
Pecahnya salah satu patung yang ada di pabrik miliknya, harus di ganti Tini dan Lutfhi dengan sebuah tumbal beberapa ekor kerbau. Ini sangat di sukai oleh Genderuwo itu, dia akan menyantap semua darah segar yang keluar dari kerbau yang nantinya di sembelih oleh Lutfhi.
Namun sebelum melakukan proses penyembelihan pada beberapa ekor kerbau miliknya. Lutfhi pun memutuskan untuk memecat salah seorang karyawannya yang telah memecahkan patung jimat tersebut. Padahal itu hanya patung biasa, tapi tidak dengan Lutfhi yang telah mengisi patung itu dengan jimat penglaris.
Karyawan yang bernama Ica itu pun memohon pada Lutfhi untuk tidak di pecat. Dia mengaku banyak orang yang akan kesusahan, jika dirinya di pecat. Ada adiknya yang masih sekolah, ibunya yang sakit serta beberapa saudaranya yang menggantungkan hidup pada seorang Ica.
__ADS_1
Itu bukan urusan bagi seorang Lutfhi. Kesalahan dari seorang Ica tetap tidak bisa di tolerir lagi. Lutfhi pun tetap memutuskan untuk memutuskan kontrak Ica bekerja di pabrik bakso miliknya.
Tangis Ica seketika pecah begitu saja, dia terlihat begitu tak percaya dengan keputusan dari Lutfhi. Ica pun merasa begitu sakit hati dengan apa yang di lakukan oleh Lutfhi. Dia hanya memecahkan sebuah patung saja, tapi Lutfhi menghukum Ica dengan sebuah hukuman yang berat. Itu menjadi sebuah kesialan tersendiri bagi Ica.
Usai memutuskan untuk memecat Ica, Lutfhi pun kini bersiap untuk menghadiri penyembelihan hewan yang akan di tumbalkan pada Genderuwo miliknya. Dengan kerbau itu, Lutfhi berharap tidak ada lagi kasus kesurupan yang mungkin akan terjadi di pabriknya di masa mendatang. Ini menjadi salah satu syarat mutlak yang di berikan oleh Genderuwo itu. Dia menginginkan darah segar dari beberapa kerbau yang akan di sembelih oleh Lutfhi.
__ADS_1
Namun ada sedikit perasaan lega dari seorang Lutfhi. Di mana dia merasa itu adalah hal yang harus Lutfhi lakukan untuk membuat Genderuwo miliknya tidak akan lagi mengganggu pabriknya, apalagi sampai membuat karyawan di pabriknya tersebut kesurupan masal. Hal yang tidak boleh kembali terjadi di pabriknya tersebut.
Begitu kerbau itu telah di sembelih, Lutfhi pun meminta daging dari kerbau itu di bagikan pada setiap warga. Beberapa karyawan di pabriknya di tugaskan untuk membagikan daging kerbau itu pada warga sekitar. Sehingga mereka bisa merasakan daging kerbau yang di sembelih oleh Lutfhi.
Baru juga di beberapa rumah, para warga menolak untuk menerima daging kerbau yang di bagikan oleh karyawan pabrik Lutfhi. Mereka takut akan stigma buruk yang telah selama ini melekat pada seorang Lutfhi. Di mana mereka takut menjadi tumbal, jika mereka makan daging pemberian dari seorang Lutfhi.
__ADS_1
Penolakan yang di lakukan oleh para warga, sedikit membuat Lutfhi marah. Dia merasa para warga itu adalah orang-orang yang tidak bersyukur. Mereka menolak daging kerbau yang di berikan oleh seorang Lutfhi. Padahal daging itu tidak beracun dan masih dalam keadaan segar. Hanya karena takut, mereka menolak daging dari seorang Lutfhi.
Lutfhi yang murka pada warga di sekitar pabrik. Seketika membakar seluruh daging itu. Dia merasa para warga terlalu percaya akan Lutfhi yang akan menjadikan mereka tumbal.