Jimat Warisan

Jimat Warisan
Tini Marah-marah


__ADS_3

Baru membuka pintu rumahnya, Lutfhi langsung di sambut oleh suara marah-marah dari seorang Tini. Entah siapa yang di marahi oleh Tini. Tapi suara marah-marah seorang Tini terdengar hingga pintu masuk rumah.


Lutfhi mencari sumber suara Tini yang berasal dari kamarnya tersebut. Dia mendatangi Tini yang terus marah di dalam kamarnya. Tini terlihat begitu kesal, dia tak bisa menyembunyikan raut wajah marahnya pada seorang Sinta. Rasa Tini ingin memukul seorang Sinta yang telah melabrak Fajar.


Lutfhi menghampiri Tini yang terus marah di depan cermin. Dia duduk di samping Tini. Untuk menanyakan apa yang membuat Tini terlihat begitu marah di siang ini.


"Kamu marah kenapa sih Tin?" tanya Lutfhi.

__ADS_1


"Itu Mas, aku kesal banget sama perempuan sok cantik yang bernama Sinta itu. Udah jelas-jelas anaknya yang salah. Masih aja di belain. Labrak anak kita lagi." jawab Tini dengan wajah kesalnya.


"Kenapa dia melabrak anak kita?" tanya Lutfhi menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.


"Biasa, permasalahan anak-anak. Tapi dia lebay banget sampai melabrak anak kita." jawab Tini kembali tetap dengan kekesalannya.


Lutfhi menolak permintaan dari seorang Tini. Baginya tidak semua masalah bisa di selesaikan dengan Genderuwo milik Lutfhi tersebut. Jika Lutfhi melakukan hal tersebut, mungkin akan banyak yang curiga pada Lutfhi akan jimat warisan tersebut. Jimat yang di dalamnya terdapat sosok Genderuwo.

__ADS_1


Apalagi baru saja Lutfhi hampir ketahuan oleh istri Ipan. Istri Ipan yang mampu melihat sosok mahluk astral, melihat Lutfhi dengan wajah ketakutan. Lutfhi khawatir akan banyak orang yang tahu akan sosok Genderuwo yang di miliki oleh Lutfhi tersebut. Hingga Lutfhi harus pandai dalam menyembunyikan sosok Genderuwo itu. Tidak semua masalah yang di hadapi oleh Lutfhi dan Tini dapat di selesaikan oleh Genderuwo tersebut.


Tini marah atas penolakan dari Lutfhi tersebut. Sebab baginya, Sinta memang layak untuk di serang oleh Genderuwo milik Lutfhi tersebut. Ucapan dari seorang Sinta yang di anggap Tini sudah sangat kotor. Layak mendapatkan pembalasan yang jahat juga.


Melihat Tini yang begituan marah pada dirinya. Lutfhi mencoba menenangkan Tini, dia kembali menjelaskan pada Tini. Tapi Tini yang memang memiliki kepala batu, menolak menerima penjelasan dari seorang Lutfhi. Hingga Tini tetap meminta Lutfhi untuk mengirimkan Genderuwo miliknya untuk menyerang Lutfhi.


Saking kesalnya pada Lutfhi, akhirnya Tini pun meninggalkan Lutfhi sendirian di dalam kamarnya. Lutfhi terus memanggil nama Tini, tapi dia tetap berjalan meninggalkan Lutfhi seorang. Sehingga Lutfhi semakin di buat bersalah atas sikap yang di tunjukkan oleh Tini tersebut. Dia merasa amarah dari Tini harus segera dia redakan. Sebab Tini akan selalu membantu Lutfhi dalam menghadapi setiap masalahnya.

__ADS_1


Tapi Lutfhi tidak bisa memerintahkan Genderuwo miliknya untuk menyerang seorang Sinta. Dia tetap tidak bisa melakukan hal tersebut. Hingga dia harus mencari cara lain untuk membuat Tini kembali tidak marah pada dirinya. Tapi dengan cara apa Lutfhi melakukan hal tersebut. Itu yang harus Lutfhi pikirkan secara matang.


__ADS_2