
Belum seminggu di tinggal pergi oleh Baim. Kinasih mulai merasa kehilangan yang sangat besar. Dia tak menyangka Baim akan pergi secepat ini. Satu mimpi buruk Kinasih yang terjadi dengan begitu menyakitkan. Kinasih benar-benar tak mengira suaminya tersebut akan meninggal dalam sebuah insiden kecelakaan yang cukup mengenaskan. Sehingga dia tak bisa membayangkan betapa bersedihnya ia dengan kenyataan yang ada.
Kinasih terdiam dengan tatapan kosong mengarah keluar rumahnya. Dia tak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi janda muda yang harus di tinggalkan oleh suaminya sendiri. Mungkin Kinasih harus segera beradaptasi dengan situasi saat ini. Di mana dia harus mulai belajar untuk melepas ketergantungan dari dirinya pada sosok Baim. Dia mencari uang sendiri, tidak lagi bergantung pada Baim. begitu juga dengan hal kecil lainnya yang harus segera dia ubah. Sebab kini Kinasih sudah sendiri, tidak ada lagi Baim yang akan selalu memenuhi keinginan dari dirinya.
__ADS_1
Kinasih mulai bersedih saat dia membayangkan bagaimana sulitnya menjalani kehidupan tanpa sosok seorang suami. Mungkin ini akan jadi kesedihan yang paling besar bagi hidup Baim. Sebab kesedihan ini yang akan membuat semuanya menjadi lebih buruk lagi.
Kinasih baru merasakan sebuah kehilangan yang besar akan sosok Baim. Di awal-awal sama sekali tidak ada rasa kehilangan sedikit pun. Kinasih belum merasakan kehilangan seperti yang di rasakan oleh ibu mertuanya atau adik iparnya sendiri. Kinasih baru benar-benar kehilangan Baim, saat rasa sepi mulai mencambuk dirinya dengan kesedihan yang ada.
__ADS_1
Kinasih mendengar suara air yang jatuh dari ember. Ember itu sepertinya sudah penuh terisi air. Sehingga ada sedikit tumpahan air yang mulai terdengar. Kinasih pergi ke kamar mandi untuk mematikan kran air yang masih mengalir itu. Hingga tidak akan ada lagi air yang terbuang sia-sia.
Kinasih senang saat melihat handuk yang tergantung itu. Dia merasa ini seperti kenangan yang terulang dalam diri Kinasih. Baim belum sepenuhnya meninggal, dia masih bisa melihat bayangan Baim dalam handuk tersebut. Sehingga Kinasih masih bisa melihat bagaimana Baim ada dalam imajinasinya.
__ADS_1
Kinasih yang terlanjur senang dengan apa yang ada. Mulai mendekat ke arah handuk tersebut. Dia ingin menyentuh handuk itu, sama seperti ketika dia menyentuh tubuh suaminya tersebut. Kinasih mulai mengangkat tangan kanannya, sebelum dia benar-benar menyentuh handuk tersebut dengan sentuhan lembut.
Namun saat Kinasih akan menyentuh handuk itu, tiba-tiba handuk itu kembali berubah menjadi handuk biasa. Tidak seperti dalam bayangan sebelumnya yang berupa tubuh kekar Baim. Handuk itu berubah wujud menjadi wujud handuk biasa lagi. Padahal Kinasih sudah senang setengah mati dengan wujud tubuh Baim yang dia lihat. Namun secara tiba-tiba wujud tubuh Baim itu berubah dalam hitungan detik. Baim bukan menjadi Baim, melainkan menjadi sosok handuk yang seperti adanya. Tidak ada lagi bayangan tubuh Baim yang kekar. Melainkan menjadi handuk biasa yang tergantung di atas sebuah paku besar di kamar mandi.
__ADS_1