Jimat Warisan

Jimat Warisan
Tini Marah


__ADS_3

Ayam berkokok dengan begitu kencangnya. Membangun seluruh warga yang masih tertidur. Begitu juga dengan Lutfhi serta kedua anaknya. Mereka langsung terbangun mendengar suara ayam yang berkokok tersebut. Lutfhi langsung bergegas dari kamar tidurnya untuk membuang air kencing. Sementara kedua anaknya berlari ke kamar mandi untuk menggosok gigi mereka.


Hanya satu orang saja yang tak beranjak dari tempat tidur. Orang tersebut tentunya adalah Tini. Dia tak kunjung bangun, sekali pun Lutfhi mulai membuka gorden kamar yang langsung tersorot oleh sinar matahari secara langsung.


Lutfhi membangunkan Tini untuk membuatkan dirinya sarapan. Namun Tini tak kunjung bangun, dia justru masih tertidur dengan pulasnya. Mengingat semalaman Tini tidak bisa tidur. Sehingga ini adalah pembalasan bagi Tini untuk tidur lebih lama lagi.

__ADS_1


Lutfhi yang sudah mulai kelaparan, meminta Tini untuk segera bangun. Tentu Lutfhi ingin Tini bisa membuatkan sarapan pagi untuk dirinya dan kedua anaknya. Namun Tini tak kunjung bangun, dia malah tetap tertidur. Hingga Lutfhi pun menggunakan cara lain untuk membangunkan Tini.


Lutfhi bergegas ke kamar mandi, dia mengambil gayung yang berisi air. Di mana air dalam gayung itu akan di gunakan oleh Lutfhi untuk membangunkan Tini. Lutfhi percaya dengan air yang akan di siramkan oleh dirinya, Tini akan segera bangun dari tidurnya tersebut.


Beberapa cipratan air yang di siramkan oleh Lutfhi, seketika membuat Tini pun bangun dari tidurnya tersebut. Namun begitu bangun, Tini langsung begitu emosi pada Lutfhi. Dia memaki Lutfhi dengan perkataan yang cukup kasar. Hingga Lutfhi sempat terdiam dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Tini pada dirinya.

__ADS_1


"Tidak! Aku masih ngantuk." Tini kembali tertidur.


Lutfhi yang semakin emosi pada Tini. Pada akhirnya menarik selimut dari Tini tersebut. Kemudian dengan segera Lutfhi melempar selimut dari Tini itu ke atas lantai.


Tini pun geram dengan apa yang di lakukan oleh Lutfhi terhadap dirinya. Dia mendorong Lutfhi dengan begitu kasarnya. Mengatakan jika Lutfhi adalah seorang pecundang. Dia tidak pernah peduli akan Tini. Lutfhi hanya mementingkan dirinya sendiri. Padahal semalam Tini begitu ketakutan dengan arwah yang muncul di hadapannya.

__ADS_1


Mengetahui amarah dari Tini yang di sebabkan oleh sikap dingin Lutfhi semalam. Lutfhi pun akhirnya meminta maaf pada Tini. Lutfhi hanya sedang enak tidur saja, sehingga Lutfhi tidak peduli pada Tini di malam itu. Namun bukan Lutfhi tidak khawatir akan Tini. Hanya saja Lutfhi masih mengantuk serta lelah saat itu. Hal tersebut yang buat Lutfhi tidak bisa terus menerus untuk menemani Tini di malam tadi.


Tini tidak peduli dengan ucapan dari Lutfhi. Dia tetap kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Lutfhi terhadap dirinya. Tidak ada kata maaf dari seorang Tini untuk Lutfhi. Dia enggan membuat sarapan yang di minta oleh Lutfhi. Tini meminta Lutfhi untuk membuat sarapan sendiri atau perlu Lutfhi membeli sarapan sendiri. Sebab Tini sama sekali tidak ingin memasak untuk Lutfhi. Dia tidak mau memasak makanan untuk Lutfhi, sekalipun Lutfhi akan memerintah Tini dengan begitu kerasnya. Namun Tini tetap akan menolak apa yang di perintahkan oleh Lutfhi. Sebab Lutfhi telah membuat Tini kecewa berat dengan apa yang telah di lakukan pada Tini.


__ADS_2