
"Hallo Mbak. Aku cuman ingin menyampaikan sesuatu sama Mbak." Firman menangis hebat.
"Sampaikan apa Man. Jangan buat Mbak penasaran seperti ini dong." Jawab Ima.
"Istri aku meninggal dunia Mbak." ucap Firman semakin histeris.
"Innalilahi. Kamu serius Man?" Ima terkejut.
Mendengar Ima mengucapkan kalimat belasungkawa, Darwis dan Lukas yang sedang makan siang bersama dengan Ima. Seketika terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Firman dalam sebuah panggilan telepon. Baik Lukas dan Darwis, sama-sama penasaran dengan orang yang telah meninggal dunia tersebut. Hingga Ima mengucapkan kalimat belasungkawa.
Begitu Ima mengakhiri panggilan telepon dari Firman. Darwis pun langsung menanyakan siapa yang telah meninggal. Tapi kata innalilahi juga bisa untuk seseorang yang telah mengalami musibah. Sehingga tidak semuanya bermakna untuk belasungkawa atas kematian seseorang.
__ADS_1
"Istri Firman telah meninggal dunia, tadi siang. Dia meninggal secara mendadak." ucap Ima dengan raut wajah kesedihan.
"Innalilahi. Kita harus melayat ke sana." balas Lukas dengan wajah sedihnya.
"Iya, kita harus melayat ke rumah Firman. Kita juga harus memberitahu pada seluruh anggota keluarga lainnya. Mungkin saja mereka akan melayat juga ke rumah duka." ujar Darwis.
Sehabis menyantap makan siang, seluruh anggota keluarga dari Darwis langsung bersiap-siap untuk datang ke rumah Firman. Namun sebelum mereka pergi, Lukas dan Darwis berniat untuk memberitahu anggota keluarga lain akan berita duka tersebut. Mungkin saja mereka ingin pergi melayat ke rumah Firman.
Lukas mengucap salam dengan begitu kerasnya. Berharap Tini dan Lutfhi akan segera keluar dari dalam rumahnya.
Kerasnya salam yang Lukas ucapkan, akhirnya membuat Lutfhi yang begitu terganggu. Langsung keluar menghampiri Lukas di depan gerbang rumahnya. Dia terlihat begitu kesal saat Lukas mengucap salam dengan begitu kerasnya. Padahal dengan pelan pun Lutfhi sudah mendengar salam yang di ucapkan oleh Lukas.
__ADS_1
"Kamu itu orang beradab, tapi gak ada sopan santun sama sekali. Mau apa kamu datang ke rumah saya?" ujar Lutfhi dengan begitu kesalnya.
Lukas langsung meminta maaf atas tindakan dari dirinya yang memang kurang sopan. Hingga Lukas langsung meminta maaf pada seorang Lutfhi yaah begitu terganggu dengan suara Lukas yang begitu keras.
Lukas lantas mengabarkan pada Lutfhi akan kematian dari istri seorang Firman. Lukas hendak mengajak Lutfhi untuk datang melayat ke rumah Firman. Mungkin itu bisa di lakukan oleh Lutfhi untuk membuat Firman kuat dengan cobaan yang tengah di hadapinya.
Lutfhi tersenyum dengan begitu lebarnya. Dia bahagia akan kematian dari istri Firman itu. Berita itu yang sudah Lutfhi tunggu. Berita kematian dari istri Firman. Orang yang telah tega menyantet Tini.
Dengan alasan Tini yang sakit, Lutfhi menolak ajakan dari Lukas. Dia mengatakan tidak bisa meninggalkan Tini di rumah sendirian. Sehingga Lutfhi tidak bisa datang ke rumah Firman untuk melayat.
Lukas terlihat begitu kecewa dengan keputusan dari seorang Lutfhi. Padahal Lukas ingin Lutfhi bisa datang ke rumah duka. Sehingga Lutfhi bisa semakin akrab lagi dengan Firman. Sebab keduanya memang sejak dulu sering bertengkar. Hal kecil pun sering mereka ributkan.
__ADS_1