
Lukas dan Sandi terlihat begitu asyik mencari seragam yang sesuai untuk seorang Sandi. Setiap seragam di lihat secara kualitas serta ukurannya. Sandi yang berbadan tinggi dan besar, tentu harus menggunakan sebuah seragam dengan ukuran yang sama dengan bentuk tubuhnya. Hingga Sandi pun harus bisa mencari seragam yang sesuai.
Lukas pun terus membantu Sandi dalam mencari seragam yang sesuai untuk Sandi. Dia terlihat antusias untuk memilih seragam yang sesuai dengan ukuran badan Sandi. Walaupun dana yang di miliki oleh Lukas tidak banyak. Namun Lukas pikir untuk membeli seragam untuk Sandi, masih cukup dana tersebut.
Pilihan dari Sandi pun sudah cocok pada sebuah seragam dengan ukuran XL. Sandi pikir seragam itu sudah sangat muat di badannya. Sehingga Sandi pun bisa menggunakan seragam itu untuk pergi ke sekolah.
__ADS_1
Cocok dengan seragam yang di pilih oleh seorang Sandi. Lukas pun siap membayar seragam yang sudah di pilih oleh Sandi tersebut. Dia membawa seragam itu masuk ke dalam toko untuk membayarnya.
Namun baru beberapa langkah akan masuk ke dalam toko. Lukas dan Sandi di kejutkan oleh kedatangan dari seorang Tini. Dengan penampilan yang begitu mewah, Tini menghampiri Lukas dan Sandi yang hendak membayar seragam tersebut. Di sana juga ada pedagang seragam tersebut.
Awalnya Lukas dan Sandi begitu senang bisa bertemu dengan seorang Tini di toko seragam tersebut. akan tetapi saat mulut kotor Tini mulai mengatakan kalimat fitnah pada Lukas dan Sandi. Suasana pun seketika menjadi panas. Di mana omongan Tini yang di tambah dengan sebuah fitnah terhadap seorang Sandi. Semakin membuat semuanya menjadi kacau balau.
__ADS_1
Sontak apa yang di katakan oleh Tini membuat seorang Sandi emosi berat. Dia pun langsung membalas ucapan dari seorang Tini dengan kata-kata yang cukup tegas. Ini menjadi sebuah pembalasan yang telak bagi seorang Tini.
"Apakah Bibi tidak bercermin diri. Dari mana Bibi mendapatkan harta sebanyak ini. Mungkin Bibi juga melakukan pesugihan. Hanya saja Bibi selalu menyalahkan ayah saja yang melakukan hal tersebut. Padahal Bibi pun melakukan hal yang sama." balas Lukas dengan telak.
Mendengar apa yang di sampaikan oleh seorang Lukas. Tini pun langsung meradang. Dia tak terima dengan apa yang Lukas ucapkan. Tini pun langsung membalas perkataan dari Lukas tersebut dengan sebuah perkataan balik. Dia mengumpat Lukas dengan perkataan kasar. Hingga Lukas merasa apa yang Tini katakan tidak pantas untuk seorang Sandi.
__ADS_1
Tini tetap tak terima dengan apa yang di katakan oleh seorang Lukas. Dia pun turut mengumpat seorang Lukas. Hingga Tini tak sabar untuk mengatakan hal yang buruk pada seorang Lukas juga. Apalagi Lukas di anggap membela Sandi yang jelas-jelas merupakan anak dari seorang Firman yang melakukan pesugihan.
Tini yang semakin emosi terhadap Lukas dan Sandi, semakin tak karuan. Dia terus mengumpat dengan kata-kata yang kasar. Itu yang di lakukan oleh seorang Tini pada keduanya. Apalagi Tini merasa apa yang di katakan oleh Sandi sama sekali tidak beralasan. Walaupun sebenarnya Tini yang memulai duluan semua itu.