
Entah apa yang membuat seorang Tini dan Lutfhi tertarik untuk menjenguk seorang Firman di rumah sakit jiwa. Sebab Tini dan Lutfhi begitu membenci Firman dan istrinya yang telah meninggal dunia. Kedatangan dari Tini dan Lutfhi sontak mengejutkan Lukas dan Darwis yang sedang melakukan kunjungan rutin pada Firman.
Lukas sebenarnya menyambut kedatangan dari Lutfhi dan Tini dengan baik. Tidak ada buah tangan yang di bawa oleh Lutfhi dan Tini. Keduanya hanya memamerkan barang-barang mewah yang mereka kenakan saat mengunjungi Firman di rumah sakit jiwa.
Penampilan Lutfhi dan Tini pun sontak menjadi pusat perhatian bagi sebagian staf di rumah sakit jiwa. Mengingat barang-barang mahal yang ada di tubuh Lutfhi dan Tini membuat beberapa staf mulai melirik ke arah keduanya.
Lukas sendiri terlihat begitu mengangumi penampilan Tini dan Lutfhi yang terlihat begitu modis. Lutfhi dengan sebuah topi dansanya yang begitu mewah. Begitu juga dengan Tini yang menenteng sebuah tas mewah dari salah satu merek tas ternama di dunia. Ini menjadi sebuah perhatian tersendiri bagi seorang Lukas.
Namun Lukas juga mengkhawatirkan penampilan dari keduanya. Dia khawatir Tini dan Lutfhi yang kerap datang sepaket, menjadi incaran penjahat untuk mengincar harta mereka. Sehingga Lukas berharap keduanya bisa lebih bijak ketika menggunakan barang yang mahal.
Tini dan Lutfhi tidak mendengar sama sekali saran dari Lukas. Mereka menganggap Lukas hanya iri pada kemewahan yang ada pada keduanya. Hingga Lukas seolah mengingatkan pada keduanya, padahal Lukas hanya iri saja dengan apa yang di miliki oleh Lutfhi dan Tini.
Darwis menengahi semua keributan yang terjadi. Tidak ada yang iri seperti yang Lutfhi sampaikan. Hanya saja Darwis pun merasa apa yang di lakukan oleh Tini dan Lutfhi sedikit berlebihan. Hingga Lutfhi dan Tini bisa menjadi sasaran kejahatan dari mereka yang memiliki niat jahat pada keduanya.
__ADS_1
Lutfhi dan Tini tidak peduli dengan semua itu, dia datang ke rumah sakit jiwa bukan untuk mendapatkan ceramah dari seorang Darwis dan Lukas. Keduanya ingin melihat penderitaan dari seorang Firman. Baik Tini dan Lutfhi sudah tidak sabar melihat Firman menjadi seorang pesakitan di ruangan rumah sakit jiwa. Sehingga keduanya begitu bahagia dengan apa yang terjadi pada seorang Firman.
Lukas mengajak Tini dan Lutfhi untuk masuk ke ruangan yang menjadi tempat Firman berada. Tini menyalakan kamera di layar handphone miliknya. Dia ingin merekam penderitaan dari seorang Firman.
Aksi dari Tini langsung di hentikan oleh Lukas. Perbuatan dari Tini sungguh tidak manusiawi. Dia bahagia dengan apa yang terjadi pada Firman. Bahkan Tini merekam semua penderitaan dari Firman tersebut. Sebuah tindakan yang tentunya tidak baik di lakukan oleh Tini.
Lutfhi meminta Lukas untuk tidak arogan. Menurut Lutfhi apa yang di lakukan oleh Tini adalah tindakan yang biasa saja. Sehingga Lukas tidak harus melarang Tini untuk melakukan hal tersebut. Lutfhi pun meminta Lukas untuk tidak menghalangi istrinya dalam membuat video rekaman akan Firman.
Lutfhi mendorong Lukas yang menghalangi dirinya untuk masuk ke dalam ruangan tempat Firman berada. Lukas seketika tersungkur usai di dorong oleh Lutfhi dengan begitu kerasnya.
Lutfhi dan Tini pun langsung melenggang masuk ke dalam ruangan tempat Firman di rawat. Tini langsung melakukan rekaman di ruangan Firman tersebut. Dia begitu bahagia mengabarkan pada semua orang akan kondisi Firman yang menjadi gila. Bahkan Tini tak sungkan mengatakan jika Firman gila akibat pesugihan yang telah di lakukan oleh dirinya dan istrinya. Sehingga ketika Firman sudah tidak bisa memberikan tumbal, maka Firman sendiri yang menjadi tumbal mahluk pesugihannya tersebut.
Lukas berusaha mengambil handphone yang di gunakan oleh Tini untuk merekam Firman tersebut. Dia merasa apa yang di lakukan oleh Tini tidak beretika, sehingga aksi dari Tini itu wajib di hentikan. Namun Tini berhasil mengantisipasi apa yang di lakukan oleh Lukas, sehingga dia tetap berhasil mengambil rekaman video dari Firman. Tini pun berniat menyebarkan video itu di sosial media serta grup pesan di handphone miliknya.
__ADS_1
Darwis menganggap apa yang Tini lakukan adalah tindakan yang tidak bermoral. Firman adalah kakak dari Tini sendiri, tapi Tini sengaja membuat Firman menderita. Menghancurkan nama baik Firman dengan sengaja menyebarkan video dari Firman. Itu tindakan yang paling kejam di lakukan oleh seorang adik pada kakaknya sendiri.
Tini tertawa mendengar Darwis mengatakan jika dirinya adalah seorang yang kejam. Tini pun mengatakan banyak hal yang telah di lakukan oleh Firman pada dirinya yang jauh lebih kejam. Sehingga Tini berharap Darwis juga mengingat kekejaman dari seorang Firman yang tak kalah kejam dari Tini di masa lalu. Sehingga Darwis tidak akan melabeli kekejaman Tini saja.
Tini juga mengatakan jika bangunan sekolah runtuh yang terjadi, sebab ada uang haram Firman di bangunan tersebut. Bumi pun tak sudi menerima uang haram dari Firman. Seharusnya Lukas juga sadar, jika uang dari Firman itu adalah uang haram. sehingga tidak pantas di gunakan untuk membangun sekolah.
Lukas hanya terdiam, dia menyadari kesalahannya. Mungkin apa yang Tini ucapkan ada benarnya juga, di mana ada uang haram Firman yang Lukas terima saat itu. Hingga mungkin itu yang membuat bangunan itu tidak di terima oleh bumi.
Melihat Lukas tersinggung dengan perkataan dari dirinya. Tini semakin menjadi-jadi. Dia melanjutkan ucapan kotornya. Dia mengatakan jika Lukas adalah orang yang munafik, dia mengharamkan perbuatan syirik. Tapi Lukas menggunakan uang syirik dari Firman untuk pembangunan sekolah miliknya. Seharusnya Lukas malu dengan apa yang dia perbuat, itu yang ada di pikiran seorang Tini.
Darwis yang tak ingin melihat Lukas terus di landa rasa bersalah hebat. Meminta Tini dan Lutfhi segera pergi dari ruangan Firman. Apalagi Firman yang sudah mulai risih dengan kedatangan dari Tini dan Lutfhi. Firman yang awalnya nampak tenang di atas ranjangnya, perlahan mulai bereaksi dengan apa yang di perbuat oleh Tini. Dia merasa keberadaan dari Tini mulai mengganggu dirinya yang sedang beristirahat.
Tini dan Lutfhi pun akhirnya pergi dari ruangan Firman. Namun mereka pergi dengan perasaan yang penuh kebahagiaan. Mereka bisa membuat penderitaan seorang Firman semakin berlipat. Sehingga Tini dan Lutfhi merasa bahagia dengan apa yang dia lakukan.
__ADS_1