Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lukas Mengajak Sandra Dan Sandi Kembali Ke Kampung Halamannya


__ADS_3

Melihat pembangunan sekolah yang tengah di gagas oleh dirinya. Lukas yang sengaja membawa Sandra dan Sandi ke proyek sekolah tersebut. Terlihat begitu antusias saat membawa kedua sepupunya untuk melihat kondisi sekolahnya saat ini. Ini akan menjadi bagian tak terlupakan bagi keduanya untuk melihat sekolah agama yang akan segera selesai tersebut.


Selain melihat kondisi bangunan sekolah yang hampir jadi. Lukas juga mengajak Sandra dan Sandi untuk bertemu dengan seorang haji Sholeh. Dia adalah orang yang saat ini membiayai sekolah bagi keduanya. Mengingat Lukas tidak menggunakan uang dari harta Firman. Lukas khawatir, jika dia menggunakan uang itu. Akan ada petaka baru yang akan terjadi pada kedua anak Firman tersebut. Hingga Lukas pun lebih memilih untuk menggunakan uang yang di berikan oleh haji Sholeh dalam membiayai sekolah keduanya.


Baru tiba di pintu masuk kampung, Lukas dan kedua anak Firman sudah mendapatkan respon yang buruk dari warga sekitar. Mereka takut kedatangan dari kedua anak Firman akan menjadi petaka baru bagi warga kampung. Mungkin teror akan kembali muncul pada warga kampung dengan keberadaan dari kedua di kampung mereka. Sehingga tidak ada kehangatan bagi kedua anak Firman saat berada di kampung Lukas.


Melihat respon warga kampung yang kurang baik pada kedua anak Firman. Lukas tidak memperdulikan semuanya. Dia tetap berusaha untuk menunjukkan bagaimana dirinya bisa tampil lebih baik lagi. Dia tetap menyapa warga kampung yang mereka temui. Sehingga Lukas dan kedua anak Firman pun kerap singgah di salah satu rumah warga untuk sekedar menyapa saja.


Sebenarnya Sandra dan Sandi masih cukup trauma dengan apa yang terjadi. Mereka masih ingat betul, bagaimana pilihan warga kampung yang meminta keduanya untuk pergi dari kampung. Itu cukup membekas dalam dirinya, sehingga keduanya masih cukup takut untuk bisa kembali ke kampung tersebut. Apalagi Sandra yang lebih takut ketika bertemu dengan warga kampung yang saat itu mengusir dirinya dan Sandi. Itu cukup membekas dalam ingatan seorang Sandra. Hingga dia begitu ketakutan saat bertemu dengan warga kampung di hari ini.


Lukas pun mencoba menenangkan Sandra yang penuh dengan ketakutan. Dia mengatakan jika Sandra tidak harus takut sama sekali. Semuanya akan baik-baik saja untuk di hari mendatang. Jadi Sandra tidak harus takut dengan apa yang akan terjadi pada dirinya. Semuanya akan baik-baik saja untuk Sandra dan Sandi. Semua orang akan melupakan kejadian yang ada. Sehingga keduanya tidak harus takut dengan apa yang akan terjadi pada mereka berdua.


Sandi pun turut memompa semangat Sandra untuk tidak takut dengan kenangan buruk yang pernah terjadi pada mereka berdua. Dia mengatakan pada Sandra untuk tetap fokus pada tujuan yang ada. Hingga Sandi meminta Sandra untuk selalu semangat dalam menghadapi hal yang mungkin buruk pada dirinya.

__ADS_1


Sandra pun mulai bisa lebih tenang lagi dengan apa yang di lakukan oleh Sandi pada dirinya. Dia mulai tak takut lagi, Sandra justru mulai lebih percaya diri untuk bertemu orang-orang di kampung. Hingga Sandra bisa lebih yakin lagi dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Sandra terlihat begitu senang dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dia mengaku bahwa dirinya bisa lebih menikmati apa yang akan terjadi pada dirinya. Benar apa yang di ucapkan oleh seorang Sandi pada dirinya. Semuanya akan baik-baik saja, tidak akan terjadi hal buruk pada seorang Sandra. Itu hanya bayangan masa lalu bagi seorang Sandra dan Sandi, keduanya harus selalu bisa melangkah maju untuk melupakan semua yang terjadi pada keduanya..


Lukas pun senang dengan apa yang di lakukan oleh Sandi pada Sandra. Sandi menjalankan tugasnya dengan baik sebagai seorang kakak. Itulah yang harus di lakukan oleh seorang Sandi pada seorang Sandra. Dia benar-benar bertanggung jawab dengan apa yang ada. Tidak harus takut dengan apapun itu. Sandi harus bisa lebih percaya diri lagi dalam bertindak, hingga dia bisa lebih yakin dengan apa yang dia lakukan.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelehkan dengan berjalan kaki. Akhirnya ketiganya tiba juga di pembangunan sekolah milik Lukas. Mereka bertiga begitu terkejut dengan bangunan sekolah yang sudah terlihat begitu indah. Hingga mereka bertiga terlihat sangat menyukai dengan bangunan sekolah yang sangat baik itu. Hanya tinggal menunggu proses pengecatan yang akan di lakukan oleh tukang bangunan tersebut. Maka semuanya akan terlihat semakin baik lagi.


Sandi dan Sandra juga tidak menyangka bangunan sekolah yang Lukas bangun itu begitu indah. Mereka juga tertarik untuk belajar ilmu agama nanti di bangunan sekolah tersebut. Hal yang sudah sangat di rindukan oleh keduanya. Belajar ilmu agama lebih dalam lagi.


Lukas pun berterima kasih pada seluruh pekerja yang sudah bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab. Itu yang ingin Lukas sampaikan pada setiap pekerja. Mereka bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab. Terkadang masih banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan rasa tanggung jawab. Makanya mereka bekerja secara asal-asalan.


Puas melihat bangunan sekolah yang sudah hampir jadi. Kini Lukas mulai mengajak kedua anak Firman untuk bertemu dengan haji Sholeh. Ini akan jadi pertemuan pertama bagi kedua anak Firman bertemu dengan haji Sholeh. Mereka mungkin akan menyukai sosok haji Sholeh yang terkenal dermawan itu. Hingga Lukas sudah tidak sabar untuk memperkenalkan keduanya pada haji Sholeh.

__ADS_1


Sandi dan Sandra juga tak sabar untuk segera bertemu dengan haji Sholeh. Mungkin mereka akan sangat senang bisa bertemu dengan haji Sholeh. Sebab pertemuan itu akan menjadi pertemuan yang cukup mengesankan bagi keduanya. Mereka akan bertemu dengan sosok yang selama ini membantu keduanya dalam biaya sekolah. Ini menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi Sandi dan Sandra.


"Sandra sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sosok haji Sholeh itu. Pasti dia adalah seorang yang baik." ucap Sandra sambil berjalan.


"Sandi juga sudah tidak sabar Kak Lukas. Sandi ingin mengucapkan banyak terima kasih pada haji Sholeh yang telah membiayai sekolah Sandi." timpal Sandi.


"Nanti kalian akan bertemu juga dengan beliau. Dia memang sosok yang dermawan. Sehingga tak heran kalian berdua bisa mendapatkan kebaikan dari beliau." ujar Lukas.


Perjalanan menuju rumah haji Sholeh akhirnya tiba juga. Lukas serta Sandra dan Sandi pun akhirnya tiba di hadapan rumah haji Sholeh. Ketiganya begitu bahagia dengan apa yang ada. Hingga ketiganya langsung menyalami haji Sholeh yang baru pulang dari rumah kerabatnya.


Haji Sholeh sendiri menyambut kedatangan Lukas dan kedua sepupunya dengan perasaan penuh kegembiraan. Dia langsung mempersilakan Lukas dan kedua sepupunya itu masuk ke dalam rumahnya. Sebelum beberapa hidangan langsung di sajikan oleh haji Sholeh pada ketiganya.


Sandra dan Sandi pun langsung mengucapkan banyak terima kasih pada seorang haji Sholeh yang telah membantu mereka berdua. Keduanya akan selalu ingat dengan kebaikan dari haji Sholeh yang begitu besar. Bahkan kedua siap membalas semua kebaikan dari haji Sholeh itu di masa yang akan datang. Di mana keduanya siap membalas semuanya dengan baik.

__ADS_1


Haji Sholeh tidak mengharapkan imbalan dari apa yang telah di lakukan oleh dirinya. Haji Sholeh hanya meminta pada keduanya untuk terus belajar dengan lebih giat lagi. Mungkin dengan cara itu, mereka akan bisa lebih baik lagi dalam belajar. Tidak harus terbebani dengan apa yang ada. Mereka harus bisa jauh lebih percaya lagi dalam semuanya. Semua akan baik-baik saja pada merek berdua. Tidak harus terpikir untuk membalas semua kebaikan dari seorang haji Sholeh dengan tindakan apapun. Semuanya akan baik-baik saja untuk Sandra dan Sandi di masa yang akan datang.


"


__ADS_2