
Mendengar kabar kematian dari Baim dalam sebuah kecelakaan tunggal. Seketika membuat Lutfhi dan Tini begitu bahagia, mereka berdua merasa ini adalah kabar yang paling menggembirakan di hari ini. Hingga mereka siap merayakan hari paling bahagia di hari ini dengan sebuah perayaan kecil.
Lutfhi siap membawa Tini dan kedua anaknya untuk berlibur di salah satu vila yang baru saja mereka beli. Mungkin mereka akan menginap dalam tempo waktu satu hingga dua hari di vila tersebut. Hingga mereka bisa puas merayakan kematian dari Baim yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.
"Aku tidak menyangka, si Baim itu bakal mati juga. Dari kemarin kita jebak dia terus, tapi hasilnya kurang baik. Hari ini kita benar-benar bisa membuat dia mati." ucap Tini.
"Iya, aku juga merasa Baim adalah sosok yang beruntung. Padahal sudah sejak lama, aku ingin dia mati. Sehingga dia tidak ada lagi di dunia. Parasit untuk semua orang." timpal Baim.
__ADS_1
"Tapi, akan semakin bahagia lagi. Apabila kita merayakan kematian Baim dengan sebuah pesta kecil-kecilan. Mungkin kita bisa jalan-jalan ke sebuah tempat atau seperti apa." ucap Tini.
Lutfhi terdiam dengan ide yang di sampaikan oleh Tini. Tidak buruk sebenarnya apa yang di sampaikan oleh Tini. Mereka bisa jalan-jalan ke tempat yang mungkin bisa di jajaki oleh keduanya. Tempat yang akan membuat keduanya bebas merayakan kematian dari Baim di hari ini.
"Lantas, ke mana kita akan pergi?" tanya Lutfhi.
Lutfhi kembali terdiam. Dia mulai memikirkan apakah ide dari Tini itu bisa di serap oleh dirinya. Hingga akhir Lutfhi pun setuju untuk bisa liburan di vila miliknya. Tini langsung menyambut persetujuan dari Lutfhi itu dengan sebuah kebahagiaan tersendiri. Dia merasa apa yang Tini ucapkan adalah ide yang cukup baik untuk di implementasikan. Sehingga ide tersebut bisa langsung di laksanakan oleh Lutfhi.
__ADS_1
"Apakah kita akan mengajak anak-anak juga?" tanya Lutfhi.
"Tentu saja, kita bukan mau bulan madu di sana. Sehingga anak-anak harus ikut dalam liburan kecil kita tersebut. Mereka pun ingin merayakan kebahagiaan yang sama seperti yang kita rasakan di hari ini." jawab Tini.
Lutfhi setuju dengan ide dari Tini. Mereka memang bukan ingin liburan, sehingga mereka wajib mengajak kedua anak mereka untuk ikut dalam perjalanan menuju vila. Benar kata Tini, mereka bukan ingin bulan madu. Tapi mereka ingin pergi berlibur dalam merayakan kematian dari Baim. Sehingga kedua anak mereka, wajib ikut dalam liburan kecil tersebut. Sehingga kedua anaknya bisa merasakan perasaan bahagia yang sama dengan kedua orangtua mereka.
Tak memiliki banyak waktu lagi, Lutfhi dan Tini pun harus segera siap-siap untuk berangkat menuju vila. Tidak mungkin bagi mereka berdua untuk terus menunggu terlalu lama. Sementara waktu yang semakin mepet di hari ini. Mereka pun begitu antusias untuk bisa segera pergi menuju vila tempat mereka bisa berlibur bersama.
__ADS_1
Hal yang pertama Tini lakukan, tentu mengajak kedua anaknya untuk ikut bersama. Tentu anak Tini tidak tahu rencana dari Tini dan Lutfhi yang akan melakukan liburan di sebuah vila. Kedua anak Lutfhi dan Tini pun begitu senang saat di ajak menunju vila. Mereka tidak menolak ajakan dari Tini tersebut. Hingga keduanya begitu antusias untuk bisa pergi ke vila bersama dengan kedua orangtuanya.