Jimat Warisan

Jimat Warisan
Kunjungan Keluarga Darwis


__ADS_3

Mendengar ibu dari Baim masuk rumah sakit, Darwis pun langsung mengajak seluruh anggota keluarganya untuk datang menjenguk ibu Baim. Tentu kedatangan dari Darwis dan keluarganya adalah untuk memberikan dukungan penuh pada ibu Baim yang masih terbaring lemas di atas ranjang.


Baim menyambut baik kedatangan dari keluarga Darwis itu. Dia sangat senang, akhirnya ada dari pihak keluarga Kinasih yang akhirnya datang menjenguk ibunya. Mengingat istrinya sendiri yang hingga kini belum datang untuk menemui ibu mertuanya tersebut.


"Senang rasanya bisa melihat Kak Darwis, Kak Ima serta Lukas datang menjenguk Ibu saya. Ini benar-benar luar biasa buat Saya." ujar Baim.

__ADS_1


"Kami juga senang bisa datang menjenguk ke sini. Maafkan kami baru bisa datang menjenguk hari ini." balas Darwis.


Darwis pun melihat kondisi dari ibu Baim yang masih begitu lemas. Dia terlihat begitu merasakan kesakitan yang teramat besar. Hingga Darwis pun merasa iba dengan apa yang di lihatnya. Darwis benar-benar merasakan kesedihan yang di rasakan oleh ibu Baim. Dia berharap ibu Baim tidak akan merasakan rasa sakit yang teramat lagi di kemudian hari.


Lukas melihat sesuatu yang aneh terjadi pada ibu Baim. Ini seperti penyakit non medis yang di derita oleh ibu Baim. Ada banyak hal janggal di tubuh ibu Baim. Itu yang membuat seorang Lukas begitu penasaran dengan sakit yang di alami oleh ibu Baim.

__ADS_1


Baim pun sebenarnya merasakan hal yang sama. Dia merasa ibunya tersebut mengalami santet seperti apa yang di utarakan oleh Lukas. Apalagi melihat tanda-tanda yang ada di ibunya saat ini. Sudah terlihat seperti apa yang di sebut sebagai santet. Baim ingin mengarah ke sana, tapi dia ragu.


Lukas pun menyarankan Baim untuk mengobati ibunya itu pada guru ngajinya. Dia memiliki metode rukiyah yang baik. Sehingga Baim bisa mencoba metode tersebut pada guru ngajinya. Ini adalah bagian dari upaya Baim dalam membawa ibunya untuk sembuh dari penyakit aneh yang datang pada ibunya.


Baim pun bersedia untuk membawa ibunya menuju ke pengobatan non medis. Namun dia harus tetap koordinasi dengan adiknya. Dia tak boleh memutuskan secara sepihak. Dia harus berbicara juga dengan adiknya. Itu yang harus di lakukan oleh seorang Baim. Dia harus membicarakan banyak hal dengan adiknya tersebut.

__ADS_1


Jika Baim ingin membawa ibunya menuju rumah guru ngajinya. Lukas pun bersedia untuk membantu Baim membawa ibunya tersebut untuk menemui guru ngajinya. Ini akan menjadi sebuah perjalanan yang cukup menyenangkan bagi Baim untuk membawa ibunya berobat menuju guru ngaji Lukas yang di kenal memiliki kemampuan dalam menyembuhkan berbagai penyakit non medis dengan metode rukiyah.


Baim merasa senang dengan saran dari seorang Lukas yang baik untuk ibunya. Baim juga tak lupa mengucapkan terima pada seorang Lukas yang bersedia turut pergi bersama dirinya menuju rumah guru ngajinya. Ini benar-benar di luar dugaan seorang Baim. Dia tidak memperkirakan Lukas akan bersedia untuk menolong dirinya. Padahal Baim tidak pernah membantu Lukas dalam pembangunan gedung sekolah yang sedang di gagas oleh seorang Lukas.


__ADS_2