Jimat Warisan

Jimat Warisan
Video Viral


__ADS_3

Hanya butuh satu jam, kini video Firman yang terlihat begitu depresi langsung menjadi buah bibir di kampung Tini dan Firman sendiri. Mereka menyaksikan bagaimana Firman menjadi seperti ODGJ yang tidak memiliki semangat untuk hidup. Hingga banyak yang prihatin dengan kondisi dari seorang Firman.


Tini menambah bumbu yang semakin membuat orang-orang yakin jika Firman gila, karena pesugihan. Banyak orang yang membicarakan video tersebut. Tak terkecuali segerombolan ibu-ibu yang sedang membeli sayur. Mereka begitu asyik menggunjing seorang Firman. Di mana Firman benar-benar melakukan pesugihan seperti apa yang Tini katakan.


Orang-orang pun mulai menduga kematian dari anggota keluarga besar Tini dan Firman adalah Firman. Mereka di tumbalkan oleh seorang Firman pada sosok kuntilanak. Kecurigaan pada seorang Tini yang selama ini begitu besar, perlahan luntur dengan bukti yang ada. Firman benar-benar di duga menjadi dalang kematian keluarga besarnya sendiri.


Kematian Adi serta kematian dari Dena dan Deni pun di curigai sebagai tumbal dari Firman. Ketiganya menjadi tumbal Firman untuk meraih kekayaan. Opini para warga itu langsung di tulis di kolom komentar di unggahan sosial media seorang Tini. Hingga Tini dan Lutfhi yang membaca setiap komentar itu, merasa begitu puas membuat Firman di tuduh menjadi dalang kematian dari keluarga besarnya sendiri.


Tini dan Lutfhi semakin merajalela dalam memfitnah Firman. Keduanya sengaja membuat beberapa akun palsu yang menyudutkan seorang Firman. Dengan akun palsu itu, Tini menulis beberapa komentar yang semakin menguatkan jika Firman adalah dalang dari kematian keluarga besarnya tersebut. Tini dan Lutfhi benar-benar mendulang emas dari kondisi yang di alami oleh Firman saat ini. Keduanya begitu bahagia dengan apa yang terjadi pada Firman. Hingga Tini dan Lutfhi bisa melepaskan segala praduga dari beberapa orang akan keduanya yang di anggap melakukan pesugihan dengan menumbalkan satu persatu anggota keluarganya sendiri.

__ADS_1


Tini dan Lutfhi juga penasaran dengan reaksi warga secara langsung. Mereka sengaja mendatangi beberapa perkumpulan warga dalam melihat reaksi mereka akan Firman. Keduanya tak sabar untuk melihat apa yang akan di lakukan oleh warga pada keduanya. Mengingat selama ini banyak yang menduga Lutfhi dan Tini adalah pelaku utama dari semuanya.


Tini mendatangi sekumpulan ibu-ibu yang sedang memilih sayur. Mereka pun langsung menyambut kedatangan dari seorang Tini dengan perasaan bersalah. Mereka selama ini telah menuduh Lutfhi dan Tini sebagai pelaku pesugihan yang menimbulkan anggota keluarga besar Tini. Padahal kenyataannya Firman yang melakukan hal tersebut, Tini tidak melakukan apa yang di duga oleh beberapa warga selama ini. Mereka pun begitu malu telah menuduh Tini dengan dugaan pesugihan. Hingga warga yang ada di dekat tukang sayur itu pun ramai-ramai meminta maaf pada seorang Tini. Mereka mengaku khilaf telah memfitnah Tini dengan kebohongan tersebut.


Tini dengan wajah arogansinya, terlihat belum begitu memaafkan para warga. Tini merasa begitu sakit hati dengan fitnah yang menyasar pada dirinya. Sehingga Tini pun meminta warga untuk tidak melakukan fitnah lagi pada dirinya. Sebab yang melakukan pesugihan selama ini ternyata Firman. Dia yang menumbalkan anggota keluarga Tini, bukan Tini.


Para warga benar-benar terhasut dengan apa yang di ucapkan oleh Tini. Mereka yang takut pada sosok kuntilanak itu, merasa harus mengusir kedua anak Firman yang saat ini tinggal bersama dengan Darwis dan Ima. Sebab jika keduanya tidak di usir, bukan tidak mungkin kuntilanak itu akan gentayangan di sekitar kampung.


Warga yang resah pun langsung melaporkan hal tersebut pada pak RT. Mungkin pak RT bisa menyelesaikan semuanya secara bijak. Sehingga kampung ini akan lebih aman lagi dari serangan kuntilanak pesugihan dari Firman. Itu harus di lakukan oleh para warga.

__ADS_1


Tukang sayur yang tak percaya takhayul, merasa apa yang di lakukan oleh para warga adalah tindakan berlebihan. Tidak seharusnya warga melakukan hal tersebut. Jika mereka memang memiliki iman, seharusnya mereka tidak akan takut pada kuntilanak itu. Namun beda cerita jika para warga itu tidak memiliki iman, sehingga mereka akan lebih mudah takut pada sosok kuntilanak tersebut.


Ucapan dari tukang sayur itu sedikit mengganggu ketakutan dari para warga. Tidak salah dengan apa yang di sampaikan oleh tulang sayur itu. Mereka tidak harus takut dengan apa yang terjadi, sebab mereka masih memiliki Tuhan yang akan melindungi mereka. Sehingga tidak harus mengusir kedua anak Firman dari kampung tersebut.


Apa boleh buat, Tini harus membakar api ketakutan dari dalam diri warga. Tini kembali menyinggung perihal kuntilanak yang memiliki kekuatan yang begitu besar. Sehingga kuntilanak itu sangat sulit untuk di kalahkan. Solusi satu-satunya untuk terhindar dari Kuntilanak itu adalah dengan mengusir kedua anak Firman dari kampung ini.


Para warga kembali terhasut dengan apa yang Tini sampaikan. Mereka pun kembali ketakutan dengan sosok kuntilanak itu. Apalagi jika kuntilanak itu sudah bersuara, mungkin semua orang akan merasa takut dengan suara khas kuntilanak yang terdengar begitu mengganggu tetangga tersebut.


Para warga tetap melanjutkan perjalanan menuju rumah pak RT. Mereka ingin mengusir kedua anak Firman dari kampung. Keduanya berpotensi akan mengundang kuntilanak datang ke kampung. Sebab kedua anak Firman itu adalah target dari kuntilanak itu. Untuk membuat kuntilanak itu tidak datang ke kampung, solusi satu-satunya adalah dengan mengusir kedua anak Firman dari kampung.

__ADS_1


__ADS_2