Jimat Warisan

Jimat Warisan
Sebelum Menjenguk Firman


__ADS_3

Lukas mengetuk pintu kamar seorang Sandi. Dia kembali mengajak kakak dari Sandra itu untuk bertemu dengan seorang Firman. Namun Sandi tidak bergeming sama sekali. Dia tak menyahut saat Lukas terus mengetuk pintu sambil memanggil namanya tersebut.


Sandra yang sudah siap dengan pakaian rapinya. Menghampiri Lukas yang masih berada di depan pintu kamar Sandi. Dia sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan seorang Firman yang merupakan ayahnya. Sandra begitu rindu dengan Firman. Hingga Sandra harus bisa membalas kerinduan itu dengan sebuah pertemuan dengan seorang Firman.


Lukas menyerah untuk mengajak seorang Sandi bertemu dengan Firman. Dia mengakhiri untuk mengetuk pintu kamar Sandi. Lukas mungkin akan pergi hanya dengan seorang Sandra, tanpa ada Sandi di samping dirinya.


Lukas pun meminta Sandra untuk menunggunya di depan rumah. Sementara Lukas akan mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Sehingga dia akan tampil lebih baik lagi untuk bertemu dengan seorang Firman di rumah sakit jiwa.

__ADS_1


Lukas telah tampil dengan pakaian yang rapi serta harum. Dia sudah tidak sabar untuk membawa seorang Sandra bertemu dengan seorang Firman. Pertemuan itu akan menjadi pertemuan yang cukup emosional antara Sandra dengan Firman. Sehingga pertemuan itu akan menjadi pertemuan yang indah antara anak dan ayah tersebut.


"Aku begitu rindu dengan ayah. Aku ingin bertemu dengan dia. Aku tidak peduli dengan kondisinya yang seperti apapun. Aku tetap menganggap dia sebagai ayahku." ujar Sandra dengan wajah penuh kebahagiaan.


Saat Sandra dan Lukas akan pergi, terdengar pintu kamar seorang Sandi yang terbuka. Suara gagang pintu yang di buka oleh Sandi, terdengar ke telinga seorang Lukas. Hingga Lukas yang sudah akan berangkat menuju rumah sakit. Langsung masuk kembali ke dalam rumah kontrakannya tersebut.


"Apa kamu mau ikut bersama kami?" tanya Lukas dengan wajah penuh kebahagiaan.

__ADS_1


"Titipkan salamku pada laki-laki itu. Aku menyesal telah di lahirkan di dunia ini. Apalagi aku menjadi anak dari seorang manusia berhati iblis seperti dia. Aku menyesal."


Lukas terhentak dengan ucapan dari seorang Sandi. Dia tak menyangka Sandi akan berkata hal sekasar itu pada seorang Firman. Mengingat Firman adalah ayah dari Sandi yang selama ini selalu membuat Sandi bahagia.


Lukas meminta Sandi untuk beristighfar dengan ucapannya tersebut. Ini benar-benar kasar. Sehingga Sandi harus bisa menarik lagi kata-katanya tersebut.


Sandi menolak untuk menarik perkataannya tersebut. Dia tetap merasa apa yang dia ucapkan adalah sebuah kebenaran. Seharusnya Firman yang bisa lebih baik lagi sebagai seorang ayah. Dia harus bertobat atas apa yang telah di lakukan oleh dirinya. Dia tak hanya membawa dosa untuk dirinya sendiri. Tapi juga membawa dosa untuk seluruh keluarga kecilnya tersebut.

__ADS_1


Lukas tak ingin membuat Sandi semakin tertekan. Lukas pun memilih untuk meninggalkan Sandi sendiri. Di mana ini adalah pilihan paling baik di lakukan oleh seorang Lukas. Daripada dia harus kembali mendengar seorang Sandi menghardik ayahnya sendiri.


Lukas segera pergi bersama dengan Sandra yang sedikit ketakutan dengan amarah yang di tunjukkan oleh seorang Sandi. Sandra benar-benar tak menyangka Sandi akan mengatakan hal sejahat itu. Ini benar-benar menjadi hal yang buruk bagi seorang Sandra. Hingga Sandra harus bisa menyembuhkan sedikit rasa trauma dari dalam pikirannya akan kata-kata yang di lontarkan oleh seorang Sandi terhadap ayahnya sendiri.


__ADS_2