
Membawa sebuah kotak perhiasan, Tini mendatangi kediaman Kinasih. Kedatangan dari Tini di hari ini, memiliki maksud untuk merayu Kinasih agar meminta seorang Baim kembali bekerja di proyek Lutfhi. Dengan bantuan dari Kinasih, Tini yakin, Baim akan menerima tawaran dari Lutfhi tersebut. Mengingat Baim adalah seorang suami yang takut Istrinya sendiri. Itu akan menjadi hal yang mudah bagi seorang Kinasih untuk bisa merayu seorang Baim agar kembali ke proyek.
Kedatangan Tini sendiri di sambut meriah oleh seorang Kinasih. Apalagi Tini datang dengan barang-barang mewah. Itu menjadi sebuah perhatian tersendiri bagi seorang Kinasih. Dia menyukai seseorang yang tampil glamor seperti Tini saat ini. Hingga Kinasih acap kali berkumpul dengan kelompok sosialita yang memiliki harta yang melimpah.
Kinasih dengan manis menawarkan segelas minuman yang akan di minum oleh seorang Tini. Namun Tini yang tidak ingin membuat repot kakaknya tersebut, memilih untuk tidak di bawakan minum oleh Kinasih. Bagi Tini, keberadaan air tidak terlalu penting saat ini. Dia hanya ingin mengobrol santai saja dengan Kinasih.
Kinasih yang sudah siap pergi ke dapur, akhirnya mengurungkan niatnya. Dia kembali duduk di samping seorang Tini, sebelum keduanya asyik mengobrol banyak hal.
"Kamu mau apa yah Tini datang ke rumah aku?" tanya Kinasih dengan wajah penasaran.
"Aku hanya ingin bertanya sesuatu pada kamu." jawab Tini.
__ADS_1
"Tanya apa?" Kinasih semakin penasaran.
"Apa kamu tidak ingin suami kamu kembali bekerja di proyek suami aku. Aku dengar, dia bakal kasih gaji yang besar buat suami kamu." ucap Tini menyakinkan.
Mendengar gaji yang besar, tentu Kinasih langsung tertarik dengan tawaran yang di berikan oleh seorang Tini. Ini kesempatan yang baik bagi seorang Kinasih untuk bisa membuat semuanya menjadi lebih nyata. Mungkin saja, ini kesempatan yang akan membuat dia kembali bisa hidup mewah. Apalagi Tini menjanjikan sebuah gaji yang besar. Kinasih jangan sampai melewatkan kesempatan emas tersebut.
"Memang Lutfhi mau bayar berapa untuk suami aku?" tanya Kinasih dengan penasaran.
"Sebagai bentuk ucapan permintaan maaf dari suami aku, dia akan memberikan gaji 2 kali lipat dari gaji sebelumnya." jawab Tini menyakinkan.
"Untuk apa aku berbohong, aku mengatakan apa yang sebenarnya saja. Itu juga jika suami kamu mau untuk bekerja di proyek itu kembali." ucap Tini.
__ADS_1
Kinasih sudah bisa membayangkan bagaimana diri akan mendapatkan banyak uang dari gaji yang akan di terima oleh seorang Baim dari Lutfhi. Gaji yang cukup besar akan di terima oleh Baim dari Lutfhi. Mungkin Baim harus menurunkan egonya, sebab dengan gaji itu Baim dan Tini bisa hidup mewah lagi.
Namun Baim tempo hari saja menolak permintaan dari Kinasih untuk bekerja kembali. Hingga Kinasih harus memiliki cara yang efektif untuk bisa merayu Baim agar mau untuk bekerja kembali sebagai mandor di proyek seorang Lutfhi.
"Tapi apakah aku bisa mendapatkan bonus, jika suami aku mau bekerja lagi di proyek suami kamu Tin?" tanya Kinasih.
Tini benar-benar tidak mengerti dengan Kinasih yang benar-benar seorang yang kaya duitan. Ini benar-benar menjadi hal yang tidak wajib di contoh. Kinasih begitu gila pada uang, tak heran Baim tertekan selama pernikahan dengan seorang Kinasih. Sebab Kinasih adalah seorang yang memang gila pada harta. Dia begitu mencintai uang, hingga tidak memperdulikan apapun. Di otaknya hanya ada uang saja, tidak ada hal lainnya.
"Tentu ada bonus juga buat kamu. Aku akan kasih beberapa koleksi perhiasan aku buat kamu. Tapi dengan catatan, kamu harus benar-benar bisa merayu suami kamu itu untuk kembali bekerja di proyek suami aku. Jika tidak, maka kamu tidak akan mendapatkan apa-apa." Janji seorang Tini.
Kinasih langsung memegang tangan Tini dengan perasaan gembira. Dia mengatakan jika dirinya siap untuk membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Kinasih siap membuat Baim mau untuk kembali bekerja di proyek seorang Lutfhi. Kinasih siap memastikan itu menjadi sebuah kenyataan bagi seorang Tini.
__ADS_1
"Aku pastikan, suami aku akan kembali bekerja di proyek itu. Kamu tinggal siapkan saja perhiasan yang akan kamu berikan padaku. Itu semua hal yang mudah untukku. Dia pasti akan segera bekerja di proyek itu." ucap Kinasih.
Tini pun langsung memberikan senyuman khasnya. Senyuman kebahagiaan akan Baim yang akan kembali bekerja pada proyek Lutfhi. Tini merasa ini adalah berita yang baik. Sehingga bisa meredakan ketakutan dari seorang Lutfhi akan teror yang mungkin akan datang pada dirinya akan kedua anaknya. Tini sudah melakukan semuanya dengan begitu baik, dia hanya tinggal menunggu semuanya menjadi kenyataan saja. Bagaimana seorang Baim akan menjadi tumbal selanjutnya. Tumbal yang akan membalaskan rasa amarah yang ada pada diri seorang Lutfhi. Begitu juga akan menghilangkan rasa takut dari Tini dan Lutfhi akan keselamatan anak-anaknya. Sebab bukan tidak mungkin, jika bukan Baim yang akan di tumbalkan. Maka salah satu anak Tini dan Lutfhi akan menjadi tumbal dari Genderuwo miliknya sendiri. Hal yang paling di takutkan oleh keduanya.