Jimat Warisan

Jimat Warisan
Kesempatan Emas Tini Dan Lutfhi


__ADS_3

Memantau dari sosial media yang di miliki oleh Adi. Tini dan Lutfhi begitu tak sabar untuk menunggu informasi yang akan di tampilkan oleh Adi di sosial media. Dengan informasi yang Adi infokan di sosial media, Tini dan Luthfi bisa membuat sebuah strategi yang cukup baik. Sehingga Lutfhi dan Tini bisa mengambil kesempatan emas untuk melakukan eksekusi terhadap Adi.


Informasi yang di tunggu oleh Lutfhi dan Tini akhirnya datang. Adi membuat status baru di sosial media miliknya. Di mana Adi tidak di perbolehkan untuk menggunakan motor kesayangan untuk menjemput pacarnya. Hingga Adi pun di buat galau oleh keputusan kedua orangtuanya tersebut.


Alasan kedua orangtua Adi melarang dirinya pacaran, tentu umur Adi yang masih tergolong remaja. Saat ini Adi duduk di bangku kelas 11 sekolah menengah atas. Usia Adi yang masih 16 tahun, di khawatirkan akan mengganggu sekolahnya. Sehingga kedua orangtuanya melarang Adi untuk berpacaran.


Adi pun sering bertengkar dengan keputusan kedua orangtuanya yang kerap melarang Adi berpacaran. Padahal menurut Adi berpacaran adalah hak mutlak yang di miliki oleh Adi. Sehingga kedua orangtuanya tidak memiliki hak untuk melarang Adi berpacaran. Dengan dasar itu, Adi menganggap larangan dari orangtuanya begitu berlebihan pada seorang Adi.


Adi pun begitu marah dengan apa yang di lakukan oleh kedua orangtuanya. Dia merasa apa yang di lakukan oleh kedua orangtuanya adalah perampasan hak Adi sebagai seorang manusia.


Hari ini pacar Adi yang bernama Aisha, mengajak Adi untuk membeli buku di sebuah toko buku. Sebenarnya Adi sudah menyetujui ajakan dari pacarnya tersebut. Tapi saat Adi akan berangkat menjemput pacarnya tersebut. Adi di jegat oleh ayahnya yang bernama Misna. Dia melarang Adi untuk pergi menemui pacarnya tersebut. Sehingga Misna dan Adi sempat cekcok, sebelum akhirnya Adi memilih untuk mengalah.

__ADS_1


Adi pun hanya bisa meratapi nasibnya di dalam kamarnya. Semua teman-teman Adi juga tidak memberikan Adi pinjaman motor. Itu semakin membuat Adi kesal. Sementara pacarnya tentu berharap bisa pergi ke toko buku bersama dengan Adi.


Melihat Adi yang begitu galau di sosial media. Tini sebagai bibi yang baik bagi seorang Adi. Langsung mengirimkan pesan yang begitu manis pada Adi. Pesan Tini itu awalnya pesan yang mendukung segala argumen dari Adi, akan dirinya yang di larang berpacaran dengan Aisha. Dengan begitu, Adi langsung termakan dengan semua omongan dari Tini.


Adi semakin senang dengan apa yang di lakukan oleh Tini. Dia merasa Tini begitu baik pada dirinya. Adi semakin melihat kebaikan dari seorang Tini yang akhirnya meminjamkan salah satu motornya untuk Adi. Sehingga Adi bisa pergi berangkat ke toko buku bersama dengan pacarnya.


Dengan wajah sumringah, Adi pun segera keluar dari dalam kamarnya. Tapi baru beberapa langkah dari kamarnya. Adi langsung di minta untuk masuk kembali oleh Misna. Adi yang sudah begitu kesal pada bapaknya sendiri, mendorong Misna dengan begitu kuatnya. Sementara dia tetap pergi menuju rumah Tini untuk meminjam motor Tini yang sudah di janjikan.


Tiba di rumah Tini, Adi langsung di persilakan masuk oleh satpam yang berjaga di rumah Tini. Dia pun segera menemui Tini yang sudah menunggu Adi di ruang tamu rumahnya.


Tini langsung meminta Adi untuk duduk di sofanya. Namun Adi yang sudah di tunggu oleh Aisha. Menolak permintaan dari Tini tersebut. Dia ingin segera pergi untuk menemui seorang Aisha. Bertemu dengan sosok pujaan hatinya yang begitu Adi cintai tersebut.

__ADS_1


"Gak sabar banget kamu Di. Tapi Paman juga waktu sedang jatuh cinta sama Bibi kamu ini. Juga melakukan hal yang sama. Itu baru namanya cinta. Jangan seperti sepupu kamu si Lukas itu. Masa sudah tua tidak mau menikah. Akhirat saja yang dia urusin. Belum tentu juga akhirat seindah dunia ini." ucap Lutfhi duduk di dekat Tini.


Adi tersenyum mendengar ucapan dari Lutfhi. Dia yang sedang di mabuk cinta. Terlihat sudah tidak bisa mengunakan logikanya kembali. Hanya ada cinta dan cinta di pikiran seorang Adi. Hingga tak salah bagi seorang Tini dana Lutfhi memilih Adi sebagai salah satu tumbal yang akan di persembahkan pada Genderuwo miliknya.


Tak hanya meminjamkan motor pada Adi saja. Tini juga memberikan uang saku untuk Adi berpacaran dengan Aisha. Adi semakin tambah senang dengan apa yang di berikan oleh Tini pada dirinya. Hingga Adi pun berulang kali mengucapkan banyak terima kasih pada Tini dan Lutfhi yaah begitu baik pada dirinya. Tidak seperti kedua orangtuanya yang terus menghalangi Adi untuk berpacaran dengan seorang Aisha.


Tak ingin membuat pacarnya menunggu terlalu lama. Adi pun segera berpamitan pada Tini dan Lutfhi. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Aisha. Sosok perempuan yang begitu dia cintai dan sayangi.


Begitu Adi membawa motor miliknya, Lutfhi langsung tertawa bahagia. Proyek perumahan miliknya tentu akan mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Proyek itu tentu akan sukses dengan tumbal yang sudah ada. Tumbal yang akan di persembahkan pada Genderuwo miliknya tersebut. Sehingga proyek itu akan lancar seperti yang di harapkan oleh Lutfhi.


Tini juga sudah tidak sabar untuk menambah koleksi perhiasan miliknya. Tini ingin semakin terlihat cantik dengan perhiasan yang di miliki oleh dirinya. perhiasan yang akan membuat Tini seperti toko emas berjalan. Sesuai dengan harapan seorang Tini terdahulu. Menjadi seorang perempuan yang kaya raya di kampungnya. Memiliki koleksi perhiasan yang banyak, serta memiliki kehidupan yang mewah.

__ADS_1


__ADS_2