
Firman begitu bahagia saat begitu tiba di rumahnya. Namun baru akan masuk ke dalam gerbang rumahnya. Sekelompok warga dengan kertas besar yang berisikan penolakan terhadap Firman berkumpul. Mereka menyuarakan penolakan terhadap kepulangan seorang Firman di kampung mereka. Para warga khawatir mereka akan menjadi tumbal dari seorang Firman.
Tentu rasa antusiasme dari seorang Firman seketika runtuh dengan apa yang di katakan oleh para warga. Ini menjadi hal buruk bagi seorang Firman untuk bisa semangat dalam menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Firman.
"Ada apa ini, kenapa kalian orasi di rumah adik ipar saya?" tanya Darwis dengan wajah bingung.
"Kita semua datang ke rumah Pak Firman untuk menyampaikan aspirasi kami Pak." jawab salah seorang warga.
"Aspirasi apa?" tanya Lukas.
"Kami tidak ingin Pak Firman untuk tinggal di kampung kami lagi. Kami khawatir kampung kami akan di teror oleh sosok Kuntilanak yang selama ini menjadi peliharaan Pak Firman." jawab warga lainnya.
Sosok Kuntilanak yang sudah mulai Firman lupakan, kembali ke ingatannya. Ini hal yang buruk bagi seorang Firman, sebab perihal Kuntilanak itu. Firman benar-benar sudah tidak berhubungan lagi dengan sosok mahluk halus tersebut.
__ADS_1
"Sumpah demi Allah, Saya sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan Kuntilanak itu lagi. Jadi jangan pernah mengaitkan Saya dengan Kuntilanak itu lagi." ucap Firman meyakinkan.
"Kamu tidak percaya dengan apa yang Pak Firman katakan. Kami tetap khawatir Pak Firman akan kembali bersekutu dengan Kuntilanak itu kembali." sahut warga lainnya.
Melihat penolakan keras dari warga, Firman akhirnya menyerah. Dia tidak akan tinggal di rumahnya kembali. Mungkin Firman dan kedua anaknya harus pindah rumah, demi mendapatkan tempat tinggal baru.
Di rumah Darwis pun Firman tidak akan di terima. Mungkin Tini dan Lutfhi sudah membuatkan sebuah rencana lainnya untuk membuat seorang Firman di tolak tinggal di kampung Darwis. Sehingga Firman harus bisa lebih bersabar lagi dalam menghadapi ujian tersebut.
Sandra nampak masih belum ikhlas. Dia masih ingin tetap tinggal di rumah mewahnya tersebut. Ada banyak kenangan yang terlukis di rumah mewahnya itu. Hingga berat bagi seorang Sandra untuk meninggalkan rumah tersebut.
Tak hanya Sandra yang belum begitu ikhlas meninggalkan rumahnya. Sandi juga benar-benar berat untuk pergi dari rumah mewah tersebut. Dia merasa rumah itu sudah sangat nyaman untuk dia tinggali. Walaupun sempat ada teror dari Kuntilanak peliharaan Firman. Namun tetap saja, rumah itu adalah rumah terbaik yang bisa menjadi tempat bernaung bagi seorang Sandi.
Sandi cukup kecewa dengan seorang sikap para tetangganya tersebut. Padahal Sandi selama ini selalu menunjukkan sikap yang cukup baik pada semua tetangganya. Namun semua kebaikan yang Sandi tunjukkan, tidak berbalas dengan sebuah kebaikan. Sandi justru mendapat perlakuan yang kita g baik dari para tetangganya. Ini benar-benar seperti air susu di balas air tuba.
__ADS_1
Tak ingin ada keributan di depan rumah Firman. Akhirnya Darwis pun mengajak semuanya untuk kembali masuk ke dalam mobil. Mungkin mereka akan mencari rumah kontrakan yang sederhana, sebelum mereka bisa berdiskusi kembali dengan para warga akan keberadaan Firman di rumahnya.
"Kenapa mereka masih percaya omongan Bibi Tini dan Paman Lutfhi. Bukankah mereka adalah seorang penyebar fitnah." ujar Sandra dengan kesalnya.
"Aku benci Paman Lutfhi. Aku juga tak suka dengan Bibi Tini. Gara-gara mereka berdua, hidup kita menjadi susah." balas Sandi.
"Kalian tidak boleh berbicara seperti itu. Bagaimana juga, mereka adalah Paman dan Bibi kalian. Jadi sudah seharusnya kalian hormat pada mereka berdua." ujar Lukas.
Firman di dalam hatinya bergumam. Dia menyadari kesalahan yang telah di buat oleh dirinya selama ini. Dia sering menjegal usaha dari seorang Lutfhi. Tak heran Lutfhi begitu membenci sosok seorang Firman. Padahal Lutfhi tidak pernah salah apapun pada Firman saat itu.
"Mungkin ini yang di sebut karma untuk diriku. Bagaimana juga, dahulu aku sering menyakiti Lutfhi dan Tini sebagai adik dan adik iparku. Kini mereka membalas apa yang telah aku perbuat pada mereka berdua. Seharusnya aku bisa legowo dengan apa yang mereka lakukan padaku di saat ini." ucap Firman di dalam hatinya.
Melihat Firman yang kembali bersedih, Lukas mencoba menghiburnya. Dia mengatakan jika warga hanya belum bisa, bukan artinya mereka akan selamanya menolak. Jadi Firman tidak harus khawatir akan hal tersebut. Semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
Firman pun berharap hal baik akan datang pada dirinya. Di mana dia akan di terima kembali oleh warga sebagai seorang warga biasa. Tidak mengingat pada pesugihan yang di lakukan oleh seorang Firman di masa lalu. Masa di mana Firman benar-benar terobsesi oleh surga dunia yang fana. Hal yang Firman sesali dalam hidupnya.
Tini yang menghasut para warga untuk menolak kepulangan dari Firman ke rumahnya sendiri. Merasa puas dengan apa yang di lakukan oleh dirinya. Tini merasa menang dengan apa yang telah di perbuat oleh dirinya tersebut. Hingga Tini berharap Firman akan selamanya menderita. Dendam seorang Tini pada Firman pun terbayar dengan tuntas.