
Lukas masih melihat rasa tak percaya dari seorang Sandra terhadap Sandi. Bagaimana juga, apa yang di katakan oleh seorang Sandi pada Firman adalah perkataan yang tidak pantas. Dia mengatakan hal yang buruk terhadap Firman. Sandi merasa apa yang telah di perbuat oleh Firman tidak bisa di maafkan. Sehingga sebagai balasan dari apa yang di lakukan oleh Firman. Sandi menghardik Firman dengan perkataan yang buruk.
Sandra terus memeluk tubuh Lukas selama di dalam angkutan umum. Sandra mengatakan jika dirinya takut dengan amarah yang di tunjukkan oleh Sandi. Sandi seperti tidak terkendali, hingga dia begitu mudah mengatakan hal yang buruk pada seorang Firman.
Lukas terus menenangkan seorang Sandra. Dia mengatakan jika Sandi tidak marah pada seorang Firman. Sandi hanya bercanda saja, sehingga Sandra tidak harus takut. Sandra hanya perlu untuk tidak meniru apa yang Sandi lakukan. Itu saja sudah cukup bagi Sandra. Tidak harus takut dengan apa yang Sandi ucapkan. Sebab Sandi hanya bercanda saja.
Sandra mendengarkan apa yang di sampaikan oleh seorang Lukas. Dia mencoba menyerap apa yang Sandi lakukan semata-mata hanya bercanda saja. Dia tidak melakukan semua itu secara sengaja. Sehingga Sandra tidak harus takut dengan apa yang terjadi. Sandra berjanji tidak akan menutup apa yang di lakukan oleh Sandi. Walaupun apa yang di lakukan oleh Sandi hanya bercanda saja. Namun itu sudah kelewatan dalam versi seorang Sandra.
Untuk menghapus rasa takut dari seorang Sandra. Lukas pun mulai bercerita akan kisah nabi. Dia menceritakan bagaimana seorang anak durhaka yang akhirnya di azab oleh Allah. Lukas menceritakan tentang kisah nabi Nuh as yang penuh hikmah. Sandra pun begitu tertarik akan cerita yang di ceritakan oleh seorang Lukas. Sehingga Sandra perlahan bisa melupakan semua yang terjadi jadi pada dirinya. Sandra perlahan melupakan bagaimana kerasnya Sandi dalam menghardik seorang Firman.
__ADS_1
Saking serunya Sandra mendengarkan seorang Firman bercerita. Tanpa di sadari, perjalanan menuju rumah sakit jiwa itu pun berjalan terasa singkat. Lukas dan Sandra sudah tiba di depan rumah sakit. Kedua pun langsung turun dari angkutan umum yang mereka tumpangi.
Sandra merasa sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ayahnya tersebut. Sudah hampir 2 minggu lebih, Sandra tidak berjumpa dengan seorang Firman. Sehingga wajar bagi seorang Sandra untuk membalas kerinduannya tersebut.
Lukas menggandeng tangan Sandra untuk masuk ke dalam rumah sakit jiwa tersebut. Keduanya mulai berjalan masuk ke dalam rumah sakit jiwa tersebut. Mereka langsung mendatangi kamar perawatan Firman.
Baru masuk ke rumah sakit jiwa. Sandra langsung di kejutkan dengan kedatangan seorang pasien rumah sakit jiwa. Dengan rambut yang acak-acakan, perempuan yang mengalami gangguan jiwa itu menggoda seorang Sandra. Hingga Sandra begitu ketakutan.
Sandra sempat ingin mengurungkan niatnya untuk datang ke tempat perawatan seorang Firman. Apalagi Sandra terus di ganggu oleh para penghuni rumah sakit jiwa yang ada. Hingga membuat seorang Sandra begitu ketakutan dengan apa yang di lihatnya tersebut.
__ADS_1
Namun Lukas meyakinkan Sandra untuk tidak takut dengan apa yang dia lihat. Semuanya akan baik-baik saja untuk Sandra. Dia harus percaya itu, sehingga Sandra bisa bertemu dengan seorang Firman yang telah lama dia rindukan.
Sandra pun akhirnya mau untuk melanjutkan perjalanan menuju kamar perawatan seorang Firman. Walaupun dia terus ketakutan melihat tingkah dari para penghuni rumah sakit jiwa tersebut. Sandra pun berjalan dengan terus menempel ke tubuh seorang Lukas.
Sampai di ruang perawatan dari seorang Firman. Sandra langsung berusaha masuk ke dalam kamar Firman. Namun Lukas langsung melarang Sandra untuk masuk. Dia harus bisa mengendalikan semuanya secara baik-baik. Sehingga tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya.
Lukas membuka pintu kamar Firman dengan penuh kehati-hatian. Dia khawatir Firman akan menyerang mereka berdua secara tiba-tiba. Hingga Lukas harus bisa berhati-hati dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi pada dirinya. Lukas harus bisa mengantisipasi hal tersebut.
Tidak ada serangan seperti yang Lukas khawatirkan sebelumnya. Firman tidak menyerang mereka. Firman terlihat sedang merenung di atas ranjangnya. Dia nampak terlihat begitu lelah dengan tatapan sayunya. Firman sama sekali tidak merespon kedatangan dari Sandra dan Lukas.
__ADS_1
Sandra berusaha mendekatkan diri pada seorang Firman. Dia memanggil nama seorang Firman dengan panggilan ayah. Beberapa saat kemudian Firman menatap wajah Sandra dengan penuh