Jimat Warisan

Jimat Warisan
Pemotongan Pita


__ADS_3

Terik matahari begitu menyengat menyinari seluruh orang yang datang menghadiri acara pemotongan pita yang akan di lakukan oleh Lukas. Pemotongan pita akan pembukaan sekolah milik Lukas, akan di lakukan oleh Lukas yang juga selaku dari kepala sekolah di sekolah tersebut.


Beberapa orang sudah hadir dalam acara pemotongan pita tersebut. Tentu Darwis dan Ima sebagai orangtua dari Lukas, berada di dekat Lukas yang akan melakukan pemotongan pita bersama dengan Lukas. Apalagi Darwis banyak membantu Lukas dalam hal pendanaan. Jadi Darwis memiliki andil yang cukup besar dalam sekolah yang akan di buka oleh Lukas tersebut.


Tak hanya Darwis dan Ima yang hadir sebagai perwakilan dari keluarga. Namun hadir juga Firman dan kedua anaknya. Mereka kompak mengenakan pakaian batik dengan warna senada. Sehingga mereka menjadi pusat perhatian akan pakaian yang di kenakan tersebut.


Haji Sholeh yang menjadi donatur besar dalam sekolah tersebut. Juga begitu bahagia bisa berada di tengah-tengah kebahagiaan yang di rasakan oleh Lukas. Haji Sholeh merasa ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi Lukas. Hingga Haji Sholeh mendoakan yang terbaik untuk Lukas.


Beberapa guru ngaji di tempat Lukas menuntut ilmu, juga hadir dalam acara tersebut. Mereka turut memberikan doa terbaik untuk Lukas. Sehingga Lukas bisa mengembangkan sekolah yang akan segera di buka tersebut.


Beberapa guru yang nantinya akan mengajar di sekolah Lukas. Juga turut hadir dalam acara pemotongan pita yang akan segera di lakukan oleh Lukas tersebut. Mereka begitu antusias untuk menyaksikan pemotongan pita yang akan menjadi penanda sekolah tempat mereka nantinya mengajar akan segera di buka.

__ADS_1


Ratusan Warga yang penasaran dengan sekolah yang di bangun oleh Lukas. Turut hadir dalam acara pemotongan pita yang akan di lakukan oleh Lukas tersebut. Apalagi ada sedikit makanan yang akan di berikan pada mereka. Tentu itu menjadi kesan tersendiri bagi warga yang datang di hari ini.


Sebelum pemotongan pita di lakukan oleh Lukas. Ada sedikit tausiyah yang di sampaikan oleh guru ngaji Lukas. Tausiah singkat ini cukup membuat orang-orang merasa begitu bahagia. Mereka mendengar tausiyah yang di sampaikan oleh guru ngaji Lukas dengan begitu khidmat. Hingga tidak ada suara yang muncul, selain suara guru ngaji Lukas dalam menyampaikan tausiyah yang ada.


Beberapa yang lainnya mulai menangis mendengar tausiyah yang di sampaikan oleh guru ngaji Lukas tersebut. Mereka merasa apa yang di sampaikan oleh guru ngaji Lukas tersebut adalah sebuah cambuk bagi mereka yang terkadang lalai dalam beribadah. Ini menjadi sebuah refleksi tersendiri bagi warga yang selama ini lalai dalam beribadah pada Allah SWT.


Tausiah singkat itu lalu di tutup dengan sebuah doa yang tak kalah singkat. Di bacaan doa yang di lakukan oleh guru ngaji Lukas ini, suasana semakin haru lagi. Tangis para warga benar-benar pecah dengan apa yang ada. Mereka begitu merasakan hal yang berbeda saat guru ngaji Lukas itu mulai membacakan doa-doa yang singkat untuk kemaslahatan dari sekolah yang baru saja berdiri tersebut.


Haji Sholeh juga tak ingin ketinggalan dalam memberikan semangat pada Lukas yang akan segera memotong pita. Haji Sholeh bercerita akan kegagalan yang pernah terjadi dalam hidupnya. Hingga haji Sholeh bisa menjadikan kegagalan yang di alami oleh dirinya menjadi sebuah motivasi tersendiri. Haji Sholeh pun kini bisa menjadi orang yang cukup sukses dengan apa yang ada. Menjadikan kegagalan dalam hidupnya sebagai motivasi tersendiri. Hingga dia bisa sukses seperti saat ini.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh haji Sholeh. Para warga semakin termotivasi untuk bisa sukses seperti haji Sholeh. Mereka benar-benar termotivasi dengan keberhasilan dari haji Sholeh. Hingga mereka merasa kesuksesan yang di alami oleh haji Sholeh adalah sebuah gambaran yang harus di capai oleh semua orang.

__ADS_1


Tak begitu banyak kata yang di sampaikan oleh haji Sholeh. Dia hanya menyampaikan sedikit kata yang mungkin bisa memotivasi Lukas saat dirinya merasa belum berhasil dengan apa yang ada. Hingga Lukas bisa menjadi seorang yang lebih baik lagi dalam menghadapi setiap masalah yang mungkin akan di alami oleh dirinya di kemudian hari.


Lukas berterima kasih yang sebesar-besarnya pada sosok haji Sholeh. Sebab haji Sholeh telah banyak membantu Lukas dalam hal biaya. Dia tidak bisa membayangkan jika tidak ada sosok haji Sholeh saat itu. Mungkin saja sekolah yang di dambakan oleh Lukas selama ini. Hanya akan menjadi angan-angan saja. Mengingat Lukas butuh banyak biaya dalam pembangunan sekolah yang akan di bangun tersebut.


Pemotongan pita yang akan di lakukan oleh Lukas pun akan segera di lakukan. Sudah tidak ada lagi orang yang akan menyampaikan pidato atau hal lainnya. Hingga pemotongan pita itu benar-benar akan segera di lakukan oleh Lukas.


Semua orang sudah tidak sabar untuk menyaksikan pemotongan pita tersebut. Sebuah sekolah berbasis keagamaan akan segera berdiri di kampung mereka. Mungkin anak-anak yang selama ini masih kurang dalam ilmu agamanya, bisa masuk ke sekolah yang di bangun oleh Lukas tersebut. Apalagi Lukas tidak mematok biaya sepeserpun. Sekolah ini gratis untuk seluruh warga kampung yang ingin belajar agama. Kuncinya hanya satu saja, mereka bersedia untuk belajar ilmu agama.


Di awali kata bismilah. Lukas memotong pita itu dengan penuh keyakinan. Suara tepukan tangan dari warga pun langsung menggema. Mereka memberikan selamat atas sekolah Lukas yang kini benar-benar sudah berdiri. Ini seperti mimpi dalam hidup Lukas. Hingga Lukas tak bisa menyembunyikan rasa senangnya tersebut.


Lukas meneteskan air mata, dia ingat betul dengan semua yang terjadi dalam proses pembangunan itu. Bagaimana ada air mata yang Lukas harus keluarkan. Hingga Lukas bisa membangun sekolah tersebut saat ini.

__ADS_1


Lukas pun memberikan sedikit orasi di hari ini. Tak banyak kata yang Lukas sampaikan. Dia hanya mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah menolong dirinya selama ini. Dia tak bisa membayangkan jika saat itu Lukas tidak mendapatkan pertolongan dari orang-orang seperti haji Sholeh. Mungkin impian Lukas itu hanya akan menjadi mimpi semata. Tidak akan terwujud seperti saat ini. Itu yang Lukas rasakan di hari ini. Bagaimana mimpi kecilnya bisa terwujud dengan sendirinya. Mimpi kecil yang selama ini tidak pernah terbayangkan akan terwujud dengan sendirinya tersebut.


__ADS_2