Jimat Warisan

Jimat Warisan
Kesedihan Baim


__ADS_3

Wajah panik begitu terlihat saat Baim menemui adiknya yang duduk termenung di ruang perawatan ibunya. Baim terlihat tak bisa menahan rasa takutnya akan kehilangan sosok ibunya yang begitu dia cintai. Baim merasa ini akan jadi hari yang paling sulit bagi dirinya untuk bisa menerima semua yang ada. Sebab bagi Baim ini adalah ujian yang paling berat untuk dirinya bisa lalui.


Tidak ada Kinasih di samping Baim, sepertinya Kinasih masih cukup kecewa dengan seorang Baim. Dia tak bisa melupakan semuanya begitu saja. Sehingga masih ada rasa kecewa dari seorang Kinasih terhadap Baim. Padahal Kinasih begitu berharap Baim akan kembali ke proyek Lutfhi. Sehun Baik tidak akan menganggur lagi. Namun Baim justru menolak tawaran dari seorang Lutfhi. Itu yang membuat seorang Kinasih kecewa berat terhadap Baim.


Kinasih pun memilih untuk tetap berada di rumahnya. Dia tak ingin melihat kondisi ibu mertuanya yang tiba-tiba terserang penyakit aneh. Padahal ibu mertuanya begitu perhatian pada seorang Kinasih. Namun dia tak memperdulikan itu. Kinasih justru lebih mementingkan egonya semata. Ego akan dirinya yang merasa Baim tidak sesuai harapannya.


Baim pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada ibunya. Adiknya menceritakan semuanya pada seorang Baim. Dia mengatakan jika dirinya tidak apa yang terjadi pada ibunya. Namun ibunya tiba-tiba mengerang kesakitan di bagian kepalanya. Kemudian ibu Baim itu merasakan rasa panas yang teramat di bagian kulitnya. Hingga perlahan kulitnya tersebut berubah menjadi hitam lebam.


Baim tentu heran dengan apa yang terjadi pada ibunya. Ini seperti di luar nalar. Itu adalah sebuah santet, tidak mungkin sebuah penyakit akan menyerang di bagian itu. Baim merasa apa yang terjadi pada ibunya adalah guna-guna yang di lakukan oleh seseorang terhadap ibunya. Baim pun harus melakukan sesuatu untuk bisa membuat ibunya kembali sembuh.


Tak lama dokter yang menangani ibunya keluar dari ruang perawatan. Dia belum bisa mendiagnosa penyakit yang ada di ibu Baim. Namun hipotesa dari dokter adalah kanker kulit yang menyerang ibu Baim. Namun itu baru dugaan awal, jadi masih bisa berubah sewaktu-waktu.


Baim terlihat begitu bersedih dengan apa yang terjadi pada ibunya. Dia begitu lemas saat mengetahui ibunya terkena kanker kulit. Satu hal yang membuat ibunya akan mengerang kesakitan dalam waktu yang lama.

__ADS_1


Baim masuk ke dalam kamar perawatan dari sang ibu. Dia ingin melihat apa yang terjadi pada ibunya. Mungkin Baim bisa menghibur ibunya yang terus mengerang rasa panas di seluruh bagian tubuhnya. Ini menjadi rasa panas yang teramat dari ibu Baim. Hingga dia harus bisa menahan rasa panas itu.


"Baim... Panas nak. Panas..." ucap ibu Baim dengan wajah lemasnya.


"Iya Bu, Baim tahu. Ibu yang sabar yah." jawab Baim dengan wajah tegarnya.


Baim mengambil sebuah kipas, dia pun langsung mengkipasi ibunya tersebut. Mungkin dengan sedikit angin yang di keluarkan oleh kipas kayu tersebut. Ibunya bisa sedikit lebih nyaman lagi. Padahal kamar perawatan dari ibunya ini sudah terpasang AC yang dingin. Namun rasa panas yang teramat yang ada di tubuhnya. Tidak mampu di kalahkan oleh AC tersebut. Ibu Baim tetap merasakan panas yang teramat. Hingga ibu Baim pun terus mengerang rasa panas di hadapan seorang Baim.


Beberapa kerabat Baim juga mulai berdatangan untuk melihat kondisi dari Baim. Mereka pun merasa iba dengan apa yang terjadi pada ibu Baim. Bahkan beberapa kerabat itu mulai mencium bau gosong yang timbul dari tubuh ibu Baim. Hingga mereka tak kuat berada terlalu lama di ruangan tersebut.


"Baim, apa kamu mencium sesuatu?" tanya salah seorang kerabat Baim.


Baim mulai menggunakan penciumannya untuk mencium bau yang di maksud oleh salah seorang kerabatnya tersebut. Dia pun mulai mencium aroma bau gosong yang di maksud oleh kerabatnya tersebut. Baim mengatakan jika dirinya mencium aroma gosong yang ada di tubuh ibunya.

__ADS_1


"Iya, ada sedikit aroma bau gosong dari tubuh Ibu." ujar Baim dengan begitu sedihnya.


"Sepertinya Ibu kamu ini di guna-guna Baim. Seseorang telah mengirimkan santet pada ibu Kamu. Sehingga ada aroma bau gosong dari tubuh Ibu kamu tersebut." balas kerabat lainnya.


Baim pun sebenarnya curiga jika ibunya ini adalah korban guna-guna dari seseorang. Sehingga dia sempat menaruh hal yang sama seperti kerabatnya tersebut. Namun Baim tidak tahu siapa orang yang tega melakukan guna-guna terhadap ibunya. Ini menjadi pertanyaan yang cukup besar bagi seorang Baim. Apalagi Baim belum menemukan tanda-tanda ada orang yang membenci dirinya. Dia merasa tidak memiliki musuh sama sekali. Kecuali seorang Lutfhi. Namun apa Lutfhi tega melakukan hal tersebut pada Baim. Ini menjadi pertanyaan besar bagi seorang Baim.


Baim mencoba menyingkirkan apa yang ada di pikirannya saat ini. Tidak mungkin seorang Lutfhi melakukan hal keji tersebut. Dia bukan seorang yang bengis dalam santet. Sehingga tak mungkin Lutfhi melakukan hal serendah itu pada seorang Baim.


Namun jika bukan seorang Lutfhi yang melakukan hal tersebut. Lantas siapa lagi yang melakukan hal itu pada Baim. Apakah orang-orang yang selama ini pernah di tipu oleh seorang Baim. Namun mengapa mereka melakukan itu pada ibu Baim. Mengapa tidak langsung terhadap Baim. Seharusnya Baim yang menerima semuanya, bukan ibunya yang renta. Ini menjadi pertanyaan yang cukup besar bagi seorang Baim.


Namun Baim juga mulai berpikir ini adalah azab untuk dirinya. Ini azab dari Tuhan, atas apa yang selama ini di lakukan oleh seorang Baim. Dia banyak menipu orang. Mungkin ini balasan yang di berikan oleh Tuhan pada seorang Baim. Sehingga Baim bisa belajar dari semua yang ada.


Pusing rasanya bagi seorang Baim, jika terus memikirkan hal tersebut. Ini tidak akan ada akhirnya, dia harus segera mencari solusi untuk pengobatan dari ibunya. Ibunya harus segera sembuh, sehingga dia bisa sehat kembali. Akan sangat pusing untuk memikirkan orang yang mengirimkan santet pada ibunya. Hingga Baim mulai fokus untuk mencari dana dalam pengobatan ibunya tersebut. Akan sangat bahaya, jika penyakit dari ibunya itu di biarkan begitu saja. Maka Baim harus mencari dana yang lebih intim mengobati penyakit ibunya tersebut. Itu yang harus di lakukan oleh seorang Baim segera. Baim harus mencari uang yang cukup untuk membayar semua biaya pengobatan dari ibunya.

__ADS_1


__ADS_2