
Kedua anak Firman masih berada di rumah Darwis, sehingga Firman berada di rumahnya yang besar sendirian saja. Dia terlihat begitu kurang menikmati kesendiriannya tersebut. Dia masih mengingat istrinya yang telah meninggal, tidak ada kesedihan dari hatinya selain kepergian dari istrinya tersebut.
Firman mencoba menutup kedua bola matanya. Tapi dia masih cukup sulit untuk tidur dengan kondisi kepalanya yang masih tak bisa lepas dari istrinya tersebut. Firman pun terus di bayangi wajah istrinya yang masih cukup dia ingat dengan begitu baiknya.
Perlahan Firman semakin tidak berdaya dengan pikirannya tersebut. Dia kembali menangis, apalagi saat dia melihat photo pernikahan dari dirinya dengan istrinya tersebut. Hati Firman begitu teriris dengan apa yang dia lihat. Dia mencintai istrinya, tapi dia harus kehilangan istrinya itu. Waktu yang terlalu cepat bagi seorang Firman.
Tangis Firman semakin kencang. Hingga suara tangis Firman terdengar ke telinga beberapa tetangganya. Beberapa tetangga Firman mulai merasa iba dengan apa yang terjadi pada Firman. Mereka memahami kondisi Firman yang begitu sulit untuk melepaskan kepergian dari istrinya tersebut. Orang yang selama ini Firman begitu cintai itu, harus pergi meninggalkan Firman begitu saja. Padahal Firman begitu berharap masih bisa menikmati hari-hari bersama dengan istrinya.
Tangis yang awalnya hanya berasal dari seorang Firman. Perlahan berubah menjadi tangis dari sumber lainnya. Tangisnya sama, tapi tangis ini terdengar lebih nyaring. Hingga mengalahkan suara tangisan dari seorang Firman.
Firman yang mulai menyadari ada seseorang yang mengikuti dirinya menangis. Akhirnya mulai menghentikan suara tangisnya tersebut. Dia mulai mendengarkan suara tangis yang mulai mengiringinya. Hingga Firman begitu ketakutan dengan suara tangis yang terdengar semakin lama semakin nyaring tersebut.
Beberapa tetangga di dekat rumah Firman mengira syara itu berasal dari suara Firman. Mereka mengira Firman masih menangis. Sehingga tidak ada rasa takut dan cemas akan suara tangisan itu. Mereka tetap berpikir suara itu bersumber dari suara tangis seorang Firman.
Firman mulai ketakutan dengan suara tangisan itu. Terlebih ada beberapa photo yang Firman pajang di dinding kamarnya berjatuhan secara perlahan. Firman pun di buat semakin panik saat kran di kamar mandi kamarnya menyala dengan sendirinya. Firman begitu ketakutan.
__ADS_1
Firman melihat ke arah jendela, dia melihat penampakan seseorang yang begitu samar-samar. Dia menghampiri ke arah jendela, melihat mungkin ada seseorang yang mencoba menakuti dirinya. Tapi tidak ada orang di sekitar kamar. Hingga bulu kuduk seorang Firman mulai berdiri dengan pikiran Firman yang semakin kacau balau.
"Siap yang menangis tadi. Apa juga yang tadi terlihat di depan jendela kamar. Aku pikir ini sangat menakutkan, bahkan lebih menakutkan dari yang aku pikirkan." ujar Firman di dalam hatinya.
Firman mulai berjalan keluar dari dalam kamarnya. Melihat di sekitar area rumahnya. Mungkin saja ada seseorang yang sengaja datang ke rumah Firman untuk membuat Firman ketakutan. Seseorang yang akan memberikan sedikit shock terapi bagi seorang Firman.
Firman hampir melihat ke seluruh area rumahnya. Tapi tidak ada orang di sekitar rumah Firman. Sehingga Firman benar-benar di buat ketakutan dengan apa yang ada. Dia pun harus segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada rumahnya tersebut. Sesuatu yang janggal terjadi di rumahnya.
Firman terus berkeliling di rumahnya yang besar tersebut. Tapi dia tidak menemukan sesuatu yang janggal. Semuanya terlihat baik-baik saja.
Saat Firman mulai melihat secara seksama, Firman menemukan sebuah kepala milik Sarman dengan atribut yang selama ini di kenakan olehnya. Firman yang terkejut, langsung kembali menutup lemari es miliknya.
Tetapi saat Firman akan kabur, di depannya setengah tubuh dari seorang Sarman berada. Dia mengejutkan seorang Firman, hingga air yang sudah berada di mulutnya langsung di semburkan oleh Firman pada tubuh Sarman yang tanpa kepala tersebut.
Firman langsung lari meninggalkan dapur rumahnya. Dia berusaha pergi dari rumahnya tersebut menuju luar. Mungkin di luar, Firman bisa lebih aman lagi. Sehingga dia tidak akan mengalami hal yang buruk lagi.
__ADS_1
Baru juga mengambil napas, Firman kembali di kejutkan dengan arwah penasaran dari seorang Sarman. Firman di kejutkan dengan kemunculan dari seorang Sarman yang tiba-tiba. Hingga Firman langsung kembali masuk ke dalam rumahnya. Dia mengunci rapat pintu rumahnya. Berharap Sarman tidak akan mengikutinya.
Firman berlari ke arah kamarnya. Dia berharap mendapatkan bantuan dari seorang Lukas. Lukas mungkin saja bisa menolong Firman dari gangguan arwah penasaran dari seorang Sarman.
Firman mencari nomor telepon Lukas di handphone miliknya. Tapi secara tiba-tiba nomor telepon Lukas itu hilang dari handphone-nya. Begitu juga dengan nomor keluarga Firman lainnya yang kebetulan hilang juga. Firman yang semakin ketakutan pun lantas kembali lari keluar dari dalam kamarnya.
Firman berteriak dengan begitu kencangnya untuk meminta tolong. Mungkin akan ada bantuan dari warga yang akan menolong Firman. Hingga Firman tidak akan sendirian lagi di rumahnya.
Teriakan dari seorang Firman langsung menarik perhatian para warga. Mereka secara sukarela datang ke rumah Firman untuk menolong Firman. Mungkin Firman membutuhkan bantuan dari warga, sehingga dia bisa lebih tenang lagi.
Firman terlihat begitu bersyukur dengan kehadiran para warga. Di mana Firman langsung menceritakan bagaimana dirinya yang di teror habis-habisan oleh sosok hantu dari Sarman.
Beberapa warga mulai tidak percaya dengan ucapan dari Firman. Mereka tidak mengenal Sarman, sehingga mereka menganggap apa yang di ceritakan oleh Firman adalah kebohongan semata. Sehun mereka pun langsung pergi dari rumah Firman.
Firman terlihat bersedih dengan apa yang terjadi pada dirinya. Ucapan dari seorang Firman tidak di percaya oleh semua warga. Padahal apa yang di ceritakan oleh Firman adalah sebuah kebenaran. Firman pun terus memanggil para warga untuk bisa membantu dirinya.
__ADS_1
Sosok arwah dari Sarman sendiri adalah sosok kuntilanak yang selama ini menjadi bagian dari pesugihan yang di lakukan oleh seorang Firman. Sosok Kuntilanak itu memang menjadi sosok yang melakukan segala cara agar Firman tetap menjadi budaknya. Sehingga Firman akan semakin tersesat, menjadi manusia yang tersesat seutuhnya.