Jimat Warisan

Jimat Warisan
Firman Bekerja


__ADS_3

Firman menghela napas panjang, sebelum menghembuskan secara perlahan. Ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi seorang Firman. Di mana dia akhirnya bisa kembali bekerja di hari ini. Selama ini Firman menggunakan uang haram untuk membiayai kehidupan keluarganya. Mungkin dengan bekerja di orang lain, Firman bisa mendapatkan uang halal. Sehingga Firman tidak akan lagi mendapatkan banyak masalah.


Firman sudah datang jauh lebih pagi dari pegawai lainnya. Dia menunggu di depan restoran yang masih terkunci dengan begitu rapatnya. Firman tidak ingin membuat kecewa atasannya, sehingga dia harus datang lebih pagi dari pegawai lainnya. Itu di lakukan oleh Firman untuk bisa jauh lebih profesional lagi dalam hal bekerja.


Firman terlihat begitu tidak sabar untuk memulai semuanya. Ini akan jadi hari yang luar biasa bagi dirinya. Dia akan bekerja di sebua. Restoran yang dahulu pernah dia bekerja. Jadi ini akan jadi kenangan tersendiri bagi Firman. Apalagi Firman akan bekerja dengan beberapa rekan kerja yang sama, saat Firman masih bekerja.


Mungkin ada beberapa pekerja baru yang datang. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak dari pekerja lama yang selama ini bekerja bersama dengan Firman. Dia begitu bahagia dengan apa yang ada, sehingga Firman sudah tidak sabar untuk memulai pekerjaan pertamanya di hari ini.


Firman yang sudah begitu antusias, terlihat beberapa kali mengintip kondisi restoran dari celah jendela. Firman pun mulai mengingat kembali momen saat dia bekerja di restoran itu. Mungkin itu sudah lama, tapi dia cukup mengingat momen itu dengan baik. Hingga Firman merasa momen itu akan jadi momen yang paling indah dalam hidupnya. Ada suka dan duka yang Firman alami selama bekerja. Sehingga duka dan suka itu di ingat Firman dengan begitu baiknya.


Akhirnya orang yang di tunggu oleh Firman untuk membuka pintu restoran datang. Dia adalah Thoriq. Dulu dia memang di kenal pegawai yang rajin. Tidak salah jika saat itu atasan mempercayai Thoriq untuk memegang kunci restoran. Sebab Thoriq selalu datang paling pagi dari pegawai lainnya.


Thoriq begitu senang dengan keberadaan Firman di restoran itu. Firman bukan seorang yang sombong, apalagi seorang yang ria. Dia di kenal sebagai sosok rendah hati yang tahu diri. Tidak heran jika dia mendapatkan julukan Mr humble. Sebab sikap Firman yang rendah hati serta memiliki konsistensi dalam berbuat baik, menjadikan dirinya sebagai seorang yang selalu di sukai.


Firman pun sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam restoran. Ini akan jadi momen yang bersejarah bagi Firman. Sebab Firman akan kembali menginjakan kaki di dalam restoran lagi. Dia akan kembali mengganti bajunya di dalam loker. Itu jauh lebih berkesan dari apapun. Sebab selalu ada cerita yang dapat di lukis di dalam loker. Di mana ruangan sempit yang kerap di gunakan oleh banyak pegawai untuk mengganti pakaiannya serta sedikit bercanda untuk saling bertegur sapa.

__ADS_1


Ini menjadi momen yang paling Firman rindukan dalam hidupnya. Firman tidak akan lupa dengan semuanya. Hingga Firman merasa kenangan itu akan menjadi kenangan yang paling luar biasa yang tentunya berarti dalam hidup Firman.


Thoriq sempat mengajak Firman untuk mengobrol perihal kegiatan Firman setelah keluar dari restoran. Tentu ada banyak cerita yang di lewatkan oleh Firman selama tidak bekerja lagi di restoran. Itu yang ingi Thoriq ketahui dari Firman.


Firman pun berkata jujur pada Thoriq atas apa yang di kerjakan oleh dirinya. Hingga Firman yang mulai bersedih saat menceritakan bagaimana istrinya yang pada akhirnya menjadi tumbal dari pesugihan yang di lakukan oleh dirinya sendiri. Di momen itu Thoriq langsung meminta maaf pada Firman. Sebab Thoriq tidak tahu atas kejadian yang paling menyedihkan dalam hidup Firman tersebut. Thoriq pun berharap Firman bisa lebih kuat lagi dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Apalagi masih ada dua anak Firman yang harus Firman rawat. Mereka akan menjadi pelita hati bagi Firman.


Tidak ingin bersedih hati, Firman langsung mengusap semua air mata yang sempat menetes. Dia mengatakan jika dirinya kini jauh lebih baik. Firman sudah tobat dengan segala dosa yang pernah di lakukan oleh dirinya. Hingga Firman mengaku tidak akan pernah terjerumus dalam lembah dosa yang akan di lakukan. Firman mengaku jika dirinya tidak akan melakukan hal yang sama di kemudian hari.


Thoriq merangkul pundak Firman, dia mengatakan jika dirinya akan selalu mendukung Firman. Thoriq yakin Firman bisa bangkit dari masa lalu buruk dalam hidupnya. Hingga Firman akan selalu bisa percaya kembali pada kemampuan yang di milikinya saat ini. Thoriq hanya bisa mendoakan akan kebaikan untuk Firman. Sebab hanya doa yang bisa Thoriq berikan pada Firman untuk saat ini. Tidak ada apapun lagi, selain doa dan dukungan yang akan Thoriq berikan pada Firman.


Ada juga seorang pegawai yang terlihat tidak begitu suka dengan sosok Firman. Dia tidak menyambut hangat Firman seperti pegawai lainnya. Hingga Firman terlihat kurang nyaman dengan tatapan yang di berikan oleh pegawai itu. Terutama tatapan sinis yang di berikan oleh pegawai itu pada Firman.


Tentu Firman tidak ingin terus membiarkan pegawai itu menatap dirinya dengan tatapan sinis. Dia pun langsung menyodorkan tangan untuk berkenalan. Tapi pegawai yang bernama Niko itu justru mengacuhkan Firman. Dia menolak untuk berkenalan dengan Firman. Dia lebih memilih untuk pergi dari hadapan Firman. Sebab dia ingin segera menyiapkan persiapan untuk membuat berbagai sauce yang akan di buatnya di dapur.


Firman sedikit sedih dengan sikap Niko yang terlihat acuh pada dirinya. Padahal Firman terlihat begitu ingin berkenalan dengan Niko. Tapi Niko justru malah mengacuhkan Firman. Hingga ada sedikit kesedihan yang di rasakan oleh Firman akan sikap dingin yang Niko tunjukkan pada dirinya. Firman berharap Niko akan berubah di hari mendatang pada dirinya. Sebab mereka ada dalam satu kawasan. Yaitu kawasan dapur yang di miliki oleh semua orang.

__ADS_1


Melihat apa yang Firman lakukan pada Niko. Thoriq sempat menegur Niko yang mengacuhkan Firman dengan begitu dinginnya. Padahal Firman mengajak Niko berkenalan dengan begitu hangat. Tapi sikap Niko yang dingin menjadi tanda tanya besar bagi Firman. Ada salah apa Firman pada Niko, hingga Niko enggan berkenalan dengan Firman. Padahal mereka baru bertemu di hari ini. Namun sikap Niko pada Firman seolah mereka telah bertemu cukup lama, dan Firman adalah orang yang pernah melakukan tindakan yang membuat Niko sakit hati.


"Ko, kenapa kamu dingin seperti itu pada Firman?" tanya Thoriq dengan tegas.


"Tidak! Aku tidak dingin, tapi aku memang tidak ingin berkenalan dengan dia." jawab Niko dengan santainya.


"Firman akan jadi bagian dari tim ini. Sehingga seharusnya kamu bisa menyambut dia dengan baik. Tidak seperti itu." tegas Thoriq.


Niko tak memperdulikan ucapan dari Thoriq. Dia tetap menolak untuk berkenalan dengan Firman. Apalagi Niko berstatus sebagai salah satu atasan saat ini. Sehingga ego Niko masih cukup tinggi dalam hal seperti itu. Mungkin itu juga yang buat Niko enggan untuk berkenalan dengan Firman. Sementara Firman tetap merasa tidak enak dengan sikap dingin dari Niko.


Namun Firman tetap menunjukkan sikap hangat pada Niko. Walaupun Niko tidak begitu baik dalam menerima dirinya di tempat baru itu. Niko tetap merasa Firman akan jadi duri di tim itu. Apalagi Firman sempat memimpin juga di sana. Mungkin saja posisi Niko dalam bahaya dengan kedatangan dari Firman di tempat itu.


Hal yang seharusnya tidak di pikirkan oleh Niko. Sebab semua orang yang ada di sana seharusnya bisa bahu membahu dalam menciptakan iklim kerja yang saling mendukung. Bukan malah sebaliknya, justru malah menjatuhkan satu sama lain demi terlihat baik. Hal yang seharusnya di hindari oleh semua orang yang ada di setiap lingkungan kerja. Semua orang harus bekerja untuk tim. Bukan untuk kepentingan pribadi yang akan menghancurkan tim itu sendiri. Hal yang harus di hindari oleh setiap orang yang ada dalam sebuah tim baru.


Firman ingin mengajarkan semuanya bagaimana cara terbaik dalam menciptakan sebuah iklim kerja yang jauh lebih kondusif yang akan membawa perubahan yang baik bagi setiap tim yang ada. Tidak menonjolkan satu orang saja untuk terlihat luar biasa. Tapi juga menciptakan iklim kerja yang indah serta nyaman untuk semuanya.

__ADS_1


Firman pun tidak akan memaksa Niko untuk menyukai dirinya. Tapi Firman berharap Niko akan bisa jauh lebih dewasa dalam membangun sebuah tim. Sebab Niko harus bisa berkolaborasi dengan pihak lainnya dalam menciptakan sebuah iklim yang jauh lebih kondusif. Hingga Niko bisa yakin bahwa tindakan yang di lakukan oleh dirinya adalah sebuah kesalahan yang akan berpotensi pada kehancuran tim yang ada. Niko harus segera menyadari tersebut. Sebelum semuanya terlambat untuk dirinya sendiri.


__ADS_2