melihat Tini membawa sebuah kue besar. Mereka begitu tergoda dengan bentuk dari kue yang di bawa oleh Tini tersebut.
"Bibi bawa apa itu?" tanya Dena.
"Bibi bawa brownies sayang." jawab Tini dengan penuh senyuman.
"Aku boleh mintakan Bi?" tanya Deni dengan begitu antusiasnya.
__ADS_1
Tini dan Lutfhi pun mulai masuk kedalam rumah Irawan dan Iin yang sederhana tersebut. Iin dengan bahasa isyaratnya, menanyakan minuman apa yang hendak di minta oleh Tini dan Lutfhi.
Tini sendiri meminta teh manis. Sedangkan Lutfhi yang terlihat begitu lelah dan mengantuk, meminta segelas kopi untuk di hidangkan pada dirinya. Keduanya sudah tidak sabar meminum minuman yang hendak di hidangkan pada mereka berdua.
Tak hanya itu, Tini pun memberikan brownies yang di bawanya pada salah satu anak dari Irawan. Dena yang ingin membawa kue itu juga, terlihat marah saat Tini memberikan kue tersebut pada Deni. Keduanya sempat saling berebut, sebelum akhirnya kue itu di bawa oleh Iin menuju dapur. Dena dan Deni pun menyudahi pertengkaran mereka. Kedua mengikuti Iin menuju dapur.
Obrolan antara Lutfhi dengan Irawan pun berlanjut. Lutfhi yang ingin menjadikan dua anak Irawan tumbal, berpura-pura datang ke rumah Irawan untuk membicarakan perihal tanah yang hendak di gunakan oleh Lukas sebagai lahan sekolah. Menurut Lutfhi, lahan itu sebaiknya di jual. Lalu penjualan lahan itu di bagi rata pada setiap anak. Mungkin itu solusi yang terbaik untuk semua anak dari ibu Tini. Sehingga tidak ada lagi yang akan merasa iri dengan apa yang telah ada pada Lukas.
__ADS_1
Ide yang sebenarnya cemerlang, tapi semuanya sudah mengetahui. Jika tanah itu memang di hibahkan oleh ibu Tini pada Lukas. Apalagi tanah itu sebagai bekal amal dari ibu Tini di akhirat kelak. Sehingga akan sangat sulit untuk mengambil kembali tanah itu dari Lukas.
Sebenarnya Deni sendiri sadar akan hal tersebut. Tapi Deni yang sengaja menciptakan obrolan yang tidak penting. Sebab dengan begitu, Irawan tidak akan curiga kedatangan dari dirinya yang sebenarnya. Kedatangan Lutfhi yang akan menjadi malaikat maut bagi kedua anak kembarnya. Sehingga Irawan begitu santai dengan kedatangan dari Lutfhi dan Tini yang secara tiba-tiba tersebut.