Jimat Warisan

Jimat Warisan
Lutfhi Bertemu Dengan Anton


__ADS_3

Anton dengan pakaian meyakinkan mendatangi kediaman rumah dari Lutfhi. Kedatangan dari Anton sendiri adalah untuk menghadiri undangan yang di berikan oleh Lutfhi pada dirinya. Lutfhi ingin membahas lebih detail lagi, mengenai bisnis yang akan mereka lakukan. Mengingat bisnis tersebut sarat akan nilai uang yang besar.


Anton langsung di sambut baik oleh Lutfhi yang sudah menunggu dirinya sedari tadi. Berbagai hidangan makanan juga telah Lutfhi persiapkan di atas meja makan. Lutfhi begitu bersemangat untuk menyambut kedatangan dari seorang Anton. Hingga dia tidak sabar untuk membahas bisnis properti yang akan di buat bersama dengan Anton.


Anton duduk di sofa kecil milik Lutfhi. Sementara Lutfhi dan Tini yang duduk secara berurutan di samping kanan Anton. Lutfhi dan Anton baru saling mengenal beberapa minggu saja. Ucapan Anton yang manis, berhasil membuat Lutfhi tergoda untuk menginvestasikan sebagian besar uangnya pada seorang Anton. Padahal Anton adalah seorang penipu ulung yang kerap melakukan investasi bodong. Dengan kecerdikan yang di lakukan olehnya, Anton selalu berhasil kabur dari aparat terkait.

__ADS_1


Kepiawaian Anton dalam bertutur kata, telah membuat Lutfhi percaya dengan sepenuh hati pada Anton. Berulang kali Anton membawa nama Tuhan, semakin membuat Lutfhi percaya dengan tutur kata Anton yang memang pandai bersilat lidah tersebut.


Tak hanya Lutfhi saja yang kini mulai percaya pada seorang Anton. Tini yang awalnya sedikit ragu dengan keinginan Lutfhi untuk menjadi seorang pengusaha properti. Mulai yakin dengan apa yang diucapkan oleh Anton. Anton memang pandai dalam berbohong, hingga tak salah beberapa orang menjuluki Anton sebagai seorang penipu ulung.


Lutfhi dan Tini yang sudah tergiur dengan semua janji manis yang di sampaikan oleh Anton. Akhirnya menginvestasikan banyak uang mereka pada Anton. Tanpa ragu, Luthfi yang mengira Anton akan mengantarkan dirinya menjadi seorang pengusaha properti hebat. Tidak peduli dengan uang yang sudah di berikan pada Anton. Terpenting Lutfhi akan segera menjadi seorang pebisnis hebat di masa mendatang.

__ADS_1


Keduanya yang sudah termakan bujuk rayu dari Anton. Tidak bisa berpikir secara jernih lagi. Keduanya hanya ingin menjadi seorang pebisnis sukses yang akan membawa banyak uang di hari-hari mendatang.


Sebagai uang pangkal, Anton pun meminta Lutfhi dan Tini untuk melakukan transfer uang padanya sebesar setengah milyar rupiah. Lutfhi pun dengan mudahnya melakukan transfer pada Anton dengan uang yang di milikinya tersebut. Begitu juga dengan Tini yang tak ragu mengirimkan uang pada Anton dengan nominal yang sama. Keduanya berharap uang yang mereka investasi akan berbuah manis di tangan Anton.


Diakhiri dengan sebuah jabat tangan di antara keduanya. Anton pun izin pamit dari rumah Lutfhi dan Tini. Dia mengatakan harus segera mengurus proyek lainnya yang masih harus dia selesaikan.

__ADS_1


Lutfhi dan Tini pun mengantar Anton hingga keluar rumah. Begitu Anton pergi dari rumahnya. Lutfhi dan Tini langsung sumringah. Mereka yang yakin dengan semua ucapan dari Anton, tanpa pikir panjang siap untuk menjadi seorang pengusaha. Padahal uang yang telah mereka investasikan, di bawa kabur oleh Anton.


__ADS_2