
Lutfhi menghela nafas terlebih dahulu, sebelum mengambil keris itu di dalam lemari bajunya. Lutfhi sudah tidak sabar untuk membakar keris yang membuat keluarganya menjadi tidak tenang. Mungkin ini cara yang terbaik yang harus di lakukan oleh Lutfhi. Mengingat cara ini adalah cara yang ampuh untuk menghancurkan Genderuwo yang bersemayam di dalam keris tersebut.
Lutfhi meludahi keris itu. Tidak lupa dia memaki keris yang membuat Keluarganya hampir mati. Keris pun seolah menjadi penyebab segala kekacauan yang melanda kelurga Lutfhi saat ini. Dia membenci keris tersebut seperti dirinya membenci musuh-musuhnya selama ini. Lutfhi merasakan hal tersebut. Itu yang buat Lutfhi merasa tidak nyaman sama sekali.
Lutfhi pun siap membawa keris itu menuju Tini yang sudah menunggu dirinya di depan rumah. Tini sudah siap dengan korek api serta minya yang akan membakar keris itu secara perlahan. Mungkin keris itu akan segera musnah dalam hitungan menit. Mengingat minyak yang di gunakan akan cepat membakar keris yang terbuat dari besi tersebut.
Tini sudah menyiapkan sebuah wadah besar yang terbuat dari baja untuk membakar keris tersebut. Sehingga mereka sudah siap membakar keris tersebut dengan segera. Tini juga sudah menyiapkan beberapa batang kayu untuk memudahkan proses pembakaran. Itu akan menjadi salah satu cara yang paling tepat di lakukan oleh Tini dan Lutfhi. Mereka akan melakukan itu semua dalam hitungan detik. Semuanya akan berubah, Lutfhi dan Tini akan mengakhiri pesugihan yang selama ini mereka kerjakan.
Begitu Tini sudah menyalakan api di dalam wadah besar itu. Lutfhi pun langsung melempar keris itu masuk ke dalam wadah yang berisi api menyala. Seketika keris itu terbakar, namun baru beberapa menit terbakar. Lutfhi dan Tini mulai merasakan hawa panas yang teramat. Keduanya terlihat begitu kepanasan dengan apa yang ada. Hingga mereka berdua terlihat begitu tidak tahan dengan udara panas yang begitu menyengat.
Lutfhi dan Tini langsung masuk ke dalam rumah mereka. Namun, bukannya mereka mulai merasa dingin saat berada di dalam rumah mereka. Keduanya justru malah semakin merasakan sensasi yang terbakar.
__ADS_1
Tidak lama, kulit Lutfhi dan Tini pun perlahan mulai berubah. Di mana kulit keduanya timbul bercak merah seperti orang yang terbakar. Belum lagi sensasi panas yang ada di kulit mereka. Perlahan membuat keduanya merasakan sensasi yang begitu buruk. Lutfhi dan Tini pun mulai semakin tidak tahan dengan rasa panas yang membakar tubuh mereka tersebut.
Lutfhi masuk ke kamar mandi, dia menyiramkan beberapa gayung air ke tubuhnya. Begitu juga dengan Tini yang langsung masuk ke dalam kolam renang di depan rumahnya. Keduanya berusaha menghilangkan rasa panas yang membakar tubuh mereka masing-masing.
Tini dan Lutfhi tetap tidak bisa menghilangkan rasa panas yang membakar tubuh mereka tersebut. Keduanya tetap merasakan rasa panas yang teramat. Hingga keduanya mengerang rasa panas yang begitu kuat. Apalagi ada bercak merah yang timbul saat itu. Ini semakin menunjukkan indikasi dari keduanya yang seperti di bakar di dalam api yang membara.
Lutfhi dan Tini yang masih sama-sama kepanasan. Kembali bertemu di dekat kolam renang. Keduanya mulai curiga rasa panas itu, akibat keris yang mereka bakar. Mereka seperti terpanggang dalam sebuah api yang menyala. Satu-satunya benda yang terbakar adalah keris tersebut. Sehingga Lutfhi dan Tini curiga rasa panas itu timbul dari keris yang di bakar oleh mereka berdua.
Perlahan rasa panas yang ada di tubuh Tini dan Luthfi pun hilang. Mereka sudah tidak merasakan sensasi panas yang sama. Keduanya sudah kembali membaik dengan apa yang ada. Tidak ada lagi rasa panas seperti yang di rasakan oleh keduanya sebelumnya. Apalagi Lutfhi dan Tini kini begitu merasakan rasa dingin. Mungkin itu di sebabkan oleh air yang mereka siramkan ke dalam keris tersebut.
Lutfhi dan Tini pun berasumsi, jika tubuh keduanya sudah menyatu dengan keris tersebut. Sehingga mereka sudah tidak bisa di pisahkan dengan keris itu. Jika keris itu terbakar, mungkin tubuh mereka juga akan turut terbakar. Begitu pun saat keris itu di pukul. Mungkin mereka juga akan merasakan sakit yang sama.
__ADS_1
Tini yang penasaran akan hal tersebut, langsung mempraktekkan secara langsung. Mengambil sebuah batu besar, Tini langsung memukulkan batu itu pada keris yang di pegang oleh Lutfhi. Sontak mereka berdua merasa rasa sakit di bagian yang sama. Keduanya merasakan rasa sakit di bagian paha kanannya.
Ternyata benar apa yang Lutfhi asumsikan. Jika keris itu sudah menyatu dengan tubuh dari Lutfhi dan Tini. Sehingga apa yang akan terjadi pada keris tersebut. Mungkin saja akan terjadi pada Lutfhi dan Tini juga.
Lutfhi dan Tini pun mulai menyesali perbuatan yang telah di lakukan oleh mereka berdua. Seandainya dulu mereka tidak bernafsu untuk memiliki kekayaan dengan jalur yang instan. Mungkin saja mereka tidak akan mengalami hal yang sama seperti saat ini terjadi. Sayangnya mereka lalai, sehingga mereka pun harus mengalami hal yang sama seperti saat ini mereka alami.
Penyesalan dari Lutfhi dan Tini sebenarnya belum terlambat. Namun sayangnya mereka yang sombong, tidak pernah meminta bantuan pada Allah yang maha kuasa. Keduanya selalu merasa bisa menyelesaikan semua urusan mereka dengan tangan mereka sendiri. Tidak harus ada campur tangan dari pihak lain yang akan membuat semuanya menjadi lebih runyam lagi.
Tini dan Lutfhi padahal bisa meminta bantuan pada Allah SWT. Namun mereka terlalu sombong, angkuh dan percaya diri. Sekali pun mereka dalam keadaan lemah. Mereka tetap mengusahakan segala hal oleh dirinya sendiri. Padahal mereka hanyalah mahluk yang lemah, tidak memiliki daya untuk mengubah segalanya menjadi lebih baik lagi.
Lutfhi dan Tini justru ingin datang ke dukun yang di anggap oleh dirinya memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menenangkan Genderuwo yang selama ini meneror dirinya. Genderuwo itu mungkin saja akan meneror Lutfhi, tapi tidak dengan dukun yang akan di sewa oleh Lutfhi. Mungkin dukun itu bisa membantu Lutfhi dalam menyelesaikan masalah yang saat ini sedang di hadapi oleh dirinya. Dukun akan menyelesaikan semuanya menjadi lebih baik lagi. Tidak akan lagi berubah seperti seharusnya di lakukan oleh dirinya. Lutfhi akan selamat dari ancaman yang mungkin saja menghadang langkahnya. Begitu juga teror yang selama ini terus menyerang dirinya. Lutfhi akan segera menyudahi itu semua. Semuanya akan terlihat baik-baik saja.
__ADS_1