
Lukas mendengar suara tangis dari seseorang saat dia hendak berjalan ke makam kakek dan neneknya. Lukas yang penasaran dengan suara tersebut, lantas mencari tahu asal dari suara tersebut. Saat Lukas mengetahui asal suara itu, dia langsung melihat orang yang menangis tersebut.
Orang itu adalah Tika, dia menangis di pusara makam ibunya. Tika begitu bersedih akan kematian dari ibunya beberapa hari yang lalu. Tika terlihat masih tak bisa menerima kematian dari ibunya tersebut. Mengingat kematian dari ibunya sungguh mengejutkan dirinya.
Lukas menghampiri Tika, sebelum mengajukan beberapa pertanyaan pada Tika.
"Kenapa kamu menangis di sini?"
"Aku sedih Pak Lukas."
"Sedih kenapa?"
__ADS_1
"Kematian ibuku masih cukup membuat aku bersedih. Tidak ada orang yang bisa aku jadikan tempat berlindung lagi."
"Maksudnya?"
"Ayahku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Aku hanya memikirkan ibu saja. Kini ibu juga telah pergi. Aku tidak memikirkan siapa-siapa lagi. Aku sebatang kara hari ini."
Lukas begitu terenyuh dengan keteguhan hati dari Tika. Dia pun turut bersedih atas kematian dari ibunya. Tika kini sudah tidak memiliki siapa pun lagi. Tidak ada orang yang bisa dia jadikan sebagai sandaran hidupnya. Dia benar-benar sebatang kara, sehingga Lukas sudah seharusnya menolong Tika. Menolong Tika dalam kesendirian yang saat ini di alami olehnya.
Lukas pun akhirnya mengajak Tika untuk tinggal di rumahnya. Apalagi saat Lukas mengetahui jika Tika sudah semalaman berada di makam ibunya. Ini benar-benar kisah pilu yang harus di terima oleh Tika. Kisah yang berat untuk di hadapi anak seusia dia. Seharusnya Tika masih merasakan kasih sayang dari ibunya. Namun takdir berkata lain, dia harus kehilangan sosok ibunya yang harus pergi meninggalkan dirinya.
Lukas sama sekali tidak repot akan keberadaan dari Tika di rumahnya. Lukas justru senang bisa membantu Tika. Dia mendapatkan banyak pahala dari menolong Tika di hari ini. Ada banyak pahala yang akan di dapat oleh Lukas dengan pertolongan yang di berikan pada Tika. Lukas juga merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh dirinya pada Tika. Sama sekali Lukas tidak merasa kerepotan dengan keputusan yang di ambil oleh dirinya tersebut.
__ADS_1
Tika akhirnya mau untuk tinggal bersama dengan Lukas. Dia pun mau untuk pergi bersama dengan Lukas ke rumah Lukas. Hingga Tika akan mendapatkan pertolongan yang optimal dari Lukas. Tidak ada yang harus di pikirkan oleh Tika. Semuanya akan baik-baik saja bagi Tika.
Sepanjang perjalanan yang di lakukan oleh Lukas dan Tika. Di mana Tika menceritakan bagaimana dirinya begitu sedih dengan kematian mendadak dari ibunya tersebut. Tika tidak pernah menyangka akan di tinggal oleh ibunya.
Tika juga menceritakan akan sosok Genderuwo berbadan bau dan besar yang melakukan serangan pada ibunya. Hingga Tika merasa Genderuwo besar itu adalah sosok iblis yang sengaja di kirim oleh seseorang untuk membunuh ibunya. Genderuwo yang memang di kirim oleh orang jahat untuk menghancurkan ibunya.
Sosok Genderuwo itu hampir sama dengan sosok Genderuwo yang menyerang sekolah Lukas. Di mana Genderuwo itu berbadan besar hitam, serta memiliki aroma kuat yang menyengat. Ini menjadi sebuah kebetulan yang sangat jarang terjadi. Tapi inilah adanya, ada sosok Genderuwo yang sama di waktu yang berbeda.
Lukas semakin curiga akan keberadaan dari Genderuwo itu. Dia menduga ada seseorang yang memang sengaja memelihara Genderuwo. Hingga Genderuwo itu kerap di tugaskan oleh tuannya dalam mengganggu orang lain. Mungkin salah satunya adalah Lukas yang memiliki sebuah sekolah agama..
Namun Lukas tidak ingin suudzon akan kepemilikan dari Genderuwo itu. Dia tidak ingin berburuk sangka terhadap seseorang. Akan tetapi Genderuwo itu memang menjadi momok yang menakutkan bagi Lukas, sebab dia sudah sering meneror warga kampung. Mungkin ibu dari Tika salah satu korban dari keganasan Genderuwo tersebut.
__ADS_1
Lukas pun semakin penasaran dengan sosok Genderuwo itu. Hingga dia ingin tahu orang yang memiliki Genderuwo itu. Hingga Genderuwo itu kerap di gunakan untuk menyerang orang lain. Bahkan menyerang sekolah Lukas yang sama sekali tidak memiliki salah apapun. Namun menjadi target sasaran dari Genderuwo tersebut. Ini sedikit aneh, tapi ini yang yang terjadi pada Lukas dan penduduk lainnya.
Mungkin Lukas bisa berdiskusi dengan guru ngajinya. Di mana dia akan meminta solusi akan Genderuwo yang terus meneror warga di kampungnya. Genderuwo itu memang kerap meneror Lukas dengan teror yang menyeramkan. Hingga banyak dari penduduk kampung yang merasa takut akan sosok Genderuwo yang acap kali melakukan teror terhadap mereka.