Jimat Warisan

Jimat Warisan
Tangis Misna


__ADS_3

Misna langsung menjatuhkan handphone miliknya, saat menerima panggilan telepon dari seorang polisi. Lemas seluruh tubuh Misna, mendengar kecelakaan yang terjadi pada Adi. Mungkin ini menjadi kabar paling buruk yang harus di terima oleh Misna. Dia harus mendapatkan kabar yang kurang baik akan anaknya tersebut.


Tak hanya Misna yang begitu bersedih dengan kabar kecelakaan yang terjadi pada Adi. Istri Misna yang bernama Saroh, juga tak bisa menahan kesedihan akan kecelakaan yang terjadi pada anaknya tersebut. Saroh jatuh pingsan saat Misna mengabarkan berita kecelakaan yang terjadi pada Adi. Dia tidak bisa menahan tubuhnya untuk tetap berdiri tegak. Seluruh tubuhnya di rasa mati rasa oleh seorang Saroh.


Fadil yang merupakan adik dari Adi, juga tak bisa menyembunyikan rasa kesedihan akan kehilangan kakak tercintanya. Namun untuk membuat keluarga kecilnya tetap bisa kuat. Fadil sengaja tidak menangis di hadapan kedua orangtuanya. Dia berusaha tegar dengan apa yang terjadi. Fadil tetap melakukan hal yang terbaik untuk membuat ibu dan bapaknya lebih kuat lagi.


Menunggu Saroh kembali siuman, Misna pun mengabarkan berita kecelakaan dari Adi pada seluruh anggota keluarganya. Kabar itu pun langsung terdengar ke telinga Lukas. Hingga dia langsung datang ke rumah pamannya itu, untuk memberikan ucapan belajar.


Lukas juga siap mengantar Misna untuk datang ke rumah sakit, menjemput jenazah Adi yang berada di ruang jenazah. Lukas pikir ini adalah pukulan paling berat bagi keluarga Misna. Sebab Adi adalah anak sulung dari Misna yang selama ini Misna begitu cintai. Adi pula yang di harapkan oleh Misna kelak menjadi seorang yang akan meneruskan usaha Misna di bidang makanan ringan.

__ADS_1


Tapi takdir berkata lain, Misna justru harus kehilangan Adi dalam sebuah insiden yang besar. Insiden yang mengharuskan Misna berpisah dengan Adi untuk selamanya. Mungkin itu akan menjadi hari yang paling sulit bagi seorang Misna dan Saroh.


Melihat Saroh yang tak kunjung sadarkan diri. Akhirnya Misna memutuskan untuk pergi bersama Lukas menjemput jenazah dari seorang Adi di kamar perawatan. Misna sudah tidak sabar untuk menjemput jenazah Adi yang sudah terbaring kaku di kamar jenazah tersebut.


Menggunakan motor bebek milik Lukas, Misna masih tak percaya anaknya itu akan pergi lebih dulu meninggalkan dirinya. Misna pun masih cukup di selimuti kesedihan yang parah. Dia masih tetap tak percaya akan kepergian dari Adi yang begitu cepat dalam hidupnya. Kepergian yang membuat seluruh dunia Misna terasa berhenti sejenak.


Misna pun mulai sedikit tenang dengan apa yang di sampaikan oleh Lukas pada dirinya. Lukas benar-benar membuat Misna kembali optimis dengan takdir yang harus di jalani oleh dirinya. Takdir yang berat, tapi coba Misna terima dengan lapang dada. Apalagi Misna harus kehilangan sosok Adi yang merupakan anak sulung dari dirinya yang begitu dia cintai.


Tiba di rumah sakit, Misna langsung datang ke kamar jenazah. Misna yang sempat tenang, kembali menangis ketika melihat tubuh Adi yang penuh dengan luka. Dia kembali menangis melihat tubuh Adi yang sudah di tutupi oleh selimut tersebut.

__ADS_1


Misna menangis sekencang-kencangnya di samping ranjang tempat Adi di baringkan. Misna tak mampu menahan tangisnya yang begitu berat dalam menerima kepergian seorang Adi. Misna tak kuat saat harus melihat wajah anaknya yang begitu polos.


Di samping jenazah Adi, Aisha yang merupakan pacar dari Adi. Juga terlihat begitu kaku. Kedua orangtua Aisha juga tak henti menangis melihat jenazah anaknya tersebut.


Ibu dari Aisha yang melihat Misna, langsung menghampiri Misna. Dia lantas menyalahkan kecelakaan yang terjadi pada Adi dan Aisha pada seorang Misna. Sebab Misna telah memberikan izin pada Adi untuk mengajak Aisha jalan-jalan menggunakan motornya. Hingga akhirnya Adi dan Aisha pun harus mengalami kecelakaan yang hebat. Hingga merenggut nyawa kedua sejoli tersebut.


Misna yang tak memberikan izin pada Adi untuk membawa motor tersebut. Merasa tidak berhak untuk di salahkan. Motor yang di bawa oleh anaknya tersebut, bukan motor milik Misna. Sehingga Misna tidak tahu jika Adi pergi membawa motor. Padahal Misna telah melarang Adi untuk pergi menggunakan motor.


Berbeda dengan istrinya, ayah dari Aisha terlihat lebih ikhlas dengan kepergian dari anaknya. Dia juga tidak menyalahkan Misna dan Adi. Ini adalah sebuah takdir yang harus di terima oleh dirinya. Tidak ada yang harus di salahkan dalam kejadian ini. Semuanya telah menjadi ketetapan yang maha kuasa.

__ADS_1


__ADS_2