Jimat Warisan

Jimat Warisan
Tini Mendekati Sandra


__ADS_3

Tidak ingin terlambat, Tini langsung melakukan aksinya dengan mendekati Sandra. Di mana aksi dari Tini itu di lakukan untuk membuat Sandra mau berbelanja dengan dirinya. Sehingga nantinya Sandra akan memakai baju yang di belikan oleh Tini untuk dirinya.


Tini yang tidak tahu keluarga Firman sudah tidak tinggal di rumahnya lagi. Sempat datang ke rumah mewah Firman. Dia tidak tahu jika rumah itu sudah berpindah ke pemilikan pada seorang Ria. Hingga Tini yang datang dengan sebuah keranjang buah. Sempat heran saat yang keluar dari dalam rumah Firman adalah perempuan seumuran dengan Firman.


Ria yang tidak mengenali Tini sama sekali, sempat heran dengan kedatangan dari Tini ke rumahnya tersebut. Hingga Ria pun terus memperhatikan Tini dari atas hingga bawah. Apalagi penampilan Tini yang cukup mencolok menjadi sebuah perhatian tersendiri bagi Ria. Hingga Ria melihat Tini dengan tatapan sinis.


Tini sendiri terlihat kurang nyaman dengan tatapan yang di lakukan oleh Ria. Bahkan Tini yang mengira Ria adalah pembantu dari Firman, langsung membentak Ria yang menatap dirinya dengan tatapan yang begitu tajam. Itu tidak sopan bagi seorang Tini, hingga dia merasa apa yang di lakukan oleh Ria adalah sebuah kesalahan besar. Tini kurang menyukai apa yang Ria lakukan pada dirinya.


"Kenapa kamu menatap saya seperti itu. Jangan kurang ajar kamu. Saya ini adalah adik dari pemilik rumah ini. Kamu pasti pembantu baru kakak sayakan?" ucap Tini dengan suara membentak.


"Pembantu? Saya ini pemilik rumah ini sekarang. Firman telah menjual rumah ini pada saya. Jadi saya yang memiliki rumah ini. Kamu jangan kurang ajar pada saya!" tegas Ria.


Tini terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Ria. Dia benar-benar tidak tahu jika Firman telah menjual rumahnya pada Ria. Ini seperti kabar yang mengejutkan bagi seorang Tini. Hingga dia terkejut saat tahu Ria adalah pemilik baru rumah tersebut.


Tini yang kadung gengsi, menolak untuk bertanya lebih jauh perihal Firman. Dia tahu, mungkin pertanyaan dari dirinya akan membuat harga diri sedikit turun. Hingga Tini pun mencari tahu sendiri perihal keberadaan dari Firman sekarang. Mungkin orang yang tepat untuk Tini tanyakan adalah Ima. Sebab dia adalah saudara yang paling dekat dengan Firman. Ima mungkin tahu keberadaan dari Firman dan kedua anaknya sekarang.


Tanpa berpamitan, Tini langsung pergi dari rumah Ria. Ria yang emosi dengan sikap Tini, langsung meneriaki Tini dengan perkataan yang kasar. Dia tidak terima dengan sikap kurang sopan yang di tunjukkan oleh Tini. Hingga Ria pun menyumpahi Tini jatuh dari tangga rumahnya.


Tini kesal dengan ucapan dari Ria. Namun dia tidak memiliki waktu yang banyak untuk datang ke rumah Ima. Tini harus bisa lebih cerdas lagi dalam mengatur waktunya. Dia harus tahu skala prioritas setiap rutinitas yang hendak di lakukan oleh dirinya. Sehingga Tini bisa melakukan semuanya dengan begitu baik, tidak menjadi sebuah kegiatan yang sia-sia.


Tini tetap pergi tanpa membalas ucapan dari Ria yang menyumpahi dirinya tersebut. Dia juga tidak peduli dengan sumpah yang di ucapkan oleh Ria pada dirinya. Sumpah dari perempuan seperti Ria, tentu.tidak memiliki dampak yang signifikan pada Tini. Dia tidak percaya apa yang di katakan oleh Ria akan berdampak pada dirinya. Hingga Tini tetap melanjutkan perjalanan menuju rumah Ima untuk mengetahui keberadaan dari Firman saat ini.

__ADS_1


Tini tetap di bayangi ketakutan yang begitu besar akan ancaman dari Genderuwo itu. Mimpi dia yang sama dengan Lutfhi semakin membuat Tini tidak karuan. Tini harus bisa lebih baik lagi dalam banyak hal. Sehingga Tini bisa bebas dari serangan Genderuwo yang mungkin akan menyerang balik dirinya sendiri.


Perjalanan yang cukup panjang itu, akhirnya membawakan hasil. Tini melihat Sandra yang berjalan tidak jauh dari rumah Ima. Tini pun langsung menghentikan laju mobilnya di samping Sandra.


Perlahan namun pasti, Tini membuka kaca mobilnya. Dia menyapa Sandra dengan begitu manisnya. Ini tidak pernah di lakukan oleh Tini sebelumnya. Sebab Tini begitu membenci Firman dan keluarganya. Tentu juga kedua anak Firman yang di anggap musuh oleh Tini.


Melihat sikap Tini yang berubah pada dirinya. Tentu ada sedikit pertanyaan dari dalam diri Sandra. Mengapa tantenya tersebut bisa berubah sikap pada Sandra. Dia mengira saat ini Tini sudah berubah, sehingga sikap Tini pada Sandra pun turut berubah.


Sandra tentu senang dengan perubahan dari sikap Tini tersebut. Sehingga saat Tini menyapa dirinya. Sandra pun langsung menyapa balik Tini dengan sapaan yang begitu manis. Hingga Sandra nampak begitu bahagia dengan perubahan sikap yang di tunjukkan oleh Tini pada dirinya.


"Tante habis dari mana?" tanya Sandra.


"Tante tadi ke rumah kamu. Tapi sekarang rumah kamu sudah di jual yah." jawab Tini.


Tidak ingin kehilangan kesempatan, Tini langsung mengajak Sandra untuk masuk ke dalam mobilnya. Dengan alasan untuk mengajak Sandra bertemu dengan Firman. Tini siap membawa Sandra untuk membeli baju yang nantinya akan menjadi baju kematian Sandra.


Sandra sempat menolak ajakan dari Tini. Sebab Sandra belum berpamitan pada Ima dan Darwis. Namun ketika Tini mengatakan jika dirinya sudah meminta izin pada Darwis dan Ima, akhirnya Sandra mau untuk pergi bersama dengan Tini untuk bertemu dengan Firman. Sandra pun langsung naik ke dalam mobil Tini, di mana mereka akan segera pergi menuju pusat perbelanjaan.


Sandra yang tidak tahu kontrakan Firman, tidak banyak bertanya pada Tini. Dia hanya terdiam saja saat mobil Tini menuju ke sebuah pusat perbelanjaan. Sandra terlihat begitu nyaman saat berada di dalam mobil Tini. Sebab sudah cukup lama Sandra tidak menaiki mobil mewah lagi. Padahal dulu Sandra kerap menaiki mobil mewah untuk pergi ke beberapa tempat bersama dengan Firman.


Sandra akhirnya mulai bertanya pada Tini saat Tini meminta Sandra untuk turun dari mobilnya. Saat Sandra melihat ke arah luar, dia melihat pemandangan sebuah pusat perbelanjaan yang besar. Tentu ini bukan kontrakan yang akan di tuju oleh Tini dan Sandra. Hingga Sandra pun mulai mempertanyakan maksud dari Tini mengajak Sandra untuk pergi ke pusat perbelanjaan.

__ADS_1


Tini akhirnya harus menjelaskan dengan begitu detail pada Sandra. Bagaimana tujuan dari Tini yang mengajak Sandra untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Di mana Tini ingin membelikan Firman baju baru. Sehingga Tini dan Sandra singgah terlebih dahulu di sebuah pusat perbelanjaan.


Sandra tidak menaruh curiga sama sekali pada Tini. Mungkin Tini berkata jujur, sehingga Sandra mengiyakan setiap ucapan dari Tini. Dia pun mengikuti setiap arahan yang di berikan oleh Tini.


Sandra dan Tini pun mulai berjalan menuju pusat perbelanjaan. Tempat pertama yang di tuju tentu adalah pakaian yang hendak Tini berikan pada Sandra. Dia membebaskan Sandra untuk memilih setiap pakaian yang di sukai oleh Sandra. Tidak ada batasan apapun untuk Sandra. Dia bebas memilih pakaian yang memang ingin di beli oleh dirinya.


Sandra tentu senang, namun Tini salah tempat. Kini Sandra sudah menjadi seorang perempuan yang berhijab. Tentu baju-baju dengan aurat terbuka sudah tidak di kenakan lagi oleh Sandra. Dia sekarang lebih menyukai pakaian dengan tertutup, seperti pakaian yang di kenakan oleh Sandra saat ini.


Bukan masalah berarti bagi seorang Tini, dia pun mengajak Sandra untuk berpindah tempat. Mungkin di tempat lain Sandra bisa menemukan pakaian yang sesuai dengan keinginan dari dirinya.


Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya toko pakaian yang di cari oleh Sandra ada. Dia pun langsung mengajak Tini untuk masuk ke toko tersebut. Mungkin Sandra akan memilih pakaian yang memang menjadi keinginan dari dirinya. Pakaian yang sesuai dengan selera dirinya yang tertutup serta memiliki proporsional tubuh yang pas.


Beberapa pakaian di pilih oleh Sandra. Tini pun membebaskan Sandra untuk memilih pakaian yang dia sukai. Tidak ada batasan apapun dari apa yang Sandra sukai, dia bebas memilih pakaian yang memang menjadi keinginan dari dirinya. Tini justru senang jika Sandra memilih banyak baju yang memang dia sukai.


Sandra yang selalu mengingat pesan dari Lukas. Tidak membeli banyak baju, dia hanya membeli dua baju saja. Sebab Sandra hanya membutuhkan dua baju itu saja untuk pergi ke sekolah nantinya. Baju yang cantik yang mungkin akan membuat Sandra semakin berseri dan bersemangat untuk pergi ke sekolah Lukas.


Tidak ada masalah bagi seorang Tini, mau satu atau dua baju saja. Terpenting Sandra membeli baju dengan uang Tini. Sebab baju itu nantinya akan menjadi baju kematian bagi Sandra. Tini pun sudah tidak sabar untuk menjadikan Sandra sebagai tumbal berikutnya. Sehingga posisi dari Tini dan Lutfhi akan aman dengan Sandra yang akan menjadi tumbal untuk Genderuwo tersebut.


Niat Tini yang ingin membeli baju untuk Firman, di urungkan oleh Tini begitu saja. Dia berpura-pura seolah dia mendapatkan pesan dari Lutfhi, jika Lutfhi sudah membeli baju yang akan di hadiahkan pada Firman. Sehingga Tini tidak harus lagi membeli baju untuk Firman.


Tini juga berlakon seolah dia harus menjemput Lutfhi yang lupa membawa mobil. Hingga tujuan awal dari Tini untuk pergi ke kontrakan dari Firman di urungkan begitu saja. Tini meminta maaf pada Sandra yang batal mengajak Sandra untuk pergi ke rumah kontrakan ayahnya tersebut.

__ADS_1


Sandra sedikit kecewa dengan kegagalan mereka datang ke rumah kontrakan dari ayahnya tersebut. Namun dia tetap bahagia dengan hadiah pakaian yang di belikan oleh Tini pada dirinya. Sandra pun banyak mengucap terima kasih pada Tini yang telah bermurah hati untuk membelikan Sandra dua buah baju. Sandra tidak akan lupa akan kemurahan hati dari Tini tersebut. Sandra pun menyebut kemurahan hati dari Tini sebagai sebuah kemurahan hati yang luas. Di mana Tini banyak memberikan sedekah pada orang lain. Termasuk pada Sandra pastinya.


__ADS_2