Jimat Warisan

Jimat Warisan
Teror Kuntilanak Untuk Sandra


__ADS_3

Langit semakin gelap, tapi Lukas dan Sandi tidak kunjung pulang. Sandra yang berada di rumah sendirian. Tidak mau masuk ke dalam rumahnya sendiri. Dia takut, itu yang di rasakan oleh Sandra.


Sandra pun memilih untuk berdiam diri di depan rumahnya. Itu mungkin cara yang paling baik ha g di lakukan oleh Sandra untuk bisa tetap merasa aman dengan apa yang ada. Sandra harus bisa melakukan hal tersebut.


Sandra sesekali mengintip ke dala rumahnya melalui jendela rumahnya. Dia melihat beberapa hal, di antar tentu perabotan rumah yang terkadang bergerak sendiri. Itu yang membuat Sandra begitu takut untuk masuk ke dalam rumah.


Sandra yang masih mengenakan seragam sekolah. Sudah mulai merasakan rasa lapar yang hebat. Namun dia tahan, sebab dia tidak mau masuk ke dalam rumah untuk mengambil makanan yang ada di lemari pendingin di dalam rumahnya.


Beberapa tetangga yang dekat dengan rumah Sandra mulai mendatangi Sandra. Mereka penasaran dengan Sandra yang tak urung masuk ke dalam rumahnya.


"Kamu kenapa tidak masuk ke dalam rumah?" tanya salah seorang warga.


"Sandra takut Bu." jawab Sandra menunduk.


"Kemana paman sama kakak kamu?" tanya warga itu kembali.


"Paman Lukas membawa Kak Sandi berobat. Mereka pergi jauh dari sini." jawab Sandra kembali.

__ADS_1


"Kamu sudah makan?"


Sandra hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah yang begitu pucat. Tetangganya itu pun langsung mengajak Sandra untuk makan di rumahnya. Dia merasa iba dengan apa yang terjadi pada Sandra. Walaupun dia pernah merasa sakit hati dengan apa yang di lakukan oleh Firman dan istrinya saat masih dalam masa kejayaan. Namun seorang tetangga Firman itu tetap menolong Sandra yang sedang dalam keadaan kelaparan.


Sandra di minta duduk di kursi. Sementara tetangga Sandra itu langsung mengambil sepiring nasi berserta minumnya untuk Sandra. Dia benar-benar iba melihat kondisi Sandra yang begitu tidak terurus dengan baik. Apalagi dia mendengar Sandra yang di usir oleh warga kampung tempat Firman tinggal. Itu semakin menambah rasa iba dari tetangganya tersebut.


Sandra begitu lahap menyantap makanan yang di sajikan oleh tetangganya tersebut. Bagaimana tidak, itu adalah makanan yang cukup lezat. Di tambah Sandra yang saat ini sedang dalam keadaan lapar berat. Sehingga tak salah bagi Sandra untuk menyantap makanan itu dengan begitu lahapnya.


"Sandra, Ibu dengar semalam Kakak kamu teriak-teriak. Ada apa dengan dia?" tanya tetangganya tersebut.


"Kak Sandi semalam kesurupan Bu. Sandra juga tidak tahu kenapa Kak Sandi kesurupan seperti itu. Namun dia berteriak-teriak dengan tidak jelas." jawab Sandra.


Sandra menatap wajah tetangganya tersebut. Dia lalu menggelengkan kepalanya. Sandra tidak tahu mahluk yang telah merasuki seorang Sandi. Entah itu sosok mahluk berupa kuntilanak, pocong atau apa. Namun semalam Sandi berteriak dengan begitu kuatnya. Hingga Sandra pun merasa ketakutan dengan apa yang terjadi pada Sandi.


Sandra yang sudah mulai kenyang, menyisakan sedikit makanan itu. Namun Sandra di minta untuk memakan hingga habis makanan tersebut. Hingga dengan sangat terpaksa, Sandra pun menghabiskan makanan yang ada di atas piringnya tersebut hingga habis.


Sandra sebenarnya di izinkan untuk mengganti pakaiannya di dalam rumah tetangganya. Namun Sandra menolak tawaran yang di berikan oleh tetangganya tersebut. Dia merasa tida enak dengan semuanya itu. Hingga Sandra memilih untuk ganti baju di dalam rumahnya sendiri.

__ADS_1


Sandra berpamitan pada tetangganya itu. Dia mengucapkan banyak terima kasih pada tetangganya yang telah menolong dirinya tersebut. Sandra tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, jika tidak mendapatkan makanan. Mungkin Sandra akan masuk angin, bisa juga dia akan pingsan akibat lemas. Itu yang akan Sandra rasakan.


Sandra berjalan masuk ke dalam gerbang rumahnya. Namun baru menutup gerbang rumahnya tersebut, Sandra langsung merasakan sesuatu yang kurang mengenakkan. Dia merasa sesuatu yang aneh telah terjadi. Hingga Sandra terlihat kurang nyaman dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Sandra berjalan menuju rumahnya. Tiba-tiba Sandra mendengar suara bisikan dari belakang tubuhnya. Suara seorang perempuan yang berbisik dengan begitu jelasnya. Dia mengajak Sandra untuk bermain. Entah apa maksud dari suara itu. Namun Sandra merasa itu sudah sangat menggangu dirinya. Hingga Sandra langsung menutup kedua telinganya untuk segera masuk ke dalam rumahnya.


Sandra masuk ke dalam rumah. Dia menutup rapat pintu rumahnya. Dia memperhatikan seluruh ruangan rumahnya yang begitu besar. Sandra melirik ke arah yang tak menentu. Hingga dia mendengar suara guci yang tiba-tiba jatuh.


Jantung Sandra semakin berdebar kencang saat Sandra melihat sebuah gorden yang mulai bergoyang. Entah siapa yang telah memegang gorden tersebut. Namun dia merasa apa yang terjadi pada gorden itu adalah ulah mahluk halus yang terus meneror dirinya.


Sandra yang semakin ketakutan, coba keluar dari rumahnya. Tangan kanannya mulai meraba pintu rumahnya. Dia mencari keberadaan kunci rumahnya tersebut. Namun Sandra sama sekali tidak menemukan kunci tersebut. Namun pintu itu dalam keadaan terkunci dengan begitu rapatnya. Itu yang semakin membuat Sandra ketakutan hebat. Dia benar-benar tidak bisa berpikir apapun lagi. Di pikiran seorang Sandra saat ini, dia harus segera keluar dari rumahnya yang begitu menyeramkan tersebut.


Sandra mencoba keluar dari jendela rumahnya. Namun jendela rumah itu seperti terpasang lem. Rapat dan sulit untuk di buka. Hingga Sandra mencari alternatif lain untuk keluar dari rumahnya tersebut.


Sandra berlari menuju pintu belakang rumahnya. Di mana dia berharap tidak akan ada gangguan dari hantu tersebut. Namun pintu belakang pun sama, tidak bisa di buka. Hingga Sandra benar-benar kebingungan untuk keluar dari rumahnya tersebut.


Sandra yang sudah menyerah, hanya berpasrah diri saja. Dia menangis dengan begitu kuatnya. Dia menutup kedua telinganya yang terus di bisiki oleh kuntilanak tersebut. Sandra benar-benar tak kuat dengan teror yang di lakukan oleh Kuntilanak tersebut pada dirinya.

__ADS_1


Untung tak berselang lama, Lukas dan Sandi pulang. Mereka langsung membuka pintu rumah yang sebelumnya terkunci rapat. Dengan segera Lukas melihat kondisi Sandra yang tentunya penuh dengan ketakutan. Lukas langsung memeluk Sandra dengan begitu eratnya. Dia mengatakan pada Sandra untuk tidak takut. Lukas juga mengajarkan Sandra untuk membaca ayat kursi ketika dia mendapatkan teror dari kuntilanak tersebut. Sehingga Kuntilanak itu akan ketakutan dengan apa yang ada.


Lukas membawa Sandra menuju kamar. Mungkin ketika sudah berada di dalam kamar, Sandra bisa lebih tenang lagi.


__ADS_2