
Kematian seorang Sarman pada akhirnya terendus juga. Salah seorang murid Sarman mengetahui kepergian Sarman yang secara misterius. Dia pun langsung melaporkan hilangnya Sarman ke pihak berwajib.
Laporan itu langsung di tangani oleh pihak kepolisian dengan begitu baiknya. Hingga di lakukan pencarian atas seorang dukun bernama Sarman oleh beberapa anggota kepolisian.
Pencarian Sarman membuahkan hasil, saat seorang nelayan menemukan jasad Sarman yang mengambang di atas laut. Bau busuk dari jasad Sarman juga sudah tercium dengan begitu menyengat. Hingga jasad Sarman tersebut langsung di serahkan pada pihak kepolisian untuk di lakukan oleh autopsi.
__ADS_1
Penyelidikan yang berlangsung itu pun akhirnya membawa sebuah titik terang saat di temukan bukti yang mengarah pada nama seorang Firman. Bukti kuat Firman adalah pelaku dari pembunuhan Sarman adalah saat adanya bukti CCTV yang menunjukkan Firman yang menjadi orang terakhir yang datang ke rumah Sarman. Hingga pihak kepolisian pun akhirnya menetapkan Firman sebagai tersangka pembunuhan dari Sarman.
Surat pemanggilan Firman sebagai tersangka pun hanya di terima oleh seorang Lukas. Firman yang sedang dalam pengobatan di rumah sakit jiwa, tentu tidak mungkin paham dengan surat pemanggilan terhadap dirinya. Hingga surat itu pun akhirnya di terima oleh Lukas sebagai perwakilan dari seorang Firman.
Lukas menerima surat itu, di barengi dengan teriakan seorang Misna. Misna yang terprovokasi oleh seorang Lutfhi sudah tidak sabar untuk membalaskan dendam pada seorang Firman. Dia yang tak peduli dengan kondisi Firman yang sedang dalam keadaan kurang sehat secara mental. Terpenting dia bisa membalaskan semua dendamnya pada seorang Firman atas kematian dari Adi.
__ADS_1
Polisi yang membawa surat pemanggilan terhadap Firman pun sempat meminta Misna untuk sedikit tenang. Apalagi Misna penuh emosi, sehingga itu bisa membuat Misna menjadi kalang kabut. Oleh sebab itu Misna di minta untuk tenang. Dia harus bisa setenang mungkin dalam menghadapi permasalahan dirinya dengan Firman.
"Saya harap Bapak bisa tenang, tidak emosi seperti itu. Apalagi ini adalah rumah orang. Bapak harus mengguna etika ketika datang ke rumah orang." ucap polisi.
Misna yang sedikit trauma berurusan dengan kepolisian. Akhirnya terdiam saat mendapatkan pengarahan dari pihak kepolisian. Dia takut masalah di hari selanjutnya akan lebih ribet ketika sudah berurusan dengan aparat keamanan. Misna pun menghentikan ocehannya tersebut. Dia diam, mendengarkan Lukas menyampaikan perihal keberadaan dari seorang Firman yang tak ada di rumahnya.
__ADS_1
Misna yang baru mengetahui Firman di bawa ke rumah sakit jiwa. Terlihat begitu terkejut dengan apa yang terjadi. Dia tetap pada amarahnya, namun dia bisa sedikit lega. Apalagi selanjutnya Misna juga mengetahui jika Firman menjadi tersangka pembunuhan seorang Sarman yang merupakan dukun dari Firman. Itu rasanya sudah membalaskan dendam dari seorang Misna pada seorang Firman. Dendam besar yang tidak akan pernah Misna lupakan sampai kapanpun.
Misna tersenyum melihat kakak iparnya tersebut gila. Di tambah potensi hukuman penjara yang akan menjeratnya di hari-hari kesembuhannya. Semakin membuat Misna merasa menang. Dia yakin, itu adalah balasan untuk Firman yang telah menumbalkan Adi pada kuntilanak yang menjadi pesugihannya. Misna pun berharap Firman akan segera sadar dengan perbuatannya kejinya tersebut. Sehingga dia bisa kembali bertobat.